
Sekarang saatnya Vanessa untuk menjalankan aksinya, dengan membawa katana miliknya yang sudah bersih. Vanessa menyeringai menatap wajah ketua green snake.
"Pak tua apa kau ingin melihat wajah kami, sebelum kematianmu." Ucap Vanessa datar. Sedangkan ketua green snake hanya diam saja. Vanessa menatap ke arah teman-temannya lalu mereka pun membuka topeng secara bersamaan.
Ketua green snake dan laki-laki disebelahnya terpukau dengan kecantikan yang 4V miliki. Seketika laki-laki yang berada di sebelah ketua green snake menelan salivanya karena ia telah menyerang Vanessa yang notabenenya adalah salah satu ketua BLS.
Tamatlah riwayatku. Batin laki-laki itu.
"Baiklah kau sudah tau kan wajah kami pak tua." Ucap Vanessa santai.
Vanessa mengeluarkan pisau lipatnya dengan tangan kanannya dan mulai menyayat punggung ketua green snake.
"Jangan lupa pak tua kalau julukan kami adalah iblis cantik." Ucap Vanessa tersenyum miring. Dan merobek baju ketua green snake lalu mulai menyayat punggung itu.
Sreeetttt...
Crashh..srrrttttt..crashh...
"Tato ini kenang-kenangan agar kau tetap ingat pada kami pak tua." Ucap Vanessa tersenyum miring karena berhasil membuat sayatan tulisan BLS.
"Baiklah pak tua gue udah muak terlalu bermain-main. Karena masih ada tugas lagi setelah ini." Ucap Vanessa lalu melirik laki-laki di sebelah ketua green snake,seketika laki-laki itu menelan ludahnya kasar.
Vanessa mulai mengangkat katana miliknya dan bersiap untuk memenggal kepala ketua green snake.
"Good bye pak tua." Ucap Vanessa lalu mengayunkan katana miliknya dan menebas kepala ketua green snake.
Srriinngggg...crasshhhh...
__ADS_1
Darah bercucuran di jubah Vanessa hingga ke wajahnya. Sedangkan yang lain bersifat santai karena memang kebiasaannya, untuk laki-laki yang masih disana sudah menutup matanya karena tidak tahan melihat keadaan di depan matanya.
Coco dan Black sedikit ketakutan karena Vanessa memang lebih keji daripada yang lainnya. Itulah yang Coco dan Black takutkan jika berurusan dengan tuannya satu itu.
"Coco,Black kembali lah ke kandang. Nanti penjaga akan memberimu makanan." Ucap Vanessa lembut. Seketika Coco dan Black mengusapkan kepala mereka pada 4V secara bergantian lalu pergi menuju ke kandang mereka.
Vanessa mulai mengeluarkan aura mematikan saat matanya menatap laki-laki yang telah menyerangnya saat bersama Reno. Vanessa mengambil kursi lain dan mulai duduk dihadapan laki-laki itu.
"Siapa yang menyuruhmu." Ucap Vanessa datar dan mengusap katana miliknya dengan kain. Tetapi laki-laki itu tetap diam saja.
"Ternyata kau lebih memilih mati daripada tetap hidup dengan tenang. Vin lo duluan." Ucap Vanessa datar. Vinda pun menganggukkan kepala dan mengambil pisau dapurnya yang masih menancap di kepala ketua green snake.
"Shit sudah tewas tapi tetap menyebalkan ini tua Bangka." Ucap vinda yang sedikit kesusahan saat menarik pisau dapurnya. Setelah vinda berhasil mencabut pisau dapur itu dan mulai berjalan mendekat ke arah laki-laki yang ada didepan Vanessa.
"Ba...baiklah ak..aku akan bicara. Tapi l..lep..lepaskan ak..u.." Ucap laki-laki itu terbata-bata karena takut saat vinda sudah dibelakangnya. Vanessa menyeringai dan menatap vinda untuk tetap dibelakangnya tanpa melakukan apa-apa.
"Katakan." Ucap Vanessa datar.
"Berapa Nadia membayar lo." Ucap Vanessa ketus.
"5jt nona." Ucap laki-laki itu. Seketika tawa 4V meledak.
Hahahaha
"Cih jika aku jadi kau, lebih baik diam dirumah daripada membunuh orang hanya dengan bayaran sekecil itu." Ucap viola dengan senyum mengejek.
"Kami bisa saja membayarmu 3X lipat dari itu." Ucap vinda santai.
__ADS_1
"BODOH." Ucap Vanessa tersenyum sinis.
"Lepaskan saya nona." Ucap laki-laki itu.
"Kau tau bukan kami bukan orang yang mudah memaafkan." Ucap Vanya datar.
"Saya.. saya tau telah berbuat kesalahan karena menyerang salah satu dari kalian nona." Ucap laki-laki itu.
"Oh jika itu bukan bagian dari kami, maka kau akan membunuhnya begitu." Ucap vinda yang sudah menarik rambut gondrong laki-laki itu hingga mendongak ke atas.
"Tampang sok jagoan, bertemu kita nyali menciut." Ucap vinda ketus lalu melepaskan tangannya.
"Kau hanya bernyali bila sedang bersama teman." Ucap Vanya datar
"Jika nyalimu hanya mengandalkan teman,lebih baik berhentilah menjadi seorang penjahat." Ucap viola ketus.
"PENGECUT." Ucap 4V serempak.
"Saya tidak pengecut." Ucap laki-laki itu sambil menundukkan kepala.
Plakk..
"Bila sedang berbicara tatap lawan bicaramu bodoh." Ucap vinda setelah menampar laki-laki itu.
"Saya tidak pengecut." Ucap laki-laki itu tegas.
"Bawa dia ke ring tempat latihan." Ucap Vanessa tegas lalu muncul 2 orang laki-laki dari pintu dan membawa laki-laki itu menuju ke ring. Seketika 4V kembali memakai topengnya dan menuju ke ring. Vanya lebih dulu naik ke atas ring untuk melawan laki-laki yang ada dihadapannya.
__ADS_1
"Pasang kuda-kuda mu." Ucap Vanya datar. Tetapi laki-laki itu tetap tidak bergerak dan diam di atas ring.
"Sekali pengecut maka akan tetap menjadi pengecut." Ucap Vanya dengan senyuman mengejek. Anggota BLS yang menonton itu pun menertawakan laki-laki itu.