I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 179


__ADS_3

"Keluar kalian." Ucap salah satu orang yang memakai jubah hitam.


Tetapi Vanya,viola,vinda dan Irene tidak kunjung keluar, walau beberapa orang yang diluar mobil mereka mulai mengeluarkan senjata dari balik jubah mereka.


Brakk..Brakk..Brakk..


"Kalian keluar atau mobil ini hancur." Ancam seseorang yang memakai jubah hitam.


"Kita hancurkan saja bos." Ucap salah satu anggotanya.


"Kita hitung sampai tiga, jika kalian tidak segera keluar. kalian akan menyesal." Ucap seseorang yang dipanggil bos.


"Wah iya pasti kita akan menyesal." Ucap Irene


"Iya kalian akan menyesal jika tidak keluar dari mobil." Ucap anggota lain


"Memang apa yang akan kalian lakukan." Ucap Viola


"Kami akan hancurkan mobil ini." Ucap anggota lain


"Waw impresif." Ucap Vinda


"Bisa kalian contohkan bagaimana cara menghancurkan mobilnya." Sambung Vinda


"Seperti ini...


Brakk..Brakk..


dor..dor..dor..


"Tunggu." Ucap ketua musuh


Mereka pun menoleh ke arah belakang, benar saja. V3 dan Irene sudah keluar dari mobil. Mereka pun sudah memakai topeng milik BLS.


"HAI.." Ucap mereka serempak


"Ta..tap..tapi.. bukankah didalam sini ada beberapa gadis." Ucap sang ketua musuh


"Lihatlah kalian merusak mobil mahal kami." Ucap Viola santai

__ADS_1


"Ma..maafkan kami ketua." Ucap ketua musuh


"Cicilan ini belum selesai, dan kalian dengan mudah menghancurkan itu." Ucap Vinda


"Maaf nona, tapi kami mengincar beberapa gadis yang ada didalam mobil ini." Ucap anggota lain


"Aishh kenapa?" Ucap Irene


"Ketua besar ingin kami membawa mereka, ke hadapan nya." Ucap salah satu anggota


"Untuk apa?" Ucap Vanya ketus


"Ke..ketua besar, i..ingin bertemu dengan mereka." Ucap anggota lain dengan terbata-bata karena aura Vanya sangat kuat.


"Katakan pada ketua terbesar kalian. untuk tidak mengganggu keempat Gadis itu atau dia sangat menyesal." Ucap Vanya dingin


"A..apa alasannya no.. nona.." Ucap ketua musuh


"Kalian tidak perlu tau." Ucap Vanya datar


"Sebaiknya sekarang kalian segera pergi, atau kami akan melakukan hal yang diluar dugaan kalian." Ucap Viola datar


"Cih, seperti itu saja pergi. " Ucap vinda dengan senyum mengejek


"Tidak pantas jika berisik di area makam Vin." Ucap Viola ketus


"Lah iya, gue lupa dong." Ucap Vinda


"Cantik sih, tapi sayang otaknya sebiji upil." Ucap Viola ketus


"Enak aja lo." Ucap Vinda tak kalah ketus


"Stop. sekarang kita harus pulang dengan apa?" Ucap Irene


"Terpaksa kita harus menggunakan angkutan umum." Ucap Vanya datar


"Yah, serius?" Ucap Viola,vinda dan Irene. sedangkan Vanya hanya menganggukkan kepalanya.


"Come on Van, pasti ada cara lain." Ucap Vinda. tetapi Vanya sudah berjalan lebih dulu meninggalkan teman-temannya dan menuju jalan raya.

__ADS_1


"Terserah jika kalian ingin pulang larut malam, hantu jam segini suka kelayapan." Ucap Vanya datar


Huaaaaaaaaaaaaaaaaa


Vinda,viola dan Irene pun berlari menyusul Vanya. mereka berlari sangat cepat, hal itu membuat Vanya tertawa dengan nada mengejek.


"Jabatan ketua dan tangan kanan. tapi dengan hantu takut." Ucap Vanya dengan senyum miring


"ngada-ngada kalau ngomong, eh Van kita ga takut." Ucap Viola


"Cuma takut aja para hantu cowok tergoda dengan kecantikan kita." Ucap Irene


"Kenapa kalian sangat percaya diri begini." Ucap Vanya ketus


"Secara kita kan bidadari cantik." Ucap Viola


"Najis." Ucap Vanya datar


"Ada yang iri dengan kecantikan gue." Ucap Vinda


"Lebih baik kalian diam, dan tanya kepada orang itu. jam berapa biasanya angkutan umum lewat." Ucap Vanya datar


"Gue coba tanya." Ucap Vinda santai


Vinda berjalan mendekati sebuah warung kecil yang ada diseberang jalan raya.


"Permisi nyonya, jam berapa angkutan umum lewat sini?" Ucap Vinda


"Iya nak..


"Biasanya sebentar la..lagi ketua..," Ucap penjaga warung itu yang terkejut karena kedatangan Vinda yang terkenal sebagai salah satu ketua BLS.


Beberapa menit kemudian bis pun datang, bahkan supir bis saja terkejut karena penumpangnya bukan orang biasa, bahkan penumpang lain tak kalah terkejut seperti supir bis.


"Ke..kemana ketua.." Ucap supir bis


"Jalan X." Ucap Vanya datar


"Ba..baik ketua.. si.. silahkan duduk." Ucap supir bis

__ADS_1


3V dan Irene berjalan dengan santai, tidak ada satupun penumpang yang berani menatap mereka. Hal itu sudah biasa mereka alami, selagi tidak terlalu mengganggu maka mereka akan mendiamkan itu. Tetapi ditengah perjalanan bis itu mengalami kerusakan pada bannya, hal itu membuat bis menjadi oleng.


__ADS_2