I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 147


__ADS_3

Selesai membersihkan badan, Vanessa segera turun dan ikut bergabung dengan ketiga kakaknya. Vanessa menatap heran pada tiga kakaknya.


"Kenapa gak ngantor kak." Ucap Vanessa


"Kamu bertanya pada siapa princess." Ucap Reno


"Kalian berempat." Ucap Vanessa datar.


"Emm kita sedang ngerjain tugas kantor kok." Ucap Dean sedikit gugup.


"Bohong bisulan." Ucap Vanessa santai. Seketika Dean membelalakkan matanya.


"Princess." Ucap Dean sedikit meninggi


"Loh kalau kakak gak bohong ya gak usah marah dong. Kalau kakak marah berarti kakak bohong." Ucap Vanessa santai sambil mengotak-atik ponselnya.


"Kamu istirahat sana princess." Ucap Reno mengalihkan pembicaraan.


"Capek kak tidur Mulu." Ucap Vanessa datar


Mereka pun sama-sama diam, tiba-tiba ponsel Vanessa berbunyi dan tertera nama Irene di layar ponselnya.


Tring...tring..


"Hmm apaan." Ucap Vanessa datar.


"..."

__ADS_1


"Canda lo gak lucu." Ucap Vanessa ketus


"..."


"Lo dimana?" Ucap Vanessa panik.


"..."


"Gue kesana segera hubungi yang lain." Ucap Vanessa datar, ia pun mematikan panggilan dan segera beranjak dari sofa menuju ke kamar.


Ia tidak peduli dengan tatapan kakaknya, yang paling penting sekarang adalah temannya. Vanessa turun dari kamarnya menggunakan celana hitam,kaos hitam polos, jaket jeans putih, sneakers putih dan tas selempang dada miliknya.


"Kak, Nessa harus pergi lagi." Ucap Vanessa lalu mengambil kunci mobil dari lemari kunci mobil.


"Mau kemana princess." Ucap Dean


Brum..Brum..


Vanessa melesat menuju ke tempat yang Irene bicarakan, sampai di parkiran ia segera turun dari mobil dan menuju ke tempat Irene. Banyak pengunjung yang menatap Vanessa.


"Gimana keadaan Adis." Ucap Vanessa pada Irene. Ya Vanessa sekarang berada di rumah sakit tepatnya di UGD karena ia mendapat kabar dari Irene jika Adisya mengalami kecelakaan bersama keluarganya.


Saat Adisya dan keluarganya berlibur menuju villa, tiba-tiba rem mereka blong dan tidak dapat dikendalikan. Akhirnya mobil terperosok ke jurang, kedua orang tua Adis tidak dapat diselamatkan karena mengalami pendarahan yang sangat parah pada kepala mereka.


Sedangkan Adisya masih sempat ditolong oleh orang setempat yang sedang mencari kayu, dan saat itu Irene tidak sengaja menghubungi Adisya. Lalu orang yang menolong Adisya pun mengatakan jika pemilik ponsel kecelakaan bersama keluarganya, dengan cepat Irene menghubungi ambulance dan beberapa anggota BLS untuk membantu Adisya.


Tidak lama Vanya,viola dan vinda pun datang secara bersamaan. Mereka menunggu di depan ruangan operasi sampai 3 jam lamanya, setelah itu ada seorang dokter yang keluar dari ruagan tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan teman kami dok." Ucap Vanessa yang mulai khawatir.


"Cidera ditubuhnya membuat ginjalnya sebelah kanan rusak karena tertusuk dahan kayu runcing saat mobil terguling. Jadi terpaksa kami mengambil ginjalnya yang sebelah kanan karena memang tidak dapat dipertahankan lagi." Ucap dokter itu.


"Tapi dia selamat kan dok." Ucap vinda


"Operasinya lancar, teman anda sudah bisa dipindahkan ke ruangannya. Kita tunggu saja sampai ia sadar." Ucap dokter itu.


"Baiklah kalau begitu terimakasih dok." Ucap Irene dan vinda.


"Kalau begitu saya permisi." Ucap dokter itu lalu melenggang pergi.


"Ren, Lo udah suruh Viko dan yang lain untuk mencari tau siapa yang menyebabkan Adisya dan keluarganya seperti ini." Ucap Vanessa dingin.


"Sudah, tapi ia benar-benar melakukan itu dengan bersih, kalian tenang aja Viko dan yang lain akan terus memburu pelakunya." Ucap Irene


Ma, Nessa gagal jaga tante Naura, bahkan Tante Naura menyusul mama bersama om Ardi. Batin Vanessa


Vanessa beranjak meninggalkan keempat temannya sedangkan teman-temannya tetap disana, Vanessa berjalan dengan aura yang sangat menakutkan. Melewati kerumunan orang-orang dengan tatapan tajam, bahkan ada anak kecil yang menangis setelah Vanessa melintasi mereka.


Di dalam mobil Vanessa merutuki kecerobohan nya untuk menjaga keluarga Adisya, bagaimanapun juga keluarga Adisya juga telah membantu Vanessa dan mamanya. Vanessa menuju ke mansion keluarganya, ia benar-benar butuh ketenangan pada dirinya. Menembus jalanan kota dengan kecepatan penuh, sampai di mansion ia pun segera turun dengan wajah yang sulit diartikan.


Diruang tamu bukan hanya ada satria, melainkan Steve juga ada disana. Mereka bingung tiba-tiba Vanessa datang dengan wajah yang membuat mereka bertanya-tanya.


"Habis darimana princess." Ucap Dean. Seketika Vanessa menoleh ke arah Dean dan berlari memeluknya.


Dean yang tiba-tiba dipeluk Vanessa pun bingung, tidak lama terdengar suara isakan dari Vanessa.

__ADS_1


__ADS_2