I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 112


__ADS_3

BLS melanjutkan perjalanannya menuju markas GREEN SNAKE. Dengan kecepatan penuh mereka mengendarai kendaraan mereka, 35 menit kemudian mereka melihat markas green snake dengan kejauhan 100 meter, karena di tempat itu terdapat helipad milik BLS. Sehingga 3 helikopter milik BLS sementara harus mendarat di helipad itu agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Alvaro dan Bastian pun sudah membuat semua CCTV yang dipasang oleh green snake. Daffa dan Rizki pun segera turun dengan 10 anggota BLS karena Daffa dan Rizki diberi tugas pertama kali masuk untuk menghancurkan penjagaan belakang markas tanpa menimbulkan kekacauan dan menyelamatkan para wanita yang terkurung di sana.


Didalam mobil 4V, Vanya tidak sabar karena ia sangat ingin menyelamatkan anak kecil yang dikurung di sana. Sehingga sedari tadi ia mengumpat karena lebih dari 5 menit Daffa dan Rizki belum juga memberikan kabar padanya.


"Sial, lama sekali mereka berdua." Umpat Vanya. Sedangkan Vanessa,vinda dan viola pun menggelengkan kepala melihat Vanya yang kesal.


Ditempat Daffa dan rizki serta 10 anggota BLS terjadi perkelahian yang menegangkan sehingga sedikit mengulur waktu, tetapi mereka berhasil melumpuhkan penjagaan di bagian belakang tanpa menimbulkan kekacauan dan membuat mereka melaporkan kepada ketua green snake. Karena rencana Vanessa dkk adalah memberikan kejutan kepada green snake.


BUG..BUG..


Dor..dor..krekk..bug..plakk..crashh..dor..


Akhirnya Daffa dan Rizki berhasil masuk melalui pintu belakang markas dengan mengalahkan lebih dari 50 anggota green snake, mereka menelusuri lorong-lorong di sana. Sampai mata Daffa tertuju pada 4 jeruji besi yang berisi para wanita. Jeruji itu juga terdapat aliran listrik yang sangat tinggi, sehingga bila ada yang mencoba melewatinya harus kehilangan nyawa.


"CARI TOMBOL UNTUK MEMATIKAN ALIRAN LISTRIK INI. CEPAT." perintah Rizki tegas kepada anggota yang ikut bersama mereka. 4 orang pun berpencar segera mencari tombol untuk mematikan aliran listrik itu, tetapi nihil dan akhirnya membuat Daffa dan Rizki melemparkan 3 botol untuk melindungi kulit para wanita agar tidak terbakar saat ada ledakan.


"Kami anggota BLS akan mengeluarkan kalian dari sini. Pakai itu agar kulit kalian tidak terbakar. Sehingga nanti bila ada ledakan hanya terdapat luka saja." Ucap Daffa dingin.1 jeruji besi dilempar 3 botol. Seketika para wanita itu berebut untuk segera memakai cairan itu.


"Beritahu kami, dimana mereka mengurung seorang anak kecil." Ucap Rizki datar. Lalu salah satu dari mereka pun berdiri dan mendekat dengan jarak 1,5 meter agar tidak tersengat aliran listrik.


"Kalian pasti sudah tau siapa gadis kecil itu. Setelah ini kalian belok ke kanan saja lalu cari pintu ke 4 yang berwarna coklat tua. Disana kalian akan mengetahui kunci tergantung dibagian atas pintu. Kalian cari kunci yang cocok untuk pintu itu, setahuku kunci untuk pintu itu ada tanda ular di bagian ujungnya." Ucap wanita itu panjang lebar.

__ADS_1


Anggota yang Daffa dan Rizki bawa pun meninggalkan 4 bom yang dapat menghancurkan pintu besi itu, tetapi ledakannya tidak terlalu kuat sehingga tidak akan melukai para wanita itu. Rizki segera menghubungi Vanya.


"Waktu kalian hanya 15 menit sebelum bom ini meledak. Setelah itu segera keluar dan lari secara perlahan-lahan. Nanti akan ada beberapa kendaraan yang sudah kami siapkan untuk kalian. Dan berhentilah menjadi wanita penghibur agar kalian dapat dihargai seseorang." Ucap Rizki datar. Seketika semua wanita itu berterima kasih kepada mereka. Daffa dan Rizki hanya mengangguk dan menuju ke tempat anak kecil itu.


15 menit kemudian Daffa menghubungi Vanya lewat earphonenya. Vanya pun segera turun dan memberikan Irene isyarat untuk segera keluar. Vanya dan Irene segera menuju ke markas green snake bagian belakang dan diikuti 35 anggota lainnya. Karena sisa dari mereka akan membantu para wanita keluar dari sana.


Sedangkan Vanessa menghubungi Sebastian untuk memastikan CCTV tetap dalam keadaan mati, karena tidak ada pilihan lain maka Vanessa menugaskan 5 sniper untuk menembak CCTV setelah itu mereka diperintahkan Vanessa untuk bersembunyi di pohon dekat dengan markas bagian depan green snake.


-----------


Vanya dan Irene segera menghampiri Daffa dan Rizki, mereka melewati tempat para wanita dikurung. Semua wanita itu pun kembali mengucapkan terimakasih karena BLS membantu mereka keluar dari penjara Green Snake.


15 anggota BLS menunggu di pintu belakang untuk dan membawa para wanita itu lalu diantarkan pulang ke rumah mereka. Vanya dan Irene sampai di tempat Daffa dan Rizki, disana Vanya bisa melihat jelas anak kecil meringkuk saat pintu sudah dibuka oleh Rizki.


Sungguh biadab mereka. Batin Irene


"Buka pintu penjara itu." Ucap Vanya datar. Daffa dan Rizki pun berusaha membukanya, diluar ruangan itu anggota BLS sedang berjaga.


Saat pintu terbuka,Vanya mencoba untuk masuk dan membawa anak kecil itu pergi. Tetapi anak itu ketakutan hingga badannya bergetar.


"Aaa...aaa..haah..aaag.." teriak anak itu sambil menggelengkan kepala dan berjalan mundur.


Kenapa anak ini tidak berbicara saja. Batin Vanya

__ADS_1


"Jangan takut, kakak akan keluarkan kamu dari sini." Ucap Vanya menenangkan anak itu.


"Aamm..aaa.." Anak itu serasa ingin bicara tapi tidak bisa


"Daf, apa yang terjadi dengan anak ini." Ucap Vanya datar


"Nanti akan saya ceritakan bos. Sekarang kita bawa anak ini keluar dan para wanita." Ucap Daffa sambil melihat jam tangannya.


Vanya menggendong anak itu, dan membawa keluar, sebelum itu mereka mendengar ledakan, itu berasal dari arah para wanita dikurung, jeruji berhasil dihancurkan dan dengan segera para wanita keluar dengan perasaan gembira. Mereka pun dibawa pergi oleh anggota BLS untuk dipulangkan ke rumah mereka masing-masing.


Vanya dan yang lain membawa anak kecil itu keluar dengan menggendongnya di belakang, karena pintu belakang sudah tidak ada anggota BLS maka ledakan itu dapat didengar anggota Green Snake. Dan disana ada sekitar 50 anggota Green snake, Vanya pun menyeringai.


"Tetaplah berpegangan ya. Kamu tidak akan jatuh ke tangan mereka lagi." Ucap Vanya pada anak itu. Dan anak itu mengangguk sambil mengeratkan lingkaran tangannya di pundak Vanya, salah satu anggota BLS sudah menawarkan agar mereka membawa anak itu ke mobil khusus ketua tetapi Vanya menolak.


Vanya pun mengeluarkan 2 katana miliknya, lalu mereka pun mulai menyerang anggota Green Snake.


"BAIKLAH SAATNYA BERMAIN." Ucap Vanya menyeringai. dan langsung melayangkan katana miliknya.


Bug..bug.. crashh


Dor..Brakk..bug..bug..Dor


crashh..Crashh

__ADS_1


Awalnya Vanya dan yang lain kualahan tetapi saat mereka saling melindungi maka sebanyak apapun anggota Green snake dapat dikalahkan. Irene menghubungi Vanessa untuk segera lakukan penyerangan yang lain.


__ADS_2