
Lima mafia bersatu untuk menghancurkan BLS, Vanya dan Viola menuju ke markas. Sebelum itu Vanya harus melewati omelan papanya terlebih dahulu. Dan Viola harus melewati omelan Kakaknya.
Flashback on
-Mansion Nugraha
"Kak makan dulu, Vio dah masakin." Ucap Viola dari ambang pintu ruang kerja kakaknya.
"Vio ke meja makan dulu, bentar lagi kakak nyusul." Ucap Barrack
"Baiklah kak, oh iya kak Qia makan juga ya." Ucap Viola
"Iya, Vio duluan aja." Ucap Qia.
Qia adalah sekertaris pribadi Barrack, hari ini ia menemani Barrack kembali ke negara A. Qia sudah mengenal Viola begitu pula dengan Viola yang mengenal Qia.
Viola pun menuju meja makan terlebih dahulu, beberapa saat kemudian Barrack turun diikuti Qia dibelakangnya.
Mereka pun makan tanpa ada suara kecuali dentingan sendok, garpu,piring dan suara ponsel Viola yang menonton film action kesukaannya. Viola memiliki kebiasaan ketika makan akan membawa ponselnya hanya untuk menonton film.
Ketika sedang menikmati makanan, tiba-tiba ponsel Viola berdering dan dilayar ponselnya terdapat nama Viko.
"Halo."
"..."
"Gue di mansion kenapa?"
"..."
Brakkk
"Bagaimana bisa hah?" Ucap Viola dengan nada tinggi.
"..."
"Oke gue kesana sekarang."
Barrack dan Qia pun terkejut karena Viola menggebrak meja makan.
"Kenapa vi?" Ucap Barrack
"Markas diserang kak, aku harus kesana." Ucap Viola
"Stop. Gaperlu pergi." Ucap Barrack
__ADS_1
"Gak bisa kak, Vio harus kesana sekarang." Ucap Viola
"Tidak Vio, kamu tetap dirumah saja." Ucap Barrack
"Kak, mereka membutuhkan Vio." Ucap Viola
"Kamu bisa tidak nurut pada kakak." Bentak Barrack. Viola yang pertama kali dibentak oleh Barrack pun terdiam, Qia yang ada diantara mereka ingin melerai tetapi Qia sendiri takut ketika Barrack sudah emosi.
"Ka... Kakak membentakku?" Ucap Viola
"Iya jika itu bisa membuatmu berhenti menjadi ketua Mafia." Ucap Barrack
"Vio minta maaf kak, Vio sudah terikat pada perjanjian, apapun yang terjadi BLS akan tetap jaya." Ucap Viola
"Jangan pergi dari rumah." Ucap Barrack penuh tekanan
"Maaf kak, untuk saat ini kehidupan orang-orang yang ada di markas juga termasuk tanggung jawab ketua." Ucap Viola
Setelah mengatakan itu, Viola pun berlari ke kamarnya untuk mengambil jubah dan topeng miliknya.
Ketika turun dari kamarnya, Viola segera berlari menuju keluar mansion dan mengendarai motor sport kesayangannya.
Maafkan Vio kak, memang dari awal Vio dan yang lain sudah terikat dengan dunia mafia. Batin Viola
Barrack pun kesal karena Vio mulai berani padanya.
"Diam kau, aku akan menghukum mu karena membela adikku." Ucap Barrack
-Mansion keluarga Bagaskara
Vanya sedang berkumpul bersama keluarga nya, ia menemani Felisha belajar, sedangkan kedua orang tuanya menonton televisi.
"Kak, bunga tulip bagusnya diwarna i apa?" Ucap Felisha
"Kamu warnai orange aja." Ucap Vanya
"Tapi kenapa harus orange kak?" Ucap Felisha
"Karena bunga tulip orange melambangkan semangat. Nah lambang itu kamu jadikan motivasi agar kamu tetap semangat menghadapi masalah apapun yang akan terjadi." Ucap Vanya
"Baiklah Felisha warnai orange saja, biar Felisha juga tetap semangat." Ucap Felisha, Vanya pun tersenyum lalu mengacak-acak rambut Felisha. Kedua orang tua Vanya yang melihat itu pun ikut tersenyum.
Ponsel Vanya pun berdering, ia segera menekan tombol hijau untuk menerima panggilan dari Viko.
__ADS_1
"Hmm."
"..."
"Mansion."
"..."
"Gue kesana."
Vanya mematikan panggilan itu lalu menuju ke kamarnya untuk mengambil jubah dan topengnya.
Felisha dan kedua orang tua Vanya pun bingung, karena setelah Vanya mematikan panggilan langsung menuju ke kamarnya.
Vanya turun dari kamarnya, kedua orang tua Vanya terkejut karena Vanya sudah memakai jubah dan topengnya. Felisha sedikit takut dengan perubahan Vanya, Felisha menuju ke mamanya.
"Kamu mau kemana?" Ucap papa
"Pa, markas diserang besar-besaran. Vanya harus kesana pa." Ucap Vanya
"Jangan keluar rumah dulu Vanya, kamu baru pulih." Ucap Mama
"Ma,Pa please mereka membutuhkan Vanya sekarang." Ucap Vanya
"Tidak. Kamu harus tetap dirumah." Ucap Papa
"Pa, bagaimana kalau Vanya kehilangan salah satu teman Vanya lagi. Cukup Vanessa yang sampai sekarang belum ditemukan pa." Ucap Vanya
"Masalahnya kamu baru pulih sayang." Ucap Mama
"Tidak apa-apa ma, Vanya sudah benar-benar membaik sekarang." Ucap Vanya
"Pa, please. Vanya janji jaga diri baik-baik pa."
"Vanya tidak mau kehilangan salah satu teman Vanya lagi, cukup Adisya yang pergi dan takkan kembali lagi." Ucap Vanya.
Papa dan mama Vanya tampak memikirkan, mereka pun tau bagaimana posisi Vanya yang kehilangan kedua temannya. Dengan berat hati kedua orang tua Vanya mengiyakannya.
"Baiklah jaga diri kamu baik-baik." Ucap papa Vanya
"Terimakasih ma,pa. Vanya janji akan kembali ke mansion dalam keadaan baik-baik saja."
"Feli, besok-besok kakak temani belajar lagi ya, sekarang kakak harus menjalankan kewajiban kakak sebagai ketua." Ucap Vanya
Vanya pergi meninggalkan mansionnya, dijalan ia bertemu Viola. Mereka melewati jalan pintas untuk segera menuju markas.
__ADS_1
-Flashback off
Vanya dan Viola masuk ke markas melalui pintu belakang, mereka tidak menyangka penyerangan besar-besaran dari lima mafia benar-benar secara dadakan. Bahkan mereka langsung menyerang BLS ketika artikel tentang hilangnya salah satu ketua BLS lima menit tersebar.