
Sampai di mansion alvian dan kevin sangat terkejut karena mereka berpikir vanessa dan teman-temannya hanya tinggal di tempat yang tidak terlalu mewah. Tetapi sekarang mereka paham bahwa 4V ini bukan gadis yang bisa dipandang remeh. Mereka segera turun dan menuju ke lantai 4.
"Itu kayaknya kak nessa sudah pulang." Ucap adisya di sela permainan yang dia mainkan dengan daniar.
"Benarkah kak." Ucap daniar lalu segera meninggalkan irene dan adisya.
"Dani jangan berlari nanti kamu jatuh." Ucap irene mengejar daniar.
"Kak nessa." Teriak daniar yang antusias hingga ia sedikit berlari dan tangan yang mengarah ke depan. Vanessa pun terkejut melihat daniar berjalan dengan sedikit berlari, vanessa pun segera berlari karena takut daniar jatuh. Dan
Happ
Vanessa menggendong daniar. Entah kenapa daniar begitu sayang kepada vanessa, disaat orang lain mencemooh dirinya tetapi vanessa mengulurkan tangan untuk membahagiakannya.
"Jangan lari-lari lagi sayang kakak tidak mau kamu terluka." Ucap vanessa yang masih menggendong daniar. Daniar yang mendengar itu hanya bisa mengangguk dan tersenyum.
"Daniar kita bawa makanan. Pasti kamu sangat lapar ya." Ucap vanya
"Terima kasih kak vanya, iya daniar sangat lapar karena tadi bermain dengan kak adis dan kak irene." Ucap daniar.
"Kalau begitu ayo makan dulu." Ucap viola lembut. Daniar yang berada di gendongan vanessa pun semangat dan rasanya ingin meloncat-loncat.
"Horee makan lagi sama kakak²nya dani." Ucap daniar yang antusias.
"Sekarang daniar harus turun dulu ya untuk makan malam." Ucap vanessa lembut daniar pun mengangguk.
Daniar segera menuju ke meja makan dengan vanya yang menggandeng tangannya. Diikuti teman-teman yang lain, kecuali vanessa,alvian dan kevin mereka harus berbicara serius di ruang kerja 4V.
"Kalian berdua kenal tuan abigail." Ucap vanessa dengan raut wajah yang serius
"Bukan hanya kenal nes, bahkan kami menyimpan dendam selama 4 tahun terhadap orang itu." Ucap alvian. Sedangkan vanessa mengangkat alisnya sebelah, kevin yang tau dengan raut wajah vanessa pun menjelaskan.
"Aku dan alvian saudara sepupu, orang tua kami dibunuh abigail karena orang tua kami memiliki hutang yang besar kepadanya. Aku dan alvian berhasil kabur karena kami bersembunyi di tempat kita bermain saat kecil." Ucap kevin
FLASHBACK 4 TAHUN
Malam hari hujan deras beserta petir dan ditambah ketegangan di rumah keluarga yang sangat sederhana.
__ADS_1
BRAKK
"2 BULAN KALIAN TIDAK BISA MELUNASI HUTANG. BERAPA LAMA LAGI SAYA HARUS MENUNGGU." Bentak abigail kepada 2 orang laki-laki paruh baya dan 2 wanita paruh baya.
"Kami mohon tuan, beri kami waktu 1 minggu lagi." Ucap salah satu paru baya dengan badan gemetar ketakutan.
"SAYA MUAK MENUNGGU LAGI." Bentak abigail. Semua yang berada disitu semakin gemetar karena abigail tidak sendiri, ia membawa 4 bodyguard yang membawa senapan di tangannya.
Di persembunyian kecil
"Vin aku takut." Ucap alvian
"Aku juga, tapi ibu dan ayah menyuruh kita untuk tetap disini." Ucap kevin
"Firasatku semakin buruk vin." Ucap alvian saat mendengar bentakan abigail
"Tenang lah berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa." Ucap kevin mencoba menenangkan agar tidak membuat suasana semakin tegang.
Semoga semua baik-baik saja. Batin kevin
"TIDAK ADA GUNANYA LAGI KALIAN DIBERI WAKTU SEMAKIN LAMA." Bentak abigail
"BERESKAN MEREKA." Ucap abigail kepada 4 bodyguardnya.
"Ka..mi.. mohon tuan abigail.. beri kami waktu.." Ucap salah satu wanita paruh baya. Tetapi abigail tidak memperdulikan ucapan wanita paruh baya itu. Dan akhirnya...
DOR..DOR..
Tembakan 2 bodyguard menembus jantung 2 laki-laki paruh baya sehingga mereka tewas seketika. Wanita paruh baya berteriak.
"Tidaakkkkkk... ampuni kami tuan... jangan bunuh kami... bagaimana nasib anak kami..." Mohon wanita paruh baya itu.
"Kalian pikir saya peduli itu urusan kalian bukan urusan saya." Ucap abigail dengan senyum sinis. Ia memerintahkan 2 bodyguardnya untuk segera menghabisi wanita itu.
"Hiks... saya bersumpah dengan ucapan saya bahwa anak saya akan datang dan membalaskan perbuatan anda. Dan anda akan saya pastikan tidak akan pernah bahagia walaupun memiliki seorang anak. Sehingga anak anda yang akan menghancurkan anda sendiri." Ucap wanita paruh baya itu seketika petir semakin kencang. Karena abigail merasa disumpahkan sehingga semakin geram dan menampar kedua pipi wanita paruh baya itu dengan tenaga yang cukup kuat.
PLAKKK....PLAKKK...
__ADS_1
"BERESKAN MEREKA. SETELAH ITU CARI ANAK MEREKA DAN HABISI JUGA." Ucap abigail lalu berjalan meninggalkan ruangan itu menuju ke arah mobilnya. Di dalam ruangan itu pun terdengar suara tembakan lagi. Seketika 2 wanita itu juga tewas. 4 bodyguard itu mencari keberadaan Alvian dan Kevin tetapi mereka gagal menemukannya. Karena tempat bemain alvian dan kevin berada di dalam almari yang menembus tembok dan sudah di buat mereka menjadi tempat persembunyian.
"Hiks..vin ayah dan ibu meninggal." Ucap alvian lirih
"Begitu juga hiks..dengan ayah dan ibuku.. hiks.." Ucap kevin dengan isak tangisnya.
4 bodyguard abigail pun keluar dan menuju ke arah mobil.
"Bos 2 anak itu tidak ada dirumah."
"Kemungkinan mereka sudah disuruh kabur bos karena melihat kedatangan kita yang membawa senjata."
Ucap para bodyguard abigail.
"Biarkan saja, tapi tetap saja kalian harus mencari mereka karena mereka bisa jadi ancaman besar untuk ku." Ucap abigail
"Baik bos." Ucap para bodyguard
Mereka pun pergi meninggalkan rumah keluarga alvian dan kevin. Ya rumah mereka sangat sederhana tetapi rumah itu selalu diisi dengan canda dan tawa tetapi semua itu hilang saat malam yang mencekam itu datang.
FLASHBACK OFF
Vanessa yang mendengarkan cerita dari alvian dan kevin pun mengangguk penuh arti.
Baguslah setidaknya mereka akan segera membalaskan dendamnya kepada abigail. Batin vanessa menyeringai
"Gue bantu kalian membalaskan dendam pada abigail." Ucap vanessa santai
"Bagaimana caranya nes, kita ini tidak pandai dalam apapun." Ucap alvian
"Kalian tau cara mengendalikan perusahaan bukan." Ucap vanessa. Alvian dan kevin pun mengangguk karena iq mereka juga masih dapat dibilang baik karena mereka anak yang rajin.
"Apakah kalian mengenal BLS." Ucap vanessa santai.
"Kami mengenal mafia itu, ingin sekali kami bergabung dengan BLS tetapi itu tidak akan mungkin terjadi karena mereka masih belum mengembangkan markasnya ke negara ini." Ucap kevin yang awalnya semangat menjadi sendu.
Kalian sangat menarik. Baguslah tidak salah aku membawa kalian ke mansion. Batin vanessa tersenyum miring.
__ADS_1