
Tiga hari kemudian.
Vanessa dan keempat sahabatnya karena vote yang mereka lakukan dua hari yang lalu mendapatkan persetujuan dari banyak orang. Hari ini mereka akan menggantikan seluruh waiters dan barista yang ada di cafenya dan mereka sendiri yang akan melayani banyak orang.
Awalnya Viko selaku manager di cafe itu melarang mereka, tetapi itu memang kemauan sang ketua. Para waiters dan barista diliburkan selama 1 Minggu karena akan digantikan Vanessa dan keempat sahabatnya
"Kalian siap?" Ucap Vanessa
"Siap dong." Ucap Irene
"Pake topeng nih?" Ucap Vanya
"Ya iya van, semua orang belum tau muka asli kita." Ucap Viola
"Masker aja, kalau topeng takutnya kalian gabisa nafas." Ucap Vanessa
Mereka mengenakan seragam yang biasa para waiters dan barista gunakan, mereka menggunakan name tag dengan nama yang tidak banyak orang tau.
Vanessa: Lia
Vanya: Putri
Viola: Nindi
Vinda: Wanda
Irene: Dila
Pukul 08.00 mereka mulai buka, memang di pagi hari cafe sepi tetapi mendekati pukul 10 mulai ramai.
"Bos kalian yakin?" Ucap Viko
"Lebih baik kau stay di ruangan mu saja manager." Ucap Vanya
"Sampai kapan kau akan menanyakan itu?" Ucap Vanessa
"Kalian pemilik cafe ini dan aku memang tidak bisa membiarkan kalian terjun langsung untuk mengurus cafe." Ucap Viko
"Percayakan pada kami Viko." Ucap Vanessa
Beberapa saat kemudian banyak pelanggan yang mulai datang.
"Selamat siang, mau pesan apa kak?" Ucap Vanessa yang ada di meja kasir.
"Wah ini ya ketua BLS itu." Ucap salah satu wanita
"Loh jadi dijaga sama para ketua BLS nih?" Ucap temuannya
"Jadi kak, kan sesuai vote yang sudah semua orang tentukan." Ucap Vanessa ramah
"Wah boleh foto ga, kapan lagi bisa sedekat ini sama ketua BLS." Ucap mereka. Vanessa pun mengangguk.
Para pengunjung banyak meminta foto bersama Vanessa dan teman-temannya. Bahkan ada para gerombolan laki-laki yang gencar menggoda mereka.
----------
Arjuna akan menghampiri Vanya, ia pergi ke BL COMPANY. Sampai di dekat ruangan Presdir, Rani menghampiri Arjuna.
"Tuan Arjun cari siapa?" Ucap Tania
"Vanya." Ucap Arjuna
"Kebetulan keempat Presdir tidak ada di ruangannya." Ucap Tania
"Kemana?" Ucap Arjuna
"Mereka ada di cafe BLS." Ucap Tania
__ADS_1
"Untuk apa mereka kesana?" Ucap Arjuna
"Mereka turun tangan langsung untuk mengurus cafe, karena berdasarkan vote semua orang jika mereka akan menjadi waiters dan barista selama satu Minggu." Ucap Tania
"Jadi mereka berlima saja?" Ucap Arjuna. Tania pun mengangguk.
"Apakah mereka sanggup mengurus cafe sebesar itu hanya berlima?" Ucap Arjuna
"Tolong jangan meremehkan tenaga mereka." Ucap Tania
"Baiklah terimakasih informasinya." Ucap Arjuna
Arjuna turun kembali menggunakan lift khusus Presdir, seluruh karyawan BL company sudah biasa melihat Arjuna atau Billy sering ke perusahaan.
"Bukannya tuan Arjuna sudah bertunangan sama anak dari tuan Bagaskara ya?" Bisik salah satu pegawai
"Iya, tapi masih saja kesini tak tau malu." Ucap temannya
"Jangan gitu, siapa tau ada urusan bisnis." Ucap temuannya yang lain
"Gamungkin lah, tuan Arjuna kesini sendirian. Kadang pemilik restoran terbesar kesini mau nemuin siapa juga? Kalian ngerasa aneh ga sih." Ucap pegawai
"Kalian digaji yang cukup besar bukan untuk menggosip tapi bekerja." Ucap Karina tegas
"Karina gaji kita denganmu tidak kalah jauh kan, lagipula kenapa kau ikut campur." Ucap pegawai itu
"Kau tau sendiri jika Presdir benci karyawan yang selalu menggosip, jika kau ingin aman lebih baik hentikan gosipanmu dan kembali bekerja." Ucap Karina lalu pergi ke ruangannya sendiri.
Ketiga pegawai yang mendapatkan teguran dari Karina pun sedikit kesal, mereka masih lanjut menggosip.
"KEMBALI BEKERJA." Ucap Tania tegas.
"Baik nona." Ucap mereka
"Kalian digaji besar bukan untuk menggosip, kerja belum benar sudah berani menggosipkan Presdir yang tidak-tidak." Ucap Tania.
---------
Di parkiran Arjuna bertemu dengan Billy.
"Balik bil." Ucap Arjuna
"Lah kenapa?" Ucap Billy
"Semuanya ada di cafe milik BLS, tidak ada yang disini. Disini hanya ada Tania sama Daffa." Ucap Arjuna
"Yah sia-sia gue kesini, tau gitu langsung belok aja ke cafe." Ucap Billy
"Mana cafe rame banget." Ucap Billy
"Kita kesana aja lah." Ucap Arjuna
Mereka berdua menuju ke cafe BLS. Sedangkan Satria uring-uringan di negara F karena ia tau jika hari ini Vanessa akan menjaga cafe BLS.
"Steve kapan kembali?" Ucap Satria
"Minggu depan tuan." Ucap Steve
"Percepat lah." Ucap Satria
"Maaf tuan, Minggu depan sudah paling cepat." Ucap Steve
Awas saja jika ada laki-laki menggoda Vanessa. Batin Satria
Sepertinya dia khawatir jika Vanessa diincar laki-laki lain. Batin Steve
Satria menatap layar ponselnya, ia memandangi foto Vanessa yang menjadi wallpaper ponselnya.
__ADS_1
Aku merindukanmu nessaaaaaaaa. Batin Satria
----------
Di cafe BLS Vanessa dan sahabatnya sedikit kualahan karena cafe yang bertingkat tiga mulai ramai, hanya saja tingkat ketiga itu ruangan yang tidak boleh sembarang orang masuk kecuali pemilik cafe atau pegawainya.
Cafe BLS semakin ramai karna banyak orang-orang yang live di akun sosial media mereka, mereka mengatakan jika cafe BLS dijaga oleh pemilik atau ketua BLS nya langsung sehingga mengundang banyak orang datang kesana.
"Nes, butuh bantuan?" Ucap Viko
"Suruh si kembar kesini." Ucap Vanessa
"Baiklah." Ucap Viko
Viko segera menghubungi orang yang dimaksud Vanessa, anggota BLS bagian sniper ada dua gadis kembar yang bernama Lila dan Lily.
"Nes, lo nyuruh Viko manggil siapa?" Ucap Vanya
"Si kembar." Ucap Vanessa
"Berarti kita gagal dong." Ucap Viola
"Engga, kita berhasil karena keempat ketua masih ikut." Ucap Vanya
"Capek juga ya." Ucap Vinda
"Vin, mending lo dikasir aja, lo baru baikan." Ucap Vanessa
"Apaan sih, gapapa gue jadi waiters aja." Ucap Vinda
"Ikuti kata gue atau Billy bakal marah sama lo." Ucap Vanessa
"Yaudah deh, gue males dengerin dia ngomel." Ucap Vinda
Beberapa saat kemudian Billy dan Arjuna sampai di cafe BLS, mereka terkejut karena cafe BLS biasanya jika siang tidak terlalu ramai tapi kali ini sangat ramai, bahkan lantai dua banyak remaja yang datang.
Mereke berdua masuk ke dalam dan melihat Vanessa,Vanya,Viola dan Irene mondar mandir. Billy menatap Vinda yang berada di kasir, Billy pun lega karena Vinda tidak menjadi waiters karena ia baru pulih.
Mereka mengantri, Arjuna sengaja merekam Vanessa yang diajak foto banyak orang, ia mengirimkan pada Satria. Ia ingin tau bagaimana reaksi kakaknya ketika tau wanita yang ia sayangi didekati banyak pemuda.
Di negara F, Satria yang melihat Vidio kiriman Arjuna pun membelalakkan matanya. Ia semakin uring-uringan karena Vanessa diajak foto banyak remaja laki-laki.
"Arrggghhhhhhh, Steve percepat untuk selesai, kalau bisa besok." Ucap Satria tegas
"Tapi tuan, besok masih ada pertemuan dan Minggu depan baru bisa kembali." Ucap Steve
"Aku tidak peduli dengan pertemuan itu, gadisku disana di dekati banyak laki-laki." Ucap Satria
"Tapi tuan..
"Atau kau saja disini, aku kembali ke negara A sendiri." Ucap Satria
"Baiklah tuan, besok kita kembali ke negara A." Ucap Steve
Semakin berat saja pekerjaanku. Batin Steve
"Bagus." Ucap Satria lalu meninggalkan Steve sendirian.
"Tuhannnn, kenapa semakin begini, untunglah gaji yang diberikan sangat besar, jika tidak sudah dari dulu aku keluar." Ucap Steve lirih
Hai bestie💕
maaf ya baru bisa update, baru membaik soalnya. kalian stay safe and healthy ya💕
Jangan lupa like comment and vote bestie💕
terimakasih
__ADS_1