
"Itulah akibatnya jika menghianati bos BLS." Ucap seorang penjaga
"Ya, sepertinya mereka lupa dengan julukan keempat bos kita." Ucap temannya.
"Padahal selama ini bos juga selalu membantu anggota yang mengalami kesusahan, tetapi ini balasan mereka." Ucap penjaga lain.
Adi,Diana dan Sinta yang mendengar ucapan penjaga yang diperintahkan 4V pun mulai bergidik ngeri. 4V sampai di depan penjara bawah tanah, ketiga penjaga itu membungkukkan badan lalu segera membuka pintu penjara itu.
"Bagaimana dengan film tadi, pasti seru kan." Ucap Vanessa datar.
"Kenapa kamu berubah seperti ini Vanessa." Ucap Adi.
"Kau mau tau alasannya pak tua, itu semua ulahmu. Kau yang membuatku memiliki hati iblis, kau menghilangkan sisi keceriaan ku, kau membunuh orang yang paling kusayang, kau yang membuatku memiliki kepribadian ganda." Bentak Vanessa sambil mencengkram rahang Adi.
"M...ma..maafkan ayah..nak.." Ucap Adi yang memohon pada Vanessa. Vanessa melepaskan cengkeramannya dengan kasar.
"Saat mama memohon apa kau melepaskannya pak tua. TIDAK." Bentak Vanessa.
Vanessa mendekati Diana dan menjambak rambut Diana hingga ia meringis kesakitan.
"Bagaimana jika kau merasakan hal yang sama denganku pak tua, kehilangan orang tersayang." Ucap Vanessa tersenyum miring.
"Diana tidak salah Vanessa." Ucap Adi Pratama.
__ADS_1
"Tapi karena dia kau membunuh mamaku." Ucap Vanessa dengan nada tinggi, Diana hanya bisa menangis.
Vanessa mengeluarkan pisau lipatnya, dan menggoreskan secara perlahan. Vanessa tidak peduli dengan teriakan Diana dan Adi. Sedangkan Sinta hanya bisa menangis karena mulutnya dibekap.
Aaakkkhhhhhhhh lepaasssssssss sakkiitttt
"Itu belum seberapa nyonya, aku belum membunuhmu." Ucap Vanessa santai.
Pipi sebelah kanan Diana pun tergores dan darah pun mulai menetes, Diana terus menangis karena merasa sakit di pipi dan kepalanya. Vanessa menatap Adi dengan tajam.
"Bertahan disini ya, terlalu cepat jika aku membunuhmu sekarang." Ucap Vanessa datar.
Vanya maju ke arah Sharon dan ibunya, Sharon dan Dian pun ketakutan melihat Vanya dan mereka pun menangis. Ya jika siang hari Sharon dan Dian akan menangis histeris dan ketakutan. Vanya menyeringai.
"Kau yang memulai ini nyonya." Ucap Vanya datar.
"Kak Vanya hiks...maafkan hiks..Sharon dan mama hiks..." Ucap Sharon yang juga menangis.
"Apa waktu itu kau melepaskan papaku hah." Bentak Vanya. Sharon dan ibunya semakin menangis mendengar bentakan Vanya.
"Kematian kalian berdua tinggal menghitung hari saja." Ucap Vanya dingin.
4V keluar dari penjara bawah tanah, tidak lupa mereka juga memberi makan pada orang-orang yang mereka tahan di penjara. Terkadang ada yang memakannya dan ada yang tidak karena bagi mereka lebih baik mati kelaparan daripada mati karena senjata ketua BLS.
__ADS_1
Mereka kembali ke rumah masing-masing, Vanessa melesat lebih dulu. Disusul Vanya,viola dan vinda. Vanessa mengendarai mobil dari ayahnya, menembus jalanan yang padat. Tidak lama ia pun sampai di gerbang mansionnya, penjaga pun membukakan gerbang dan Vanessa segera masuk ke halaman mansion.
Didepan mansion ada mobil yang sangat Vanessa kenali siapa lagi kalau bukan mobil satria, Vanessa segera melangkah ke dalam mansion. Sambil menyeret kopernya karena ia pernah berpamitan bahwa 1 Minggu di negara C. Tapi nyatanya ia hanya 3 hari disana karena Adi dan keluarganya sudah berada di cengkraman Vanessa. Vanessa melewati keluarganya yang berada disana, hanya ayah, bunda dan daniar yang tidak ada.
"Princess kamu sudah pulang." Ucap Rino
"Iyah kak, urusan Nessa sudah selesai." Ucap Vanessa
"Kenapa baju kamu banyak bercak darah princess." Ucap Dean datar. Vanessa pun membelalakkan matanya dan menatap ke arah bajunya. Benar saja kaosnya yang berwarna putih terdapat banyak darah.
B*go banget gue. Batin Vanessa
"Ini tadi ada preman yang mau rampok Vanessa kak, ya Vanessa hajar dong. Eh temannya bawa pistol pas mau nembak ke arah Nessa malah kena temannya sendiri. Jadi Vanessa kena imbas juga deh darahnya nyiprat ke kaos Nessa.". Ucap Vanessa berbohong.
Kamu lebih mirip orang yang selesai membunuh princess, daripada terkena cipratan darah. Batin Dean
"Halo kak satria." Ucap Vanessa tersenyum manis. Satria hanya menganggukkan kepala saja.
Jantungku tenanglah. Batin satria
"Bunda sama ayah kemana kak." Ucap Vanessa yang tidak melihat ayah dan bundanya.
"Ayah dan bunda ada di villa kakek, mereka sedang memantau perkebunan disana." Ucap Reno, Vanessa hanya menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Nessa mau bersihin badan kak, capek habis hajar para preman tadi." Ucap Vanessa lalu melangkah menuju kamarnya.