
Keesokan harinya Vanessa menuju ke V'LI Corporation karena ada rapat penting yang harus Vanessa hadiri bersama Tania dan Rani. Vanessa menuju ke ruangannya, ia sengaja menggunakan lift untuk tamu atau karyawan karena ia ingin membuka masker yang ia kenakan.
Pintu baru saja tertutup, ada yang menekan kembali. 5 Pria berbadan kekar pun masuk, Vanessa sedikit waspada karena ia sendiri di dalam lift.
"Tuan, 10 menit lagi meeting akan dimulai." Ucap salah satu pria itu
"Hmm."
Salah satu pria itu menoleh pada Vanessa, Vanessa memakai kacamata dan rambutnya dikuncir kuda, Vanessa juga sengaja memberikan tompel pada pipinya.
"Maaf nona, anda siapa?" Ucap pria itu
"S-saya Vane tuan." Ucap Vanessa
"Anda mau bertemu Presdir anda?" Ucap pria itu
"I-iya." Ucap Vanessa
"Tompelnya besar sekali." Ucap pria lain
"Kacamata tebal." Sambung pria itu dengan mengamati Vanessa dari atas hingga bawah.
"Cupu sekali, bagian apa kau?" Sambung pria itu
"A-admi-ministrasi." Vanessa sengaja membuat ucapannya gugup
"Hei biasa saja, kami bukan penjahat." Ucap pria itu sehingga bosnya ikut melihat Vanessa
"S-say-saya t-tidak b-biasa berha-dap-an dengan laki-laki." Ucap Vanessa
"Apakah pemilik perusahaan ini cantik?" Ucap pria lain
"Ten-tentu tuan, semua wa-wanita pasti cantik." Ucap Vanessa
"Jelas cantik lah, gak kayak lo cupu gini."
Hahahahahah
Keempat laki-laki itu tertawa kecuali atasan mereka yang tetap dengan wajah dinginnya.
Gue pemiliknya asal kalian tau, gue tembak kepala kalian lama-lama. Batin Vanessa
"Wajar laki-laki tidak ada yang mendekatimu." Ucap pria itu
"Benar sekali Jo, dandanannya saja seperti ini." Ucap pria lain
Awas aja kalian, ini lift juga lama banget sih. Batin Vanessa
Vanessa meredamkan amarahnya dengan menyembunyikan tangannya dibelakang punggungnya.
"SHUT UP." Ucap atasan mereka dengan tegas, didalam lift pun sunyi kembali.
Ting
Sampai dilantai 14 diruangan khusus Presdir dan sekertaris. Vanessa berjalan dibelakang mereka, bos mereka pun curiga terhadap Vanessa.
"Kau pemilik perusahaan ini?" Ucap pria itu
"Bu-bukan tuan, saya ha-hanya bawahan." Ucap Vanessa
"Kenapa kau ikut kami?" Ucap pria itu
"Ka-karena sa-saya mau mem-memberikan ber-berkas ini p-pada Presdir." Vanessa Menunjukkan berkas yang ia bawa, dan di map itu tertera "Laporan Administrasi."
Tania dan Rani pun menunggu di dekat pintu masuk menuju ruang meeting dan ruang Presdir, Tania dan Rani melotot karena dandanan Vanessa.
"Selamat datang di V'LI Corporation tuan Zio." Ucap Tania dan Rani
__ADS_1
"Presdir memberikan pesan pada kami, jika anda langsung menuju ke ruang meeting saja, karena Presdir sedang ada pekerjaan sedikit diruangannya." Ucap Rani
"Bisakah saya menemuinya?" Ucap Zio
"Maaf tuan, Tidak bisa karena Presdir tidak mengijinkan tamunya masuk ke ruangannya." Ucap Tania
"Lalu selama ini para tamu jika ingin menemui Presdir kalian harus ke ruang meeting?" Ucap Zio
Duh crewet banget si. Batin Vanessa
"Tentu tidak, tetapi kali ini Presdir sedang sangat sibuk jadi beliau tidak menginjinkan siapapun masuk kecuali atas izin nya." Ucap Rani
Sekali lagi lo ngajak debat, gue smackdown disini. Batin Rani
"Tetapi saya ingin menemui Presdir kalian, dan hanya berbicara berdua saja." Ucap Zio
"Mohon ikuti peraturan tuan, anda bisa katakan itu nanti pada Presdir kami." Ucap Tania
"Maaf menyela, ini bawahan kalian ingin bertemu dengan Presdir." Ucap Joni sekertaris Zio.
Tania dan Rani pun melotot karena Joni dengan mudahnya menunjuk Vanessa dan menyebutnya 'Bawahan'
"Nona vane ingin menemui Presdir." Ucap Joni
"Dia akan diantar oleh sekertaris Nia." Ucap Rani
"Mengapa dia dengan mudah diizinkan bertemu Presdir?" Ucap Zio
Bawel banget, gue tembak dari belakang nih lama-lama. Batin Vanessa
Vanessa memutar bola matanya, ia sudah kesal karena Kelima laki-laki ini banyak bertanya. Tania melihat ke arah Vanessa dan Vanessa menunjuk ke berkas yang ia bawa. Tania pun mengerti maksud Vanessa.
"Karena Presdir menunggu berkas yang dibawa vane." Ucap Tania
Dari belakang pun terdengar suara langkah kaki, itu adalah Satria, Steve dan Arjuna.
"Jam meeting seharusnya sudah dimulai 2 menit yang lalu." Ucap Steve
Satria,Steve dan Arjuna terkejut melihat penampilan Vanessa, Satria lebih terkejut karena Vanessa tidak menggunakan topengnya.
"Va...
"Vane, saya antar kamu menemui Presdir." Tania segera memotong ucapan Arjuna.
Tania mengisyaratkan untuk diam kepada mereka, mereka yang mengerti maksud Tania pun diam kembali. Tania dan Vanessa pun pergi menuju ruangan Presdir.
"Tuan Zio Dewangga, harusnya anda sudah berada di ruang meeting bukan." Ucap Satria
"Benar sekali tuan Satria Vebranza." Ucap Zio
"Lalu kenapa anda masih disini?" Ucap Arjuna
"Saya ingin menemui Presdir." Ucap Zio
"Nanti kalian semua akan bertemu dengannya, mari saya antar ke ruang meeting." Rani dengan tegas mengatakan itu. Ia berjalan lebih dulu dan disusul oleh mereka.
Di dalam ruangan Presdir akhirnya Vanessa bisa melepaskan penyamarannya. Tania pun menunggu Vanessa untuk menceritakan semuanya.
"Ekhemm."
"Ceritanya panjang kak." Ucap Vanessa
"Kenapa harus lepas topeng/masker Vanessa?" Ucap Tania
"Kakak tau kan mereka tadi memaksa untuk menemuiku." Ucap Vanessa
"Baiklah, ceritakan semuanya setelah meeting. Ganti jas mu itu dengan yang ada di lemari saja. Karena meeting seharusnya sudah berjalan, Zio adalah pemilik Zingga Company dari negara I." Ucap Tania
__ADS_1
Vanessa pun segera mengganti jas nya, ia pun tak lupa menggunakan topengnya. Tania berjalan di belakang Vanessa dengan berkas-berkas ditangannya.
"Maaf saya terlambat." Ucap Vanessa
"Tidak apa-apa nona." Ucap Zio
"Baiklah meeting kita mulai."
Vanessa mulai menjelaskan untuk project pembangunan gedung, Satria terus menatap Zio, karena Zio menatap Vanessa yang sedang menjelaskan dengan tatapan kagum.
Brakk
"Ada masalah tuan Satria?" Ucap Zio
"Tidak." Ucap Satria
"Bisa saya lanjutkan?" Ucap Vanessa
"Tentu." Ucap Satria. Satria bisa melihat Zio yang menyeringai.
"Kau kenapa kak?" Bisik Arjuna
"Zio." Satria ikut membisikkan jawabannya.
Arjuna pun melihat ke arah Zio, benar saja dia menatap Vanessa dengan tatapan kagum. Bisa dikatakan Zio tertarik pada Vanessa.
"Jadi bagaimana dengan project kali ini, ada saran lagi?" Ucap Vanessa
"Boleh saya memberi pendapat nona?" Ucap Zio
"Tentu, silahkan." Ucap Vanessa
"Bagaimana jika pabrik ini lebih luas lagi, dan rumah-rumah warga yang ada disekitar pabrik digusur." Ucap Zio
"Sebelumnya saya menghargai pendapat anda tuan." Ucap Vanessa
"Tetapi saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi, saya lebih baik membatalkan pembangunan pabrik ini daripada harus menggusur rumah warga." Sambung Vanessa dengan tegas.
"Kenapa begitu nona?" Ucap Zio
"Tidak semua orang memiliki ekonomi yang berkecukupan, Disini saya membangun pabrik karena ingin memberikan lapangan pekerjaan untuk orang-orang didekat sana yang membutuhkan pekerjaan." Ucap Vanessa
"Baiklah nona saya hargai keputusan anda, saya hanya memberikan pendapat saya saja." Ucap Zio
Bidadari ku ini sangat bijaksana, aku semakin sayang padanya. Batin Satria
"Saya hargai pendapat anda tuan, tetapi saya tidak akan menyetujui itu. Pabrik yang akan dibangun ini sangat besar jadi tidak perlu diluaskan lagi. Apalagi harus menggusur rumah warga." Ucap Vanessa
"Tuan Satria dan tuan Arjuna ada pendapat?" Ucap Vanessa
"Tidak nona, karena kami setuju dengan jawaban anda." Ucap Arjuna
"Baiklah, meeting ini kita tutup. Akan ada meeting ulang jika pembangunan sudah dimulai." Ucap Vanessa
"Sebelumnya maaf nona, saya ingin berbicara berdua dengan anda." Ucap Zio
Mendengar itu, Satria mengepalkan tangannya. Vanessa melirik ke arah Satria.
"Baiklah tuan, anda bisa bicara disini." Ucap Vanessa
"Bisakah yang lain keluar terlebih dahulu, saya ingin berbicara dengan nona Lia." Ucap Zio
Dengan berat hati, Satria ikut keluar bersama Arjuna dan Steve. Diruangan itu pun tersisa Vanessa dan Zio.
"Apa yang ingin anda katakan tuan Zio?" Ucap Vanessa
"Ini mengenai orang itu nona." Ucap Zio
__ADS_1
Wajah Vanessa pun berubah menjadi lebih datar mendengar cerita Zio, tangan Vanessa pun terkepal karena menahan emosinya.