
Setelah beberapa saat mereka menunggu, tidak ada tanda-tanda kedatangan wanita menuju makam Adisya. Sudah menjelang malam, akhirnya mereka berkumpul lagi karena duo R sudah tidak tahan oleh gigitan nyamuk. (nyamuk aja mau ama lo berdua, apalagi para readers ni)
"Kak, sudah menjelang malam tapi tidak ada tanda-tanda apapun." Ucap Reno
"Yang ada para nyamuk fans sama kita." Ucap Rino
Benar saja karena duo R kulitnya mulai merah-merah karena diserang nyamuk.
"Itu salah lo berdua, ke makam pakai celana pendek sama kaos doang." Ucap Dean
"Sepertinya dia tau jika akan diikuti, mangkanya dia tidak ke makam sementara." Ucap Steve
"Kita kembali saja lah kak, badanku mulai merah-merah ini gatal." Ucap Rino
"Huhhh lo berdua nyusahin." Ucap Dean
"Yaudahlah balik aja, lain waktu kita kesini lagi." Sambung Dean
Ketika mereka akan menuju pintu keluar makam, tiba-tiba Satria menghentikan langkah mereka.
"Stop." Ucap Satria
"Kenapa lagi sih kak?" Ucap Rino
Satria menunjuk sesuatu dengan dagunya, mereka pun mengedarkan pandangan pada arah yang satria tunjukkan.
Seseorang yang mereka tunggu pun datang, wanita itu memakai pakaian yang sama yaitu serba Hitam. Membawa setangkai bunga lily untuk makam Adisya, dan dua mawar merah untuk kedua orang tua Adisya. Tanpa menunggu apapun Reno dan Rino berlari untuk mendekati wanita itu, tetapi wanita itu menyadari jika Reno dan Rino berlari ke arahnya.
Wanita itu berlari untuk menghindari duo R, ketika akan sampai tembok Steve sudah menghadang dirinya. Ia pun kebingungan akan berlari kemana, karena ia dikepung oleh mereka.
Ketika duo R mencoba untuk menangkap nya, wanita itu segera menendang perut duo R.
Bug...Bug...
Duo R pun terjatuh ke tanah, hal itu dimanfaatkan oleh wanita misterius itu untuk kabur, ia berlari ke arah pintu keluar makam. Tetapi Satria dan Dean terus mengejarnya, Satria berhasil memegang jaket yang wanita itu kenakan.
Tetapi jaket itu terlepas dari tubuh wanita itu, sehingga satria hanya mendapatkan jaket itu saja. Wanita misterius itu sangat gesit, bahkan Dean juga tidak mampu mengejarnya. Wanita itu berhasil lolos keluar dari makam dan masuk ke jalan perkampungan warga.
"****."
Satria membolak-balikkan jaket itu, dan ia menemukan dua huruf di dalam jaket itu yang bertuliskan.
"VA"
"Kak, kita gagal lagi." Ucap duo R
"Perut kalian sakit?" Ucap Dean
"Sakit sekali kak, sepertinya dia bukan Vanessa kak." Ucap Reno
__ADS_1
"Kalau princess tidak mungkin tega melakukan ini ke kita." Ucap Rino
"Jika dia bukan Vanessa, kenapa jaket ini ada inisial huruf VA." Ucap Satria
Dean mengambil jaket tersebut, Dean ingat dengan jaket itu karena Vanessa sering memakainya untuk keluar rumah.
"Ini jaket Vanessa." Ucap Dean
"Maaf tuan, tadi saya tidak berani menangkap gadis itu, karena saya lebih baik hanya menghadang dan tidak memegang." Ucap Steve
"Memangnya kenapa kak?" Ucap Reno
"Kalaupun benar itu nona Vanessa, tuan akan menghukum saya karena berani memegang wanitanya." Ucap Steve. sedangkan Satria masih santai ketika Steve mengatakan itu.
"Baguslah jika kau sadar." Ucap Satria.
Satria mengambil jaket dari tangan Dean.
"Bro itu punya adik gue." Ucap Dean
"Dia milikku." Ucap Satria lalu menuju ke mobilnya.
"Steve kau begitu betah kerja padanya." Ucap Dean
"Jika aku jadi kak Steve, aku mungkin sudah mengundurkan diri." Ucap Rino
"Saya permisi dulu."
"Sama-sama makhluk aneh." Ucap Reno
Mereka pun kembali ke mansion, mengobati perut duo R karena tendangan itu membuat perut abs mereka sedikit memar. (sayang bgt ga si)
Satria pun kembali ke mansionnya, karena papanya mengabarkan jika Siska sudah kembali ke apartemen dan batal menginap di mansionnya.
-----------
Ketika Vinda dan Irene sedang bersantai, mereka mendapat kabar buruk dari Viko.
"Si Viko telfon nih Vin." Ucap Irene
"Ya angkat lah anjrit, lo ga liat gue makan apa." Ucap Vinda
"Halo"
"...."
"Apa?"
"..."
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"
"..."
"Bangs*t."
Vinda yang semula menikmati makannya menjadi fokus pada Irene, karena Irene sangat marah. Irene mematikan telfonnya, tanpa mengatakan apapun Irene mengambil jubah dan topengnya. Vinda pun menghampiri Irene
"Lo kenapa sih ren?"
"Ponsel gue lo banting seenaknya anjrit."
"Markas diserang besar-besaran Vin." Ucap Irene
"Oh diserang"
"Eh apa?"
"MARKAS DISERANG BESAR-BESARAN VINDAA." Teriak Irene
"Wah anj*ng, hubungi Viola sama Vanya." Ucap Vinda
Irene segera menghubungi Viola dan Vanya, sebenarnya tanpa Irene hubungi pasti Viko sudah menghubungi mereka berdua.
Vinda dan Irene segera menuju ke markas, mereka menggunakan motor sport untuk menghindari kemacetan, tapi siapa sangka jika jalanan memang sedang macet.
Vinda dan Irene pun mengambil jalan pintas untuk sampai ke markas dengan cepat, Vinda menghubungi semua tangan kanannya dari berbagai negara karena ini pertama kalinya markas utama diserang oleh 4 mafia lain.
Vinda dan Irene masuk melalui pintu belakang markas, mereka menuju ke dalam markas karena para musuh masih menyerang bagian gerbang.
"Bagaimana bisa terjadi?" Ucap Vinda
"Sepertinya ada yang mengetahui hilangnya Vanessa, sehingga mereka berani menyerang bos." Ucap Rudin
"Artikel-artikel tentang hilangnya salah satu ketua BLS membuat mereka mulai berani menyerang lagi." Ucap Rizki
"Bukankah informasi ini tidak ada yang tau." Ucap Vinda
"Kami tidak tau bos, kenapa bisa bocor ke media." Ucap Rudin
"Aaarrggghhhhhh segera bersiap kita lawan mereka." Ucap Vinda
"Apa tidak menunggu Vanya dan Viola saja?" Ucap Tania
"Mereka akan segera menyusul kak."
Baiklah segini dulu bestie💕
Jaga kesehatan kalian ye bestie💕
__ADS_1
Jangan lupa Like Comment and VOTE
Terimakasih✨