I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 209


__ADS_3

Sudah satu Minggu berlalu satria merasa kehidupannya tenang karena tidak ada gangguan dari Siska, bahkan mamanya tidak bisa menghubungi Siska entah kemana perginya.


"Satria." Ucap Mama


"Apa ma?" Ucap Satria


"Coba dong kamu cari Siska, sudah satu Minggu  dia tidak bisa dihubungi." Ucap Mama dengan nada khawatir


"Mau dia mati pun satria tidak akan peduli ma." Ucap Satria lalu fokus pada ponselnya


"Jaga ucapan kamu Satria." Ucap Mama


"Ma, sampai kapanpun satria tidak akan pernah menyukai atau menginginkan Siska." Ucap Satria


"Kamu dan dia kan sudah berteman lama." Ucap Mama


"Just friends and won't be a partner because I don't want it." Ucap Satria


"Why?" Ucap Mama


"I really don't like her, after all she's a cheap woman who always accepts men into her apartment." Ucap Satria


"Jaga ucapan kamu Satria, kamu tidak ada bukti jangan menuduh seperti itu." Ucap Mama


"Ma, aku ini anak mama atau bukan? Se enggak percaya itu sama anak sendiri?" Ucap Satria


"Jika kamu tidak ada bukti jangan menuduh sembarangan." Ucap Mama


"Semua bukti ada di Steve." Ucap Satria lalu meninggalkan mamanya


"Satria."


"Satriaaa."


Teriakan mamanya tidak ia pedulikan, ia keluar dari mansion keluarganya menuju ke suatu tempat.


"Anak itu semakin keras kepala." Ucap Mama


"Sudahlah ma, anak-anak sudah besar mereka berhak menentukan kehidupan mereka, kita tidak perlu ikut campur." Ucap Papa


"Gabisa gitu dong pa, cukup arjuna saja yang bandel karena dari dulu anak itu selalu papa manjakan, sedangkan Satria lebih dekat sama mama sekarang menjadi begini." Ucap Mama


"Satria ataupun Arjuna selalu mendapatkan kasih sayang yang sama dariku, tapi tidak darimu." Ucap Papa


"Apa maksut papa? Kasih sayang yang aku berikan pada mereka itu sama." Ucap Mama


"Saat kecil Arjuna sering kau bentak sedangkan Satria selalu kau perlakukan dengan lembut, buktinya apa? Arjuna sama sekali tidak memiliki dendam padamu karena Arjuna memang menyayangimu." Ucap Papa


"Jika Arjuna menyayangi ku harusnya dia mengikuti ucapanku untuk tidak melaksanakan tunangan dengan mafia itu." Ucap Mama


"Semua anak ingin kebahagiaannya masing-masing sedangkan kita orang tua hanya bisa mendukung, kedepannya bagaimana? Itu sudah takdir." Ucap papa


"Mama tidak ingin berdebat pa." Ucap Mama lalu meninggalkan papanya di ruang keluarga


"Selalu keras kepala, sampai kapanpun anakmu akan tetap memilih satu wanita yaitu gadis mafia." Ucap papa lirih


------


Apartemen Vanessa


"Maaf ya bil yang hanya ada itu disini." Ucap Vanessa


"Tidak apa-apa nes, lagian aku hanya ingin menemui bidadariku." Ucap Billy. Vanessa memutar bola matanya.


Vinda terbaring di ranjang Vanessa selama tiga hari ia tidak bisa beraktivitas karena demam dan tiga hari itu Billy sering ke apartemen Vanessa.

__ADS_1


"Belum makan lagi nes?" Ucap Billy, Vanessa pun menggelengkan kepala.


"Coba lo suapin." Ucap Vanessa


"Sayang bangunn." Ucap Billy sambil menggoyangkan tangan Vinda. Vinda pun membuka matanya.


"Makan dulu ya." Ucap Billy. Vinda pun menggelengkan kepalanya.


"Ayolah sayang, aku suapin seperti biasanya." Ucap Billy


"Makan vin, lo gabisa sembuh kalau ga makan." Ucap Vanessa


"Rasanya pahit semua nes." Ucap Vinda


"Itu wajar, lo sakit." Ucap Vanessa


"Iya sayang, kamu gaakan sembuh kalau ga kamu paksa makan." Ucap Billy


"Makan ya, aku suapin kok." Ucap Billy. Akhirnya Vinda mengangguk.


Billy membantu Vinda untuk sedikit duduk, dengan telaten Billy menyuapi Vinda. Bahkan Billy sangat sabar menghadapi rengekan Vinda.


Lo beruntung Vin, Billy mau nerima semua keadaan lo, tapi kenapa lo sembunyiin ini semua dari kita Vin. Batin Vanessa


"Bil, setelah itu seperti biasa ya." Ucap Vanessa


"Okey nes." Ucap Billy. Vanessa pun keluar dari kamarnya dengan mengusap air matanya.


"Kalian ngapain?" Ucap Vinda


"Seperti biasa habis makan kamu minum obat sayang." Ucap Billy


"Kamu ga aneh-aneh kan sama Vanessa?" Ucap Vinda


"Yakin?" Ucap Vinda


"Serius sayang." Ucap Billy


"Bagaimana jika bulan depan kita nikah?" Ucap Billy


"Eh enggak dulu bil, aku belum siap." Ucap Vinda


"Kita jalani lah sayang, aku ingin serumah sama kamu loh." Ucap Billy


"Mending kamu tanya Vanessa aja deh." Ucap Vinda


"Kenapa haru Vanessa?" Ucap Billy


"Hanya dia keluarga yang aku punya bil." Ucap Vinda


"Oh iya paman dan bibi sudah kamu habisi." Ucap Billy


"Hanya Vanessa, Vanya, Viola dan Irene keluarga yang aku punya. Jadi kamu tanya mereka aja." Ucap Vinda


"Baiklah sayang." Ucap Billy


-------


Di ruang tamu Vanessa kesal karena Tania mengatakan jika di V'LI CORPORATION akan ada pertemuan para investor besok dan diharuskan terbang ke negara X.


"Halo nes." Ucap Tania


"Kakkk gabisa diundur." Ucap Vanessa


"Kakak sudah undur dari kamu belum kembali Nessa, lagipula besok kakak juga ikut sama kamu kan." Ucap Tania

__ADS_1


"Tapi nessa gabisa ninggalin Vinda kak." Ucap Vanessa


"Ada Desy yang bisa jaga dia Nessa." Ucap Tania


"Terus kalau kita ke negara X yang jaga kantor siapa? Rudin lagi?" Ucap Vanessa


"Siapa lagi?" Ucap Tania


"Ya sudahlah kak, Nessa ikut aja." Ucap Vanessa


"Kamu besok akan tau apa aja kejanggalan dalam pembangunan gedung perpustakaan itu nes." Ucap Tania


"Dari awal bukannya itu sudah ganjal kak, karena negara X dengan penduduk sedikit bahkan hanya ada satu sekolahan disana." Ucap Vanessa


"Iya kamu benar, banyak penduduk negara X yang tidak bisa keluar sembarangan dari negaranya." Ucap Tania


"Baiklah kak, akan Nessa siapkan keperluan untuk kesana." Ucap Vanessa


"Tidak perlu nessa, sudah kakak siapkan semuanya." Ucap Tania


"Really?" Ucap Vanessa. Tania pun mengangguk


"Wah makasih kakak." Ucap Vanessa


"Sama-sama Nessa." Ucap Tania


"Keadaan Vinda belum membaik?" Ucap Tania


Ga, gue gabisa kasih tau kak Tania dan yang lain. Biarkan Vinda yang memberitahu mereka sendiri. Batin Vanessa


"Belum kak." Ucap Vanessa


"Billy sering kesitu?" Ucap Tania


"Tiap hari kak." Ucap Vanessa


"Biarkan saja nes, paling penting Vinda tidak disakiti Billy." Ucap Tania


"Iya kak." Ucap Vanessa


"Bagaimana dengan dua orang itu kak?" Ucap Vanessa


"Masih bertahan di penjara." Ucap Tania


"Belum memutuskan untuk mati ternyata." Ucap Vanessa


"Apa perlu dilakukan sesuatu nes?" Ucap Tania


"Tidak kak, biarkan saja aku sendiri yang akan mengurus mereka." Ucap Vanessa


Saat Vanessa sedang berbincang-bincang dengan Tania tiba-tiba ada yang menutup matanya dari belakang.


"Lepasin kak." Ucap Vanessa ketus


"Bagaimana kamu tau?" Ucap Satria


"Parfum yang kau pakai." Ucap Vanessa


"Baiklah nes, kakak tutup ya." Ucap Tania


"Iya kak. Besok jam berapa?" Ucap Vanessa


"Jam 8 sudah harus ada di pesawat." Ucap Tania


"Baiklah kak." Ucap Vanessa. Tania pun mematikan panggilannya karena ia tidak ingin mengganggu waktu Vanessa bersama Satria.

__ADS_1


__ADS_2