I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 169


__ADS_3

"Cih sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai adikku." Ucap Reno lalu meninggalkan semua keluarga.Vanessa melepaskan pelukan bunda.


"Apa yang kak Reno takutkan?" Ucap Vanessa lantang. Seketika Reno menghentikan langkahnya.


"Walaupun Nessa ketua mafia, tetapi Nessa tidak akan pernah membahayakan nyawa kalian. Kalaupun taruhannya adalah nyawa, Nessa yang akan mempertaruhkan nyawa Nessa untuk keselamatan kalian. Nessa memang ketua mafia, bukan berarti Nessa menyakiti semua orang ataupun keluarga Nessa sendiri. Kak Reno tenang aja ini terakhir kalinya Nessa menginjakkan kaki di mansion ini. Setelah ini Nessa akan pergi untuk selamanya." Ucap Vanessa tegas.


Reno hanya bisa diam mendengar ucapan Vanessa, dihati Reno sebenarnya sakit mendengar ucapan Vanessa. Tapi ia juga malu karena pernah menampar Vanessa.


"Apa yang kamu katakan nak?" Ucap ayah lembut


"Kamu tidak akan pergi kemanapun princess, ini rumah kamu juga." Ucap Dean


"Semua orang pasti akan pergi kembali ke sisi Tuhan." Ucap Vanessa diiringi senyuman manis.


"Sayang jangan berbicara seperti itu." Ucap bunda lembut. Vanessa hanya tersenyum menanggapi ucapan bunda.


"Maaf ayah,bunda,kak Dean, kak Rino, kak satria dan kak Steve. Vanessa harus pamit dulu, jemputan Vanessa sudah ada di depan." Ucap Vanessa lalu mengarahkan kursi rodanya ke arah pintu mansion.


Tetapi Vanessa kalah cepat karena Dean menahan Vanessa, Vanessa menoleh ke arah Dean.


"Jangan pergi princess, kakak mohon jangan pergi lagi. Cukup kamu terbaring selama 1 Minggu dan itu melukai ku princess." Ucap Dean dengan mata berkaca-kaca. Dean menggenggam lembut tangan Vanessa.


"Kakak bisa menemukan Nessa di markas kak." Ucap Vanessa lembut


"Tapi kakak ingin kamu disini princess, kamu terluka juga karena kakak. kakak mohon princess tetaplah disini, biarkan kakak merawatmu untuk menebus kesalahan kakak." Ucap Dean yang berlutut di hadapan Vanessa. Vanessa mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Dean.


"Kakak bisa menemui Vanessa dimarkas,  kak Dean tidak perlu merasa bersalah. Nessa terluka karena kesalahan Nessa sendiri yang tidak fokus pada musuh." Ucap Vanessa lembut.


"Kakak mohon princess, tetaplah disini. Bahkan daniar juga sering mencari kamu." Ucap Dean


"Kakak ataupun Dani boleh bermain ke markas, Nessa akan selalu ada disana. Nessa tidak bisa disini kak, kak Reno belum bisa menerima Nessa. Jadi biarkan kak Reno dapat menerima Nessa dulu ya kak. Nessa gak mau semakin memperburuk hubungan keluarga." Ucap Vanessa lembut.


Dean memeluk Vanessa, ia sangat enggan Vanessa pergi. Tetapi yang dikatakan Vanessa ada benarnya sehingga Dean tidak dapat berkata apapun.


Vanessa melepaskan pelukan dean dan menuju ke mobil yang telah Rizki siapkan, karena Vanessa sudah menebak jika ini akan terjadi sehingga ia menghubungi Riski untuk segera menuju ke mansion samudra.


Bahkan satria dan Rino tidak dapat mencegah Vanessa, sedangkan ayah langsung menuju ke kamar Reno. Ayah masuk ke kamar Reno tanpa mengetuk pintu.

__ADS_1


"Kamu keterlaluan Reno." Ucap ayah


"Tidak ada alasan bagi Reno jika harus membela dia yah." Ucap Reno tanpa menatap ayah.


"Tidak ada alasan juga kamu membencinya." Ucap ayah


"Sudahlah ayah, jika ayah ke kamar Reno hanya untuk membahas mafia itu lebih baik ayah keluar." Ucap Reno


"Siapa yang mengajarkan kamu bersifat kurang ajar Reno." Ucap ayah dengan nada tinggi


"Tidak ada, hanya saja Reno tidak suka jika ada yang membahas mafia itu." Ucap Reno santai


"Kamu pasti menyesal karena memperlakukan Vanessa seperti itu Reno." Ucap ayah lalu keluar dari kamar Reno.


"Sebenarnya Reno sudah menyesal ayah dengan mengatakan itu pada princess, tetapi Reno juga tidak bisa jika harus bersikap baik padanya. Reno sangat malu, selama ini Reno tidak pernah memukul princess tetapi karena pengakuan itu Reno sempat terbawa emosi sehingga memukul princess." Ucap Reno lalu meneteskan air mata.


Dimobil, Vanessa dan Rizki kembali ke markas. Di dalam mobil Vanessa meneteskan air mata karena ucapan Reno.


"Sudahlah nes, mungkin kakakmu masih terbawa emosi." Ucap Rizki


"Harus gimana lagi gue berbuat." Ucap Vanessa


Vanessa hanya mengangguk menanggapi ucapan Rizki, tidak lama Vanessa pun tertidur karena ia sangat lelah. Ditengah perjalanan Rizki sangat ingin mengatakan sesuatu pada Vanessa, tetapi ia berpikir kembali untuk mengatakannya karena Vanessa kelelahan.


Bagaimana aku mengatakan ini nes, ini sangat penting. Batin Rizki


Tiba-tiba Rizki mengerem mendadak dan membuat Vanessa terbangun dari tidurnya karena ia sedikit terhuyung ke depan.


"Aishh, kau ini kenapa?" Ucap Vanessa sambil memijit pelipisnya karena ia terkejut sehingga tidurnya terganggu dan itu membuat kepala Vanessa pusing.


"Itu tadi ada kucing melintas secara tiba-tiba." Ucap Rizki lalu melanjutkan perjalanan dengan perlahan.


"Maaf mengganggu tidurmu nes." Ucap Rizki


"It's okay." Ucap Vanessa santai


"Ehm.. nes apa aku boleh membicarakan sesuatu padamu?" Ucap Rizki yang sedikit ragu

__ADS_1


"Tentu. Katakan saja." Ucap Vanessa santai


"Tapi semoga saja ini tidak terjadi." Ucap Rizki. Vanessa menaikkan alisnya sebelah saat mendengar ucapan Rizki.


"Jadi begini...


-FLASHBACK ON-


Rizki mendapat pesan dari Vanessa untuk menjemputnya di mansion samudra. Vanessa mengirimkan pesan itu saat ia sedang diluar mansion bersama Steve. Rizki pun segera menancapkan gas mobil BLS menuju mansion samudra dengan kecepatan penuh.


Saat di lampu merah Rizki tidak sengaja mendengarkan ucapan seorang peramal yang di mobil sebelahnya. Peramal itu berbicara tanpa menatap Rizki.


"Jaga temanmu baik-baik karena akan ada sesuatu yang buruk menimpa dia." Ucap peramal itu. Sontak Rizki pun menoleh ke arahnya.


Bahkan orang disebelah peramal itu mengangguk pada rizki, Rizki pun menunjuk pada dirinya. Dan orang disebelah peramal itu tetap mengangguk.


"Semua itu akan terjadi di tempat yang penuh dengan air." Ucap peramal itu. Rizki masih kebingungan apa yang diucapkan peramal itu.


Aish abaikan saja, peramal pasti akan sok tau. Batin Rizki


"Saya tidak bicara main-main anak muda. Lebih baik kau jaga temanmu yang sedang memiliki masalah dengan keluarga angkatnya." Ucap peramal itu. Rizki pun membeku ketika peramal itu mengucapkan tentang keluarga angkat.


Tidak lama lampu hijau pun menyala, dan mobil yang ada di sebelah Rizki bukan seorang peramal. Melainkan anak-anak remaja yang sengaja membuka kaca mobil karena sedang merokok. Rizki pun menggelengkan kepala dan mengucek matanya.


Mobil-mobil dibelakang Rizki pun menyalakan klakson dan Rizki menancapkan gasnya dengan kecepatan penuh sehingga ia cepat sampai di mansion keluarga samudra.


-FLASHBACK OFF-


"Itu hanya halusinasi lo aja." Ucap Vanessa santai


"Tapi peramal itu seperti nyata nes." Ucap Rizki


"Sejak kapan tangan kanan BLS percaya pada seorang peramal." Ucap Vanessa. Rizki pun tidak bisa menjawab ucapan Vanessa.


"Sudahlah, kau terlalu berlebihan. Mungkin istirahatmu kurang, setelah ini kau istirahat saja." Ucap Vanessa lalu membuka ponselnya.


Vanessa terkejut karena ada banyak panggilan dari Vanya, bahkan vinda dan Viola ikut mengirimkan pesan pada Vanessa.

__ADS_1


Mereka kenapa? Gak biasanya sampai hubungin gue kayak gini. Batin vanessa


__ADS_2