I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 203


__ADS_3

Pagi harinya Vanessa berencana menemui Satria, Vanessa sendiri ikut kasihan pada Satria karena cerita ketiga kakaknya juga yang mengatakan jika Satria merasa kehilangan dia.


"Satria belum pernah jatuh cinta, sekalinya jatuh cinta itu pun padamu princess." Ucapan ketiga kakaknya itu masih terngiang di kepala Vanessa.


Vanessa mengajak Vanya karena di mansion Satria juga ada Arjuna, Vanessa tidak ingin membuat mereka sakit jantung karena pulangnya dia.


"Morning semuanya." Ucap Vanessa. Di meja makan sudah ada Vanya.


"Morning sayang." Ucap ayah dan bunda


"Morning princess." Ucap ketiga kakaknya


"Morning nes." Ucap Vanya


"Morning kakak." Ucap Dani


"Vanya baru lima menit yang lalu sampai sayang, sekalian bunda ajak makan. Pasti Vanya belum makan." Ucap Bunda


"Sebenarnya Vanya sudah makan bunda." Ucap Vanya


"Bunda tidak menginginkan penolakan sayang." Ucap Bunda


"Baiklah kalau bunda yang meminta, Vanya tidak bisa menolaknya." Ucap Vanya diiringi senyuman


"Van." Ucap Rino


"Iya kak?" Ucap Vanya


"Lo cantik, ayo jadi pacar gue?" Ucap Rino. Semua yang ada di meja makan pun melongo mendengar ucapan Rino.


"Heh Panjul, Vanya itu milik Arjuna gausah nikung temen sendiri lo." Ucap Reno


"Jangan mau sama Arjuna, mending sama Rino aja." Ucap Rino


"Gausah van, ni bocah otaknya sesad." Ucap Reno


"Vanya masih ingin bahagia sendiri kak bersama keluarga." Ucap Vanya


"Lagian lo ngajak pacaran serasa ngajak beli jajan." Ucap Dean


"Ya siapa tau aja diterima kak." Ucap Rino


"Emang Rino sayang ke Vanya?" Ucap Ayah


"Belum ayah." Ucap Rino


"Nah belum kan, jangan mempermainkan hati wanita, Ayah tidak pernah mengajarkan kalian seperti itu." Ucap Ayah


"Jika kalian sudah punya istri sayangi istri kalian layaknya kalian menyayangi bunda, jangan pernah membanding-bandingkan istri kalian dengan wanita lain atau pun sama bunda. Jangan menuntut istri kalian menjadi yang sempurna karena jika istri kalian mempunyai kekurangan kalian bisa menutupi dengan kelebihan kalian."


"Jangan pernah memiliki pikiran untuk meninggalkan istri kalian demi wanita lain. Jika kalian sudah tidak menyayangi istri kalian lebih baiknya kalian kembalikan ke orang tuanya, selayaknya kalian mengambil dia dari kedua orang tuanya." Ucap Ayah


"Tapi jika dia tidak memiliki orang tua bagaimana ayah?" Ucap Rino


"Dark." Ucap Vanessa


"Pasti dia punya kerabat atau saudara, tapi lebih baiknya jangan sampai tergoda wanita lain karena istri kalian juga lebih menggoda di mata laki-laki lain." Ucap Ayah


"Kalian bisa ingat itu kan." Sambung ayah

__ADS_1


"Bisa ayah." Ucap Dean dan duo R


"Sekarang kita makan dulu ya." Ucap Bunda


Mereka makan dengan tenang hanya ada dentingan sendok garpu dan piring saja.


"Kalau Dani ngajak felisha pacaran mau ga ya?" Ucap Daniar.


Uhukkk uhukkk


Semua yang ada di meja makan pun terkejut, bahkan Vanya tersedak mendengar ucapan Daniar. Bunda spontan melihat Daniar begitu juga ayah.


 


Tok tok tok


"Tuan, anda jam 10 ada meeting dengan klien dari negara C." Ucap Steve


"Hmmm."


Satria pun terbangun karena ketukan pintu dari Steve, ia melihat jam di nakas yang menunjukkan pukul tujuh. Satria pun bergegas mandi, ia akan ke kantor jam 9.


Ketika Satria mandi, ia merasa ada yang aneh karena pintu kamar mandi beberapa kali di ketuk dari luar. Satria bukan laki-laki penakut tetapi ia selalu kesal jika diganggu seperti itu.


Siapapun kau, berani mengusikku akan ku hancurkan. Batin Satria


Tok tok tok


Beberapa saat kemudian satria keluar dari kamar mandi, waktu ia membuka pintu tidak ada siapapun hanya ada makanan di nakas. Ia mengerutkan dahinya karena ia berpikir jika Steve atau Arjuna yang membeli makanan.


Satria mendekati nakas dan ia heran karena makanan yang ada di nakasnya adalah makanan yang pernah ia berikan pada Vanessa.


Ketika satria akan menuju walk in closet, ia melihat jas kesayangannya yang berwarna hitam sudah ada di atas kasurnya. Ia menyadari jika kasurnya sudah tertata rapi, seingatnya kasur masih berantakan waktu ia masuk ke kamar mandi.


Satria mengambil jas itu untuk mengganti dengan jas lain, keluar dari walk in closet ia memasang jam tangannya di dekat kasur tiba-tiba


"Kenapa kau mengganti jasmu?"


Suara itu membuat Satria melotot, karena suara itu yang ia rindukan. Satria pun melihat ke sofa yang ada di kamarnya, ia semakin terkejut karena yang duduk di sofa itu adalah orang yang ia cari dan ia rindukan.


"Hei aku bertanya, kenapa kau mengganti jasmu?" Ucap Vanessa. Satria tetap diam mengamati Vanessa.


Vanessa pun mendekati Satria, ia membenarkan dasi Satria yang sedikit berantakan. Satria terus menatap Vanessa, Vanessa pun menatap Satria yang sedikit lebih tinggi darinya. Vanessa tersenyum menanggapi tatapan Satria.


"Bukankah lebih bagus jas yang aku ambilkan tadi." Ucap Vanessa


"Tapi biarkan saja, ini sama saja kok." Ucap Vanessa


"Sudah tuan, saya akan keluar sekarang." Ucap Vanessa


Belum sempat Vanessa melangkah dari hadapan Satria, ia sudah berada di pelukan Satria, Vanessa bisa mendengarkan detak jantung Satria lebih cepat. Vanessa membalas pelukan Satria.


"Ini beneran kamu?" Ucap Satria. Vanessa pun mengangguk.


"Aku merindukanmu." Ucap Satria.


"Aku tau." Ucap Vanessa


"Jangan pergi lagi." Ucap Satria

__ADS_1


"Tidak bisa janji." Ucap Vanessa


"Aku akan mengurungmu jika pergi lagi." Ucap Satria


"Aku bukan binatang." Ucap Vanessa


"Kau milikku." Ucap Satria


"Bukan." Ucap Vanessa


"Mulai saat ini kau milikku dan tidak ada penolakan." Ucap Satria


"Dasar pemaksa." Ucap Vanessa


"Aku tidak peduli." Ucap Satria. Vanessa mencoba melepaskan pelukannya, tetapi Satria semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak mau tuan pemaksa." Ucap Vanessa


"Aku tidak menerima penolakan." Ucap Satria


"Bisa kau lepas pelukannya." Ucap Vanessa


"Tidak." Ucap Satria


"Aku bisa mati." Ucap Vanessa. Satria sedikit melonggarkan pelukannya.


"Maaf." Ucap Vanessa


"Untuk?" Ucap Satria


"Maaf jika aku membuatmu seperti ini." Ucap Vanessa


"Tidak masalah." Ucap Satria


"Sejauh apapun kau pergi, kau tetap milikku." Sambung Satria.


Satria melepaskan pelukannya, ia menatap kedua mata Vanessa. Satria mendekatkan mukanya


"Kau harus makan." Ucap Vanessa lalu mengambil makanan yang ada di nakas. Muka satria pun masam karena ia gagal mencium Vanessa.


"Hei kau kenapa?" Ucap Vanessa


"Kau tidak senang aku menemuimu?" Ucap Vanessa.


Satria pun duduk di sofa bersebelahan dengan Vanessa.


"Makan lah." Vanessa memberikan piring itu kepada satria.


"Suap." Ucap Satria


"Tanganmu putus?" Ucap Vanessa


"Anggap saja iya." Ucap Satria


"Makan sendiri." Ucap Vanessa. Satria pun menggelengkan kepalanya.


"Suap." Ucap Satria


"Ayoklah kak makan sendiri." Ucap Vanessa

__ADS_1


"Suap." Ucap Satria. Vanessa pun mendengus kesal karena sifat Satria, tetapi ia juga bahagia karena bisa menemui Satria lagi.


Vanessa pun menuruti permintaan Satria, itu juga ia lakukan karena ia merasa bersalah pada Satria. Badan Satria lebih kurus dari sebelum ia pergi dari negara A.


__ADS_2