
"Ma..Pa.. Vanya pulang." Ucap Vanya sedikit berteriak. Tapi kedua orang tua Vanya tidak menyahut juga.
"Kamu tunggu disini sebentar ya sayang." Ucap Vanya lembut pada anak itu. Anak itu hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Vanya mencari ke kamar kedua orang tuanya, ternyata kedua orang tuanya masih di kamar walau sudah sarapan.
Tok...tok...tok...
"Ma.. Pa.. ini Vanya." Ucap vanya. Tidak lama kemudian, mama Vanya pun membuka pintunya.
"Vanya.." Ucap mama. Vanya pun langsung memeluk mamanya.
"Papa mana ma?" Ucap Vanya.
"Papa istirahat sayang, papa sedikit demam karena kecapean." Ucap mama.
"Ma ikut Vanya ke ruang tamu yuk, ada yang mau Vanya kasih tau ke mama." Ucap vanya. Tanpa menunggu jawaban mamanya, Vanya langsung menarik tangan mamanya.
Sampai di ruang tamu, mama Vanya terkejut karena Vanya membawa anak kecil yang cantik. Dan melihat dari pakaiannya yang mahal, mama Vanya pun memikirkan yang tidak-tidak pada Vanya.
"Vanya, ini anak siapa kamu culik." Ucap mama dengan nada tinggi.
"Ma, Vanya gak nyulik kok. Vanya bertemu dengannya saat dijalan kemarin malam, dia nangis dan keadaannya tidak seperti ini. Hanya saja dia tidak memiliki nama dan tidak bisa berbicara." Ucap Vanya berbohong. Anak kecil itu pun sudah Vanya beritahu untuk tidak mengatakan bila dia diselamatkan Vanya dari sekapan green snake.
__ADS_1
"Kamu sudah cari orang tuanya." Ucap mama sambil mendekati anak itu.
"Sayangnya orang tuanya membuang dia ma dan orang tuanya sudah meninggal." Ucap vanya. Anak itu pun menunduk dan menangis saat mendengar ucapan Vanya. Mama Vanya yang melihat itu pun langsung memeluk nya.
"Ma, bolehkan dia menjadi bagian dari keluarga kita. Vanya ingin menyembuhkan suaranya kembali ma." Ucap vanya. Sedangkan mama Vanya hanya bisa mengangguk saja. Mama Vanya melepaskan pelukannya.
"Kamu belum punya nama sayang?" Ucap mama Vanya. Anak itu menggelengkan kepalanya.
"Kok Vanya berpikir nama Felisha ya ma?" Ucap Vanya memberi masukan. Anak itu pun tersenyum mendengar ucapan Vanya. Mama Vanya yang melihat itu pun bahagia.
"Kita temui papa dulu saja ya." Ucap mama. Vanya hanya mengangguk saja. Mama Vanya pun menggandeng anak itu menuju ke kamar untuk menemui papa Vanya.
Sampai di kamar, mereka segera masuk setelah ketuk pintu. Di atas tempat tidur terlihat papa Vanya terbaring dengan kening di kompres.
"Pa.. ini Vanya pulang." Ucap Vanya sambil menggoyangkan lengan papanya. Setelah itu papa Vanya pun membuka matanya secara perlahan-lahan.
"Papa kenapa? Kan Vanya udah bilang jangan terlalu keras mengurus kebun belakang mansion." Ucap Vanya lembut sambil menempelkan telapak tangan papanya pada pipi Vanya.
"Uhukk.. tidak apa-apa nak, papa terlalu semangat saja dalam berkebun." Ucap papa. Vanya hanya menatap papanya dengan tatapan sendu.
"Oh iya pa, setelah ini papa dan mama tidak akan kesepian lagi." Ucap Vanya lembut.
"Maksutnya." Ucap papa yang bingung dengan ucapan Vanya. Vanya pun mengulurkan tangan pada anak kecil itu.
__ADS_1
"Dia akan menemani papa dan mama bila Vanya sibuk mengurus perusahaan dan butik mama." Ucap Vanya sambil mengelus kepala anak kecil itu.
"Dia dibuang orang tuanya mas dan orang tuanya sudah meninggal setelah membuang dia, jadi Vanya membawa dia pulang." Ucap mama Vanya agar papanya tidak salah paham kepada Vanya.
"Pa.. dia bolehkan jadi bagian keluarga Bagaskara." Ucap Vanya dengan puppy eyes nya. Papa Vanya hanya tersenyum dan mengangguk.
"Dia juga belum punya nama mas, orang tuanya hanya menyiksa dia tanpa memberikan nama." Ucap mama Vanya lembut.
"Tapi kan Vanya udah usulin tadi ma." Ucap Vanya
"Vanya sudah mengusulkan nama Felisha pa, gimana papa setuju." Ucap mama Vanya.
"Baiklah nama kamu Felisha Cristy Bagaskara." Ucap papa Vanya. Seketika Vanya memeluk papanya. Walaupun ia pernah membenci papa nya tapi dalam hatinya ia sudah memaafkan papanya. Sedangkan Felisha sedikit takut pada papa barunya karena ia sering mendapat siksaan dari papa kandungnya.
"Felisha, sini peluk papa." Ucap papa lembut. Dengan langkah gemetar Felisha mendekati papa barunya dan memeluknya. Ia pun mulai menangis karena pertama kalinya mendapat pelukan dari orang tua lengkap yang sayang padanya.
Vanya dan mama hanya menatap kedua orang yang berpelukan dengan tersenyum. Mereka pun mulai bercanda, Vanya meninggalkan Felisha bersama papa dan mamanya. Ia menuju ke kamarnya untuk istirahat karena badannya sangat lelah. Sedangkan mama Vanya mengumpulkan semua pelayan dan penjaga untuk memperkenalkan Felisha kepada penghuni mansion.
------------
Halo kak.
Author minta maaf kalau akhir-akhir ini sering telat update, karena ada masalah beberapa hari ini🙏
__ADS_1
**TETAP DUKUNG I'M LEADER MAFIA DAN JANGAN LUPA UNTUK LIKE,COMMENT DAN VOTE YA KAK:)
*TERIMAKASIH😍***