I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 173


__ADS_3

"Apa maksutmu Revan?" Ucap Aldo yang masih tidak mengerti ucapan adiknya.


"Aku menyukai Vanessa kak, aku sangat mencintainya. Hanya saja aku tidak bisa mengungkapkannya. Tetapi kakak malah ikut menyukainya." Ucap Revan dengan nada tinggi.


Setelah mengatakan itu, Revan meninggalkan kamar Aldo dengan membawa tasnya. Sedangkan Aldo berdiri dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Tidak ada yang boleh menyukai Vanessa selain aku. Karena hanya aku yang boleh memilikinya." Ucap Aldo dengan tangan yang mengepal sangat erat.


Malam harinya, Revan keluar dari kamarnya karena ia merasa haus. Padahal biasanya Revan akan menyediakan air putih di nakas kamarnya, tetapi karena ia sedih ketika mengetahui kebenaran pun lupa untuk menyediakan air minum.


Saat Revan akan mengambil minuman di kulkas, tiba-tiba ada yang membekapnya dari belakang dengan sapu tangan. Sehingga Revan pun pingsan.


1 jam kemudian Revan terbangun,dan yang pertama dia lihat adalah banyak barang yang tidak terpakai dan tubuh Revan terikat dikursi yang mulai rapuh. Revan masih tidak mengerti apa yang terjadi padanya,tapi yang lebih Revan pikirkan adalah siapa yang membuat Revan terikat seperti ini.


Siapa yang melakukan ini padaku,kenapa dia harus mengurungku digudang. Batin Revan


Revan pun mencoba untuk melepaskan dirinya, tetapi ia juga kelelahan karena tubuhnya sangat lelah bahkan tali yang mengikat padanya tidak bergerak sama sekali karena tali itu diikat dengan sangat erat.


Inikan gudang dekat rumah,sepertinya jika aku berteriak akan ada yang datang dan menolongku. sungguh lenganku mulai sakit karena ikatan ini sangat kencang. Tuhan selamatkan aku. Batin Revan


"Tolong.. Tolongin saya.." teriak Revan dan berharap ada orang yang datang menolongnya.


Berkali-kali Revan berteriak tetapi tidak ada orang yang datang. Tidak lama kemudian Revan mendengar suara langkah kaki, tetapi itu juga membuat Revan takut karena ia tidak dapat melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"Kau sudah bangun." Ucap orang itu yang ada dibelakang Revan.


"Apa maumu?" Ucap Revan yang mulai ketakutan.


"Aku ingin kau lenyap dari bumi." Ucap orang itu.


"Ap..apa Al..alasannya?" Ucap Revan terbata-bata karena mulai takut.


"Aku ingin membunuhmu Revan." Ucap orang itu.


"Tapi kenapa kak hiks.. apa salah Revan.. kenapa kakak begini pada Revan.." ucap Revan yang mulai menangis.


"Ternyata kau pandai juga menebak siapa yang datang." Ucap orang yang ada dibelakang Revan adalah Aldo.


"Kamu mau tau alasannya apa hah. Karena hanya aku yang bisa memiliki Vanessa, bukan kamu ataupun orang lain. Jika ada orang lain yang ingin mengambil Vanessa, maka aku akan menghabisinya." Ucap Aldo sambil mencengkeram rahang Revan.


"Apa kau tau alasanku melarang siapapun masuk ke kamarku hah." Ucap Aldo sambil menjambak rambut Revan kebelakang sehingga Revan mendongak ke atas, Revan menggelengkan kepala.


"Karena banyak foto Vanessa di kamarku, dia adalah milikku." Ucap Aldo santai


"Dan kau adalah penghalang untukku mendapatkan Vanessa, penghalang harus di singkirkan."Ucap Aldo lalu mengambil botol berwarna hitam dari sakunya.


Aldo membuka botol itu, ia juga mencengkeram dagu Revan. Tetapi Revan terus membungkam mulutnya, Aldo pun geram dan menarik rambut Revan hingga ia mendongak dan mulutnya terbuka. Saat mulutnya terbuka, Aldo pun memasukkan racun cair yang ia buat sendiri. Sehingga Revan pun menelan racun itu, dalam jangka waktu beberapa menit saja Revan sudah mulai lemas dengan badan yang pucat dan darah ditambah cairan putih keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Tidak lama Revan pun tewas karena racun itu, Aldo memang orang yang pandai  beladiri dan membuat racun.


"Revan, sebenarnya aku tidak ingin melakukan ini. Maafin kakak ya, tapi kamu juga salah jika harus ikut menyukai Vanessa. Karena Vanessa hanya untukku bukan kamu." Ucap Aldo lembut.


3hari kemudian jasad Revan ditemukan orang tuanya, Aldo melakukan pembunuhan pada Revan dengan bersih. Bahkan polisi dan detektif hanya bisa menyimpulkan jika Revan bunuh diri dengan meminum racun yang ia buat sendiri.


-FLASHBACK OFF-


"Kau benar-benar kejam kak." Ucap Vanessa datar


"Apapun akan aku lakukan sweety, karena tidak ada seorangpun yang boleh memiliki kamu." Ucap Aldo


"Dan apa kau tau sweety alasanku membawa kakak tercintamu itu kemari?" Ucap Aldo sambil menunjuk ke arah Reno, Vanessa hanya menaikkan alisnya sebelah.


"Karena dia dan saudaranya yang lain berani menjodohkan kamu,  apa kamu tau hemm, aku selalu mengikuti kamu sweety, kemanapun kamu pergi tidak akan pernah  lepas dari pengawasan ku. Dan sekarang aku akan membawa kamu pergi bersama denganku dan hidup bahagia bersama." Ucap Aldo sambil menggenggam tangan Vanessa.


"Sejak kapan kakak menyukaiku?" Ucap Vanessa datar


"Sejak aku bertemu denganmu pertama kali di pemakaman kakek, dan ketika kamu meminta untuk belajar beladiri padaku, rasanya aku sangat bahagia sweety. Tetapi ketika aku mendengar jika kamu dekat dengan laki-laki lain, itu sangat membuatku kesal sweety." Ucap Aldo yang semakin keras menggenggam tangan Vanessa. Vanessa hanya membalasnya dengan senyuman manis.


"Nes lo harus pikirkan kak satria." Teriak Vinda.


"Jangan mau bersamanya nes, adiknya saja dibunuh apalagi lo kedepannya." Teriak viola

__ADS_1


Hal itu membuat Aldo semakin marah, Aldo pun memerintahkan anak buahnya untuk memukul vinda dan Viola.


"Jangan sakiti mereka." Ucap Vanessa dingin. Aldo memberi isyarat untuk membatalkan perintahnya.


__ADS_2