
Saat sudah menjelang sore Vanessa bersiap untuk pulang, ia juga sudah mengirim pesan pada satria. Tapi hanya kata 'hm' yang satria balas pada pesan Vanessa, Vanessa tidak ambil pusing dengan balasan satria. Karena jika ia mengabari tangan kanannya, maka itu akan menimbulkan banyak pertanyaan dai keluarganya jadi ia cari aman saja.
Sambil menunggu satria, Vanessa membereskan barang-barangnya. Tidak lama pun ia mendapat pesan dari satria, jika satria sudah berada di depan perusahaan. Vanessa segera turun tidak lupa dengan maskernya, disana ia melihat satria bersandar pada mobil dengan kaca mata hitam. Banyak karyawan yang mengerumuni satria.
Vanessa menerobos kerumunan karyawannya, semua karyawannya yang melihat Vanessa dibukakan pintu oleh Presdir vebranza pun bubar. Karena mereka tidak ingin berurusan dengan Presdir mereka daripada harus kehilangan pekerjaan.
"Ngebut kak." Ucap Vanessa datar.
"Kenapa." Ucap satria yang tak kalah datar oleh Vanessa.
"Udah ngebut aja, Firasatku gak enak." Ucap vanessa, tanpa pikir panjang satria melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Ia menembus kepadatan kota, walau berkali-kali ia ditegur pengendara lain. Tapi demi orang yang ia sayangi. Sampai dijalanan yang lumayan macet satria bingung harus bagaimana. Karena jika ia berputar lewat jalan lain akan lebih lama, jadi ia terus mengklakson pengendara lain. Tiba-tiba ada orang yang turun dai mobilnya dan mengetuk kaca satria. Satria menurunkan kaca mobilnya.
"T..tu.. tuan satria.." Ucap orang itu ketika melihat wajah satria.
"Apa aku mengganggu tuan." Ucap satria datar tanpa menatap orang yang menegurnya.
"Ah tidak tuan, saya akan menepikan mobil saya untuk memberi anda jalan tuan, sepertinya anda dan nona sangat terburu-buru." Ucap orang itu. Tanpa menunggu jawaban satria, orang itu memberikan jalan pada satria.
Bahkan pengendara lain yang tidak sengaja melihat satria pun ikut memberikan jalan pada satria, entah kenapa mereka melakukan itu pada satria.
__ADS_1
"Kamu menatapnya dengan tajam." Ucap satria datar
"Penghalang harus dihancurkan." Ucap Vanessa tak kalah datar dengan satria.
Satria hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Vanessa, akhirnya mereka bisa melajukan mobil kembali. Hanya kecepatannya saja sedikit dikurangi.
45menit kemudian mereka sampai di mansion keluarga samudra, gerbang yang biasanya dijaga oleh anggota BLS sudah terbuka begitu saja. Memasuki halaman mansion, hati Vanessa mulai berkecamuk. Sampai didepan pintu mansion, Vanessa segera berlari dan masuk ke dalam mansion.
"Ayah bunda." Teriak Vanessa tetapi tidak mendapatkan jawaban dari orang tuanya.
"Kak Dean,kak reno, kak Rino." Teriak Vanessa tetapi tidak ada jawaban juga.
"Daniar." Ucap Vanessa. Daniar langsung memeluk Vanessa dan menangis kencang.
"Kamu kenapa, dimana ayah,bunda dan kakak." Ucap Vanessa lembut.
"Hiks...me..mere hiks..mereka dibawa hiks...se..seseorang kak." Ucap daniar terisak-isak
"Tunggu, lalu para penjaga dimana." Ucap Vanessa. Tiba-tiba semua anak buah BLS berlari menghadap Vanessa dengan keadaan penuh luka dan wajah lebam.
"Ada apa ini." Ucap Vanessa datar, bahkan satria sudah menyusul Vanessa dan terkejut melihat penjaga mansion keluarga samudra terluka.
__ADS_1
"Tuan besar dan nyonya besar dibawa seseorang nona." Ucap salah satu penjaga sambil menahan rasa sakit ditubuhnya.
"Kemana mereka pergi." Ucap Vanessa datar
"Kami tidak tau nona." Ucap salah satu penjaga sambil menunduk.
"Kalian bodoh,hanya mengalahkan sampah saja tidak bisa. Tunggu hukuman kalian selanjutnya dariku." Ucap Vanessa dingin lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Viko.
Viko pun mengerjakan tugas dari Vanessa, ia diperintahkan Vanessa melacak keberadaan keluarganya. Dan Viko sudah menemukan keberadaannya. Vanessa segera melepaskan pelukan daniar dan memberikan daniar pada satria, Vanessa menuju ke kamarnya dan segera mengambil jubah kebesaran BLS dan topengnya.
Satria sangat terkejut dengan kebenaran yang ada di depannya, orang yang ia sayangi adalah salah satu ketua BLS yang ditakuti semua orang. Para penjaga yang bagian dari BLS mulai takut karena ketua mereka sudah berubah.
"KEMBALI KE MARKAS, BERI PESAN PADA VIKO DAN RUDIN UNTUK MENUJU KE TEMPAT YANG KUPERINTAHKAN. CEPAT." Ucap Vanessa dengan nada tegas dan lantang.
"BAIK BOS." Ucap anak buah BLS serempak lalu segera menuju ke markas BLS.
"Sebaiknya kakak disini bersama daniar, aku tidak ingin melibatkan kakak dalam pertarungan ku." Ucap Vanessa datar lalu meninggalkan satria dan daniar. Sedangkan satria sudah tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
Vanessa melesat dengan motor sportnya menuju ke tempat yang telah Viko tunjukkan, ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang, bahkan sebagian jalan diblokir Vanessa karena ia harus segera sampai di tempat keluarganya disekap.
Tuhan, kumohon jaga mereka sampai aku tiba. Kali ini saja aku meminta padamu. Batin vanessa
__ADS_1