
Saat ini Vanya berada di kamarnya, ia membuka ponselnya dan menemukan foto dirinya bersama Vanessa.
"Nes gue gamau berharap lebih, tapi kalau emang itu lo gue bahagia banget." Gumam Vanya
"Kalaupun bukan, gue pasti cari lo sampai ketemu nes."
"Gue rindu kita bareng-bareng. Latihan bareng, Perang bareng."
Vanya sangat ingin ikut mencari Vanessa lagi, tapi papanya belum memberikan izin karena Vanya baru kembali dari rumah sakit.
-Flashback on
Vanya sudah berada di kamarnya, dan teman-temannya pun sudah pulang termasuk Arjuna. Awalnya Arjuna masih ingin dirumah Vanya, tetapi Satria menghubungi Arjuna untuk menuju ke mansionnya.
Tok tok tok
"Vanya ini papaa."
"Masuk aja pa." Ucap Vanya
"Belum istirahat sayang?" Ucap papa
"Belum pa, Vanya ingin memastikan perusahaan saja kok." Ucap Vanya lalu menaruh iPad nya.
"Ada yang mau papa bicarakan sayang." Ucap papa
"Ada apa pa?" Ucap Vanya
"Kamu sudah menemukan tanda-tanda Vanessa ada dimana?" Ucap papa
"Belum sih pa, apalagi Vanya baru kembali dari rumah sakit juga kan." Ucap Vanya
"Iya, apa orang suruhan kamu belum menemukan nya juga?" Ucap papa
"Belum juga pa, kalaupun sudah mereka pasti memberikan informasi pada Vanya." Ucap Vanya
Papa Vanya memberikan ponselnya, dan ponsel itu terdapat foto wanita memakai baju serba hitam hanya saja dari belakang.
"Ini...
"Viola yang memberikan informasi itu pada papa, wanita ini selalu berada di makam Adisya dan keluarganya ketika menjelang malam tiba." Ucap papa
"Wanita ini mengaku kerabat Adisya, tetapi Viola bilang kalau kedua orang tua Adisya adalah anak tunggal. Dan yang paling dekat dengan keluarga Adisya adalah Vanessa."
Setelah Vanya meneliti foto tersebut, ia melotot karena ciri-ciri wanita itu sama seperti Vanessa walau dari belakang.
"Pa, kapan Vio dapatin foto ini?" Ucap Vanya
"Kemarin sore." Ucap Papa
"Seperti nya kakak-kakak Vanessa akan ke makam itu nanti sore." Sambung papa
__ADS_1
"Vanya mau ikut pa." Ucap Vanya
"No, kamu dirumah saja badan kamu baru pulih." Ucap Papa
"Pa..
"Nurut Vanya, setelah kamu pulih papa tidak akan melarang kamu ikut mencari Vanessa. Bagaimanapun juga Vanessa adalah anak yang baik, karena dia juga kan Felisha bisa dirumah ini." Ucap papa, Vanya pun mengangguk.
"Sekarang kamu istirahat ya, kalau benar-benar pulih papa izinkan kamu ikut mencari Vanessa lagi." Ucap Papa
"Baik pa." Ucap Vanya
Papa Vanya pun tersenyum karena Vanya benar-benar anak yang penurut, ia juga menyesal dulu pernah membela Sharon dan ibunya.
Bagaimanapun juga ternyata keluarga sendiri lah obat yang sebenarnya dari semua masalah. Batin papa
-Flashback off
----------
Sore harinya Dean,Reno,Rino menuju makam. Begitu pula Satria dan Steve, walau sebenarnya Satria dilarang mamanya untuk ikut mencari Vanessa lagi karena di mansion nya masih ada Siska.
"Tuan, apa tidak masalah jika nona Siska berada di mansion?" Ucap Steve
"Pulang dari makam langsung ke apartemen ku saja." Ucap Satria
"Baik tuan." Ucap Steve
Di mansion Satria, Siska benar-benar kesal pada sikap Satria karena Siska kembali ke Negara A hanya untuk menemui Satria.
"Bagaimana tante?" Ucap Siska yang mulai kesal.
"Anak itu otaknya benar-benar di cuci oleh gadis mafia itu." Ucap Mama Satria
"Apa nama mafia itu tante?" Ucap Siska
"BLS."
Setelah mendengar jawaban Papa Satria, tubuh Siska benar-benar kaku. Ia tau karena BLS yang menghancurkan mafia milik paman Jessie. (masih inget Jessie kan kalian? kalau gainget baca ulang deh) :v
BLS, Mafia paling ditakuti ternyata salah satu ketuanya telah hilang. Batin Siska
"Siska seperti nya tidak jadi menginap malam ini tante." Ucap Siska
"Kenapa?" Ucap Mama Satria
"Siska kembali ke apartemen saja, memang seharusnya Satria bersama ketua mafia itu. Bagaimanapun BLS adalah mafia paling disegani, bahkan perusahaan nya saja berjalan dengan baik karena dibawah kendali 4 gadis cantik." Ucap Siska
"Kau akan tetap menginap Siska." Ucap Mama Satria
"Tidak tante, Aku lupa jika nanti malam ada acara bersama teman kerja ku." Ucap Siska
"Kau bisa pulang kesini kan." Ucap Mama Satria
__ADS_1
"Sudahlah ma, biarkan Siska tidak menginap disini. Mansion ini milik Satria bukan milik mama." Ucap Papa Satria
"Satria adalah putraku pa." Ucap Mama
"Jika Satria memang putramu, tidak seharusnya juga kau memaksakan kebahagiaan mu tanpa memikirkan perasaan putra sendiri." Setelah mengucapkan itu, papa satria meninggalkan istrinya bersama Siska diruang keluarga.
------------
Satria dan Steve sampai ke makam, mereka melihat Dean, Reno,Rino di dekat pintu masuk makam.
"Nah itu Satria." Ucap Dean
"Kita tunggu dimana kak?" Ucap Rino
"Iya kak, kita tidak mungkin menunggu di depan pintu masuk makam kan." Ucap Reno
"Bagaimana kalau kita berpencar saja tuan." Ucap Steve
"Bisakah kau bicara selayaknya kita teman saja Steve." Ucap Dean
"Okey maaf, Kita berpencar saja menuju ke makam-makam lain terlebih dahulu sebelum dia datang." Ucap Steve
"Okey, Gue sama Satria ke makam yang dekat dengan makam keluarga Adisya. Kalian bertiga berpencar saja." Ucap Dean
Mereka pun setuju, Steve berada di makam seseorang yang dekat dengan tembok, begitu pula dengan Reno dan Rino tetapi mereka berpencar. Dean dan Satria menuju ke makam yang dekat dengan keluarga Adisya.
"Xaiza Afgrian." Ucap Satria
"Ngapain lo baca?" Ucap Dean
"Bagaimana jika keluarga yang dimakamkan disini tahu jika kita bukan siapa-siapa mereka." Ucap Satria
"Ini menjelang malam, sudah jarang orang yang datang ke makam." Ucap Dean
"Sepertinya dia perempuan." Ucap Satria
"Darimana lo tau?" Ucap Dean
"Namanya." Ucap Satria
"Udah ya, kita fokus ke rencana awal." Ucap Dean
Sedangkan Reno dan Rino sudah tidak tahan karena mereka mulai digigit nyamuk.
"Lama banget kampr*t." Ucap Rino
"Ni nyamuk ganggu deh." Ucap Reno
"Wah anj*ng nih nyamuk." Ucap Rino
"Yang bener mana, Anj*ng atau nyamuk?" Ucap Reno
"Badan nyamuk tapi tingkah anj*ng." Rino
__ADS_1