I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 180


__ADS_3

Pencarian Vanessa selama 2 hari pun telah semua orang , bahkan seluruh kemampuan anggota BLS sudah dilakukan, tetapi Vanessa tidak kunjung ditemukan. Pulau yang pernah dibicarakan,oleh seluruh anggota BLS pun sudah di temukan tetapi tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan disana.


"Kita harus bagaimana Van?" Ucap Irene yang mulai putus asa.


"Entahlah ren, gue bingung." Ucap Vanya sambil memijat kepalanya.


"Semua tempat yang sering Vanessa jadikan tempat persembunyian pun sudah kita jelajahi." Ucap Viola


"Bahkan tidak ada satupun tanda-tanda Vanessa." Ucap Vinda


"Gue kasihan pada bunda Arin." Ucap Vanya


"Lo benar,bunda Arin benar-benar terpukul karena hal ini." Ucap Vinda


-flashback-


Ketika Dean,Reno dan Rino menuju mansion. Bunda Arin menunggu kedatangan mereka di depan pintu utama.


"Kak apa yang harus kita katakan?" Ucap Rino, sedangkan Reno setelah keluar dari pantai dia lebih memilih untuk diam dan sepanjang perjalanan Reno hanya memandang luar jendela.


"Ada baiknya jika bunda tidak mengetahui hal ini dulu." Ucap Dean.


"Tapi kak, akan sampai kapan kita bisa nutupin ini." Ucap Rino


"Sampai waktu yang tepat untuk bicara pada bunda." Ucap Dean


Mobil yang mereka kendarai pun sampai di depan pintu utama, Dean,Reno dan Rino pun segera turun. Bunda Arin pun berlari memeluk ketiga anaknya, ia juga menangis.


"Kalian baik-baik saja kan." Ucap bunda dengan memeluk ketiga anaknya.


"Kami baik-baik saja bunda, tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucap Dean dengan tersenyum.

__ADS_1


"Bagaimana Vanessa."


Deg


Pertanyaan yang diajukan ayah membuat mereka membeku.bunda pun melepaskan pelukannya dan menatap ketiga anaknya.


"Vanessa kemana?" Ucap bunda. Mereka pun saling tatap dan saat Dean akan menjawab, Reno pun menyela ucapan bunda.


"Nessa ada di..


"Vanessa tenggelam di laut karena tembakan." Rino dan Dean pun langsung melotot karena kejujuran Reno. Bunda dan ayah pun sangat terkejut.


"Reno..." Ucapan Dean pun tertahan karena Reno sudah menyela ucapannya.


"Cukup kak, sampai kapanpun kabar ini tidak bisa disembunyikan. Kita juga harus jujur kepada Ayah dan bunda, karna apapun juga Vanessa adalah keluarga kita." Ucap Reno tegas


Seketika bunda pun menangis sejadi-jadinya, kakinya pun lemas tak dapat berdiri.bunda pun bersimpuh dilantai.


Ayah pun ikut memegangi bunda, air mata ayah pun ikut menetes. Karena baru pertama kali ia melihat bunda menangis hingga selemas itu.


"Kenapaaa.... Kenapa kalian sebagai seorang kakak gagal menjaganya." Teriak bunda.


"Ka..kami minta maaf bunda." Ucap Dean sambil menunduk.


"Walaupun... Walaupun Vanessa bukan adik kandung kalian..  setidaknya kalian bisa menjaganya. Tetapi kalian malah membencinya..." Ucap bunda.


Dean,Reno,Rino pun ikut meneteskan air mata. Karena mereka merasa gagal menjaga Vanessa.


"Kalian benar-benar tidak dapat diandalkan." Ucap ayah dengan nada datar.


Dean,Reno,Rino pun terkejut karena selama ini ayah mereka tidak pernah berkata dengan nada datar.

__ADS_1


"Ma..maafkan kami ayah." Ucap mereka serempak.


"Vanessa memang bukan anak kandung bunda... Tapi bunda sudah menganggapnya seperti putri bunda sendiri... Kalian dari dulu ingin memiliki adik perempuan, tapi setelah bunda memberikan Vanessa pada kalian untuk kalian jaga, kenapa kalian kecewakan bunda nak." Ucap bunda dengan tangisan.


Tangisan dan ucapan bunda pun terdengar ke telinga para maid. Mereka pun ikut menangis karena Vanessa benar-benar memperlakukan mereka dengan baik, walau banyak yang mengatakan Vanessa gadis yang kejam.


"Bunda tidak mau tau... Kalian harus mencari Vanessa.. cari adikmu itu.. bunda sayang padanya seperti bunda sayang pada kalian..." Ucap bunda.  Setelah bunda mengatakan itu, bunda pun tidak sadarkan diri di pelukan ayah.


"Bundaaaa...." Teriak Dean,Reno,Rino


"Lebih baik kalian lakukan apa yang bunda perintahkan pada kalian." Ucap ayah. Ayah pun segera membopong bunda ke kamar, tidak lupa meminta pada kepala maid untuk menghubungi dokter pribadi keluarga samudra.


"Seharusnya kau tidak perlu jujur ren, karena ini akibatnya." Ucap Dean


"Kalau kita menyembunyikan ini dan bunda tau berita ini dari orang lain, maka akan lebih membuat bunda drop kak. Sebaiknya jujur walau harus menerima akibat dari kejujuran kita." Ucap Reno


"Selama ini Rino tidak pernah mendengar ayah berkata sedatar itu, baru kali ini Rino melihat bunda menangis seperti itu. Dan kenapa itu sangat menyakitkan di hati." Ucap Rino


"Sebaiknya... Kita cari bantuan untuk membantu kita mencari keberadaan Vanessa." Ucap Reno


Selang beberapa menit, dokter pribadi keluarga samudra pun sampai. Ia memeriksa keadaan bunda arin.


"Keadaan nyonya tidak begitu baik tuan, karena nyonya terlalu banyak memikirkan sesuatu, hingga membuat kondisinya menurun. Saya sarankan untuk tidak membuat terlalu berpikir, karena itu sangat berpengaruh pada kesehatannya." Ucap dokter


"Baiklah." Ucap ayah singkat


"Ini obatnya tuan, masih sama dengan yang dulu. Usahakan untuk tidak telat makan, karena nyonya sangat lemah. Untuk sekarang nyonya tidak bisa beraktivitas diluar tempat tidur terlebih dahulu tuan." Ucap dokter


"Baiklah terimakasih." Ucap ayah yang masih dengan nada singkat.


"Sama-sama tuan, jika terjadi sesuatu segera hubungi saya tuan." Ucap dokter. Ayah hanya mengangguk saja.

__ADS_1


-flashback off


__ADS_2