I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 226


__ADS_3

Pagi harinya 4v sudah bersiap untuk kesibukan mereka masing-masing.


"Jadi fitting baju hari ini Vin?" Ucap Vanessa sambil mengenakan blazer nya.


"Jadi dong nes, ini Billy otw ke sini sih." Ucap Vinda


"Sorry ya vin kalau kita ga bisa nganterin, perusahaan bokap ada sedikit problem soalnya." Ucap Vanya


"Iya, gue gantiin lo di BL Company." Ucap Viola


"Santai aja, kan masih ada Billy yang bisa nganterin." Ucap Vinda


"Pokoknya lo nanti harus ngasih tau ke kita baju-bajunya gimana, gue pengen tau secakep apa lo pake gaun pengantin." Ucap Viola


"Iya nanti gue share deh ke grup." Ucap Vinda


"Bagus, ini baru saudara gue." Ucap Viola


"Irene mana?" Ucap Vanessa


"Gatau nes, dari pagi gue belom liat dia keluar dari kamar." Ucap Viola


"Loh kak Tania?"


Vanessa terkejut karena Tania keluar dari kamar Irene.


"Irene demam, jadi hari ini yang nemenin vio ke BL Company si Rani." Ucap Tania


"Kita liat Irene dulu yuk." Ucap Vinda


4v menuju ke kamar Irene, dahi Irene di kompres bahkan AC dikamarnya pun mati hanya jendela kamarnya yang dibuka.


"Ren, lo mikir apa?" Ucap Vanessa


"Gue ga mikir apa-apa nes, tiba-tiba gue kangen aja sama ortu gue." Ucap Irene


"Astaga ren, mereka pasti bahagia kok diatas sana." Ucap Viola


"Sampe demam lo mikirin gini ren." Ucap Vinda


"Lo udah makan belum? Kalau belum gue buatin ren." Ucap Vanya


"Gue udah makan kok Van tenang aja." Ucap Irene


"Udah ren gausah dipikirin lagi, lo kalau keterlaluan mikir jadinya gini kan." Ucap Viola


"Iya sorry banget deh." Ucap Irene


"Yaudah, lo istirahat aja dulu deh. Jangan lupa obatnya diminum tuh dari kak Desy." Ucap Vanessa


"Iya nes iya." Ucap Irene


"Yaudah kita ke kantor dulu ya ren." Ucap Viola


"Ren nanti gue fitting baju, lo ikut komen ya di grup ntar yang bagus mana sama gue." Ucap Vinda


"Iya gue pastiin komen kok Vin tenang aja." Ucap Irene


"Sayang banget gue sama lo ren, saudara perempuan gue." Ucap Vinda


Tanpa mereka sadari mata Irene mulai berkaca-kaca, ia tidak menyangka jika keempat temannya sesayang itu padanya.


Sorry ya guys kalau gue ada salah ke kalian, gue sayang kok ke kalian, sayang banget malah. Batin Irene


4v sudah keluar dari kamar Irene, setelah pintu benar-benar tertutup rapat Irene pun menangis karena perhatian dari teman-temannya benar-benar tulus.


"Gue sama Vanya duluan ya." Ucap Vanessa


"Iya nes hati-hati dijalan." Ucap Vinda


"Lo ga berangkat Vi?" Ucap Vinda


"Gue sama kak Rani kalau lo lupa." Ucap Viola


"Oh iya, sorry dong." Ucap Vinda

__ADS_1


"Sudah Vi?" Ucap Rani


"Sudah kak." Ucap Viola


"Kita berangkat dulu ya Vin." Ucap Rani


"Iya kak, hati-hati ya." Ucap Vinda


"Lo jangan aneh-aneh sama Billy." Ucap Viola


"Engga Vi, astaga lo dari kemarin ngomong gitu deh." Ucap Vinda


"Bodoamat, yaudah gue berangkat dulu." Ucap Viola


"Iya."


Mobil yang dikendarai Rani mulai menjauh, tanpa Vinda sadari matanya mulai berkaca-kaca.


"Gue pasti kangen momen kek gini sama kalian setelah gue nikah nanti, sehat-sehat ya kalian. Kalian anak kuat bahkan gue sendiri bingung harus balas kebaikan kalian bagaimana lagi." Ucap Vinda lirih


Lamunan Vinda buyar karena klakson dari Billy.


"Sayang, jangan melamun begitu." Ucap Billy


"Siapa yang ngelamun coba." Ucap Vinda sambil menyeka air matanya.


Vinda berjalan mendekati mobil Billy, ia masuk ke dalam mobil dan duduk disebelah Billy.


"Udah?" Ucap Billy


"Udah bil." Ucap Vinda


Billy mulai melajukan mobilnya, Billy juga menyiapkan camilan untuk Vinda.


"Bil, kamu mau jualan keliling apa bagaimana ini?" Ucap Vinda


"Udah kamu makan aja dulu, lagian perjalanannya lumayan jauh sayang." Ucap Billy


"Bil, Brian belum kembali kesini kan?" Ucap Vinda


"Gapapa kok nanya aja." Ucap Vinda


"Kalaupun Brian kembali ke negara ini juga kumpul sama yang lain." Ucap Billy


"Tapi aneh bil, akhir-akhir ini Irene sering keluar malam dan itupun sendiri." Ucap Vinda


"Ya mungkin dia ingin membiasakan kemanapun sendiri sayang." Ucap Billy


"Irene tidak senekat itu bil." Ucap Vinda


"Positif thinking sayang, bisa saja kan dia butuh waktu untuk sendiri dulu." Ucap Billy


"Semoga aja dia tidak memikirkan apapun lagi." Ucap Vinda


"Udah ya sayang, Irene pasti rindu ke orang tuanya itu wajar sayang." Ucap Billy


"Ibu kabarnya gimana bil?" Ucap Vinda


"Ibu, sehat dong sayang. Bahkan ibu tidak sabar bertemu menantunya yang cantik ini." Ucap Billy sambil menggenggam tangan Vinda


"Idih gombalan receh." Ucap Vinda


"Kamu pikir yang mau secepatnya fitting baju siapa kalau bukan ibu coba." Ucap Billy


"Astaga, sayang banget sama ibu." Ucap Vinda


"Jangan bilang kalau ditempat fitting baju nanti ada ibu." Ucap Vinda


"Yah ketebak deh." Ucap Billy


"Kapan ibu datang bil?" Ucap Vinda


"Tadi malam sayang." Ucap Billy


"Kok kamu ga bilang ke aku bil?" Ucap Vinda

__ADS_1


"Semalam kamu kan sibuk sayang, jadi aku pamit ke kamu mau keluar itu mau jemput ibu dibandara." Ucap Billy


"Yah aku gatau bil, tau gitu aku ikut jemput." Ucap Vinda


"Udah gapapa lagian ibu juga ga masalah kan." Ucap Billy


"Ibu juga ngerti sayang kalau semalam kamu sibuk." Sambung Billy


Ishh Vinda kali ini lo lewatin hal penting jadi menantu kesayangan deh. Batin Vinda


"Udah ga perlu nyesel sayang, ibu disini juga sampai setelah pernikahan kita kok." Ucap Billy


"Serius bil?" Ucap Vinda


"Iya, kamu habisin waktu itu sama ibu terserah kamu deh." Ucap Billy


"Yes, seneng banget bisa kemana-mana ajak ibu." Ucap Vinda


Billy pun tersenyum mendengar ucapan Vinda.


-------


Diperusahaan vebranza


Mike saat ini berada di perusahaan Satria, ia benar-benar bingung karena 7 hari lagi ia harus melawan Barrack.


"Gue sebenarnya gabisa ngambil langkah ini sat, tapi mau gimana lagi, Barrack benar-benar tidak memberiku pilihan lain." Ucap Mike


Beberapa hari Mike memikirkan hal ini, ia frustasi karena Barrack memberikan tantangan yang sebenarnya Mike sendiri tidak mau melakukannya.


"Coba lo bicarain lagi sama Barrack." Ucap Steve


"Segala cara udah gue bicarain ke dia, tapi dia tetap ingin melawan gue di ring." Ucap Mike


"Yasudah lawan saja." Ucap Satria


"Ga semudah itu sat, gue ga mau mukul temen gue sendiri." Ucap Mike


"Tapi lo gapunya pilihan lain Mike." Ucap Steve


"Kalian berdua ga punya solusi gitu?" Ucap Mike


"Kalaupun ada, itu ga akan buat Barrack berubah pikiran." Ucap Satria


"Bener tuh, Barrack dari dulu kan keras kepala, bahkan caranya buat dapatin Qia juga maksa kan." Ucap Steve


"Oh iya Steve, lo kan jago banget tuh buat nyari bukti." Ucap Mike


"Terus?" Ucap Steve


"Cariin bukti waktu Barrack nidurin Qia waktu itu, biar dia batalin pertandingan ini." Ucap Mike


"Itu sih gampang aja gue lakuin Mike." Ucap Steve


"Tapi lebih baiknya gausah dibatalin, biar Barrack tau pukulan lo sesakit apa." Sambung Steve


"Gini aja deh Mike."


Satria memberikan rencana pada Mike untuk membuat Barrack tidak berkutik lagi, agar dia merestui hubungan Mike dan Viola.


"Bagus banget tuh, emang kawan gue satu ini cerdas banget, cocok deh sama Vanessa." Ucap Mike


"Iya, kalau jadi nikah punya anak. Bocil lain baru sekolah anak mereka udah lulus duluan." Ucap Steve


"Lah kok gitu?" Ucap Mike


"IQ nya ga keitung." Ucap Steve


"Wahh boleh sih boleh." Ucap Mike


"Ngapain ngomongin gue?" Ucap Satria


"Lah iya juga, udahlah berarti gue harus pakai teori dari lo ya sat." Ucap Mike


"Lo pakai terserah, engga juga terserah." Ucap Satria

__ADS_1


"Si Barrack bgst banget emang, ngehantuin gue sampai mimpi. Gue tidur bukan mimpi yang menyenangkan malah ketemu Barrack dengan ancamannya." Ucap Mike


__ADS_2