I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 166


__ADS_3

"Oh iya princess, mobil dan apartemen itu kemana." Ucap Rino. Sedangkan satria dan Steve hanya mendengarkan saja.


"Apartemennya Nessa rombak menjadi tempat gym pribadi milik Nessa dan yang lain. Sedangkan mobilnya juga Nessa modif kembali dan menjadi milik Irene." Ucap Vanessa


"Bagus princess, jangan biarkan dia mengambil kembali semua itu." Ucap Rino


"Milik Arjuna pun aku yang memberikannya." Ucap satria datar


"Jangan marah ke princess dong kak, salahin Arjuna tuh yang seenaknya buat taruhan mobil balapnya sekaligus apartemennya." Ucap Rino


"Itu real kesalahan kak Arjuna yang tanpa pikir panjang dengan membuat taruhan barang yang kak satria berikan." Ucap Vanessa datar.


Baiklah Arjun, kamu dikalahkan oleh wanita yang aku sayangi. Sungguh memalukan. Batin satria


Tiba-tiba Rino dan Steve berteriak karena mobil melaju sangat kencang, bahkan saat dibelokan pun Vanessa tetap melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Banyak pegendara lain yang hampir tertabrak karena ulah Vanessa. Tetapi dengan cekatan Vanessa berhasil menghindar. Sedangkan satria sangat ingin berteriak dan menghentikan mobilnya, tetapi ia masih dalam mode diam.


Vanessa menyeringai ketika melirik sekilas ke arah satria yang masih sok cool. Saat lampu merah Vanessa sengaja menerobos sehingga banyak pengendara yang hampir menabraknya, hal itu membuat satria membuka suaranya.


"Aaaaaaaa Vanessa apa yang kamu lakukannnnn.... Bahayaaaaaa......" Ucap satria yang mulai berteriak.


"Nonaa.....saya mohon..... Hentikannnn....." Ucap Steve yang masih berteriak


"Princesss....ini bukan tempat balapannn.... Aaaaaaaaaawaaasssss..." Ucap Rino yang terus berteriak.


Vanessa pun tertawa puas melihat ketiga laki-laki yang selalu bersikap dingin mendadak menjadi penakut, Vanessa tidak mengurangi kecepatannya. Bahkan ia semakin cepat, Vanessa benar-benar tidak peduli dengan ketiga laki-laki yang terus berteriak. Bahkan mereka saling berpegangan.


Saat dibelokan Vanessa sengaja untuk membuat mereka terguncang. Vanessa menginjak pedal gas dan rem secara bersamaan sehingga mobil mengeluarkan decitan dan berbelok layaknya balapan mobil. Rino,satria dan Steve pun mulai teruncang dan semakin berteriak.


Vanessa tetap mengemudi dengan tatapan santai dan tersenyum miring, ia masih membuat mobilnya melaju dengan kecepatan penuh. Saat mendekati mansion keluarga samudra, Vanessa mulai menormalkan kembali kecepatan mobilnya. Ketiga laki-laki yang ada dibelakangnya pun bernafas lega walau sebenarnya jantung mereka masih berdegub kencang.

__ADS_1


"Princess hah..hah.. kamu membahayakan ka hah.. kami." Ucap Rino yang nafasnya tidak beraturan.


"Biar tau aja rasanya 1 mobil dengan pembalap." Ucap Vanessa santai


"Nona, setelah ini saya berjanji tidak akan pernah membiarkan Anda untuk mengemudi." Ucap Steve yang masih memegang dadanya.


"Kalian lemah, hanya seperti itu sudah berteriak layaknya wanita." Ucap Vanessa datar


"Jika terjadi sesuatu pada kami, maka saya tidak akan pernah memaafkan diri saya nona." Ucap Steve


"Kak Steve lebay, btw ini kecepatannya bisa ditambah lagi. Tenang saja BLS memiliki bengkel yang bisa memodifikasi mobil." Ucap Vanessa santai


"Sampai kapanpun mobilku tidak akan berubah Vanessa." Ucap satria datar


"Hidup kakak terlalu flat." Ucap Vanessa datar


"Aku tidak memiliki waktu untuk bermain-main Vanessa." Ucap satria datar


"Jika Steve banyak libur, apa gunanya dia ku beri gaji yang besar." Ucap satria datar


"Kak Steve pindah ke V'LI CORPORATION aja. 1 bulan kakak akan merasakan libur 4X, tapi kakak tenang aja gaji akan lebih besar kok. Bahkan jika kakak kerja dengan sungguh-sungguh mansion yang ada di negara X akan menjadi milik kakak." Ucap Vanessa yang sengaja menggoda satria.


"Benarkah nona? Kalau begitu saya mau nona." Ucap Steve. Seketika satria menatap tajam kearah Steve.


"Tentu kak,tidak lupa dengan beberapa mobil juga dan tidak lupa salah satu cabang V'LI CORPORATION menjadi atas nama kak steve." Ucap Vanessa santai


"Jangan mengambil sekretaris ku Vanessa." Ucap satria datar


"Ya daripada sama kakak, kak Steve tidak pernah kakak berikan apapun." Ucap Vanessa datar

__ADS_1


"Jika Steve menyelesaikan semua pekerjaan dalam bulan ini. Salah satu pulau pribadi yang ku miliki akan menjadi milik Steve bahkan pesawat pribadi yang sudah menjadi bagian dari pulau itu juga menjadi miliknya." Ucap satria datar


"Sebaiknya kakak tepati ucapan kakak." Ucap Vanessa datar


"Semangat kak Steve, kerja yang giat demi pulau pribadi+pesawatnya." Ucap Rino. Seketika satria terdiam karena ia terpancing dengan Vanessa.


"Terimakasih tuan, saya akan lebih bersemangat bekerja." Ucap Steve


"Tepati ucapan kakak atau kak Steve akan menjadi bagian dari V'LI CORPORATION." Ucap Vanessa santai


Gak adik gak kakak kalau taruhan suka asal jeplak. Emang enak senjata makan tuan. Batin Vanessa tersenyum miring.


Satria menatap Steve dengan tajam, seketika Steve tidak mengeluarkan suara. Sedangkan Rino dan Vanessa terus menyuruh satria menepati ucapannya. Awalnya Vanessa hanya berniat menggoda satria, tetapi ia tidak menyangka jika satria menganggapnya serius sehingga ikut memberikan taruhan itu.


Mereka memasuki gerbang keluarga samudra, tangan vanessa mulai dingin karena ia kembali ke tempat pertama ia datang dan menjadi bagian keluarga, tetapi saat keluarganya tau Vanessa adalah ketua mafia saudaranya yang mengusirnya keluar dari mansion.


Vanessa memarkirkan mobil dengan baik, ketiga laki-laki pun turun dari mobil. Hanya Vanessa yang masih berada di dalam mobil.


"Bod*h kenapa lo mau nes diajak kesini." Ucap Lia karena Vanessa melihat ke spion.


"Gue mau bertemu ayah dan bunda, walau saudara angkat gue gak nerima keberadaan gue." Ucap Vanessa datar


"Lo akan sakit hati kembali." Ucap Lia datar


"Gak akan." Ucap Vanessa ketus


"Terserah nes, Lo memang keras kepala. Jika gue tau saudara lo jahat dan nyakitin hati lo. Gue akan langsung ambil alih tubuh lo dan sekalian gue tebas kepalanya." Ucap Lia lalu meninggalkan Vanessa.


Gak akan gue biarin lo ngambil alih tubuh gue. Batin Vanessa

__ADS_1


Lamunan Vanessa terhenti karena Rino mengetuk kaca mobil dan berteriak untuk Vanessa segera turun. Vanessa menarik nafasnya lalu turun dari mobil, ia juga membawa tasnya. Saat Vanessa sudah turun ternyata satria menyiapkan kursi roda Vanessa, sebenarnya Vanessa enggan duduk di kursi roda tetapi mengingat tentang jahitannya ia pun nurut saja.


Vanessa duduk di kursi roda, ia meminta Steve yang mendorongnya karena ia tau jika Rino dan satria akan berebut untuk mendorong kursi roda Vanessa. Vanessa dan Steve sementara menunggu diluar, sedangkan Rino dan satria masuk lebih dulu.


__ADS_2