
Keluarga samudra sampai di markas BLS, ayah,bunda dan Daniar terkejut karena dihalaman mansion banyak anggota BLS yang latihan menggunakan katana.
"Princess itu-
"Mereka lagi latihan bunda, itu juga untuk melatih kecepatan mereka dalam menghindari musuh." Ucap Vanessa
"Sebenarnya Vanessa sudah nyiapin robot buat mereka berlatih, tetapi mereka memilih latihan manual saja." Sambung Vanessa
"Itu katana bohongan kan princess." Ucap Ayah
"Itu asli ayah, mereka tidak ingin latihan dengan katana palsu." Ucap Vanessa
"Wahh keren banget." Ucap Daniar
"Dani suka lihat kayak gini?" Ucap Vanessa
"Suka banget kak, mereka keren banget sih." Ucap Daniar
"Eh awasss." Ucap Bunda yang melihat anggota BLS hampir tertusuk.
"Tenang aja Bun, kalaupun mereka terluka pasti langsung diobati kok." Ucap Vanessa
Mereka pun keluar dari mobil, di depan pintu mansion sudah ada Viko dan Rizki yang menunggu kedatangan mereka.
"Selamat datang di markas BLS Tuan dan Nyonya Samudra." Ucap Viko dan Rizki
"Saya Viko tangan kanan bos Van." Ucap Viko
"Saya Rizki tangan kanan bos Van." Ucap Rizki
"Princess tangan kanan kamu bukannya Irene?" Ucap Bunda
"Irene salah satunya bun." Ucap Vanessa
"Kakak keren banget deh." Ucap Daniar
"Hai Dani, sudah lama kita tidak bertemu ya." Ucap Viko
"Iya kak, Dani udah besar sekarang." Ucap Daniar
"Mari Tuan,Nyonya kita masuk ke dalam." Ucap Rizki
"Woi Vik, Daffa kemana?" Ucap Rino
"Daffa saat ini berada di BL Company tuan." Ucap Viko
"Ga usah pake embel-embel tuan, geli gue dengernya." Ucap Rino
Viko hanya tersenyum menanggapi ucapan Rino, ia harus bisa menjaga sikap di depan kedua orang tua Vanessa.
"Bagaimana dengan orang yang dibawa Rudin kemarin?" Ucap Vanessa datar
"Mereka masih tetap tutup mulut bos." Ucap Rizki
"Ada dimana mereka sekarang?" Ucap Vanessa
"Di ruang penyiksaan seperti yang bos perintahkan." Ucap Viko
"Bawa dia ke halaman belakang, biar aku yang menangani mereka sendiri." Ucap Vanessa
"Baik bos." Ucap Viko
Viko pun menuju ke ruang penyiksaan, ia meminta pada anggota BLS untuk membawa dua orang yang telah mereka tahan selama satu malam.
"Ayah sama Bunda ingin melihat sisi buruk Nessa kan?" Ucap Vanessa
__ADS_1
"Sebenarnya kita mau tau bagaimana kamu memberikan hukuman pada tawananmu princess." Ucap Ayah
"Maaf ayah, untuk itu Vanessa tidak bisa menunjukkannya pada kalian." Ucap Vanessa
"Kenapa tidak bisa sayang?" Ucap Bunda
"Nessa tidak mau kalian jadi ga nafsu makan." Ucap Vanessa
"Tapi jika kalian memaksa, ikut Nessa ke halaman belakang." Ucap Vanessa
Setelah mengucapkan itu, Vanessa menuju ke halaman belakang terlebih dahulu.
"Sebelumnya maaf tuan dan nyonya, apa kalian yakin untuk melihat bos Van menyiksa tawanan?" Ucap Rizki
"Sekejam apa sih bos kamu yang itu?" Ucap Ayah
"Bos Van adalah ketua mafia BLS yang paling kejam dari yang lain tuan, dia tidak memberikan ampunan pada tawanannya, bahkan dia pernah mengubur tawanan hidup-hidup yang badannya penuh luka sayatan." Ucap Rizki
Astaga, putriku benar-benar menjadi iblis disini. Batin Bunda
"Tapi bos Van sangat menyayangi orang terdekatnya, bahkan bos Van tidak akan membiarkan siapapun menyentuh orang terdekat bos Van." Ucap Rizki
"Kami tetap mau melihat adik kami melakukan tugasnya." Ucap Reno
"Baiklah, mari ikuti saya." Ucap Rizki
Rizki membawa keluarga Vanessa menuju balkon lantai 2 untuk melihat cara Vanessa menghabisi tawanannya. Sebenarnya Vanessa tidak ingin keluarganya melihatnya ketika menjadi ketu mafia, tapi apa boleh buat.
Di balkon mereka sudah bisa melihat Vanessa yang duduk di kursi yang berhadapan dengan kedua orang tersebut. Kedua orang itu diikat menghadap ke Vanessa dengan kepala ditutup kain, mereka berdiri dengan keadaan terikat. Vanessa masih santai duduk dihadapan mereka dengan jubah miliknya.
"Apakah halaman ini tempat penyiksaan?" Ucap Bunda
"Benar Nyonya, lebih seringnya dibuat untuk hukuman gantung dan bakar hidup-hidup untuk para penghianat." Ucap Rizki
"Baik bos."
Viko menarik penutup kepala mereka secara bersamaan.
"Hai." Ucap Vanessa
"Bukankah itu-
"Penghianat di kantor anda tuan Samudra." Ucap Rizki
"Apa yang mereka lakukan?" Ucap Dean
"Kedua orang itu mengcopy berkas-berkas milik perusahaan anda tuan, bahkan copy an itu akan mereka jual ke perusahaan lain untuk suksesnya perusahaan lain." Ucap Rizki
"Berani sekali mereka melakukan itu pada perusahaanku." Ucap Ayah
"Sebelum mereka berhasil menjual sudah kami amankan lebih dulu berkas-berkas itu tuan, jadi mereka menjual berkas palsu." Ucap Rizki
"Bertahun-tahun mereka kerja padaku dan aku mempercayai mereka." Ucap Ayah
"Bos Van yang berhasil menjebak mereka, karena bos Van tau jika perusahaan anda mulai menurun tuan." Ucap Rizki
"Dean kamu yang mengurus perusahaan ayah kan?" Ucap Bunda
"Iya bun, Dean juga tidak tau bagaimana mereka mendapatkan file-file itu." Ucap Dean
"Sudahlah lebih baik kita melihat bagaimana princess memberi mereka pelajaran." Ucap Reno
Kembali ke Vanessa
"Kami tidak punya masalah dengan anda nona." Ucap laki-laki itu
__ADS_1
"Iya, bahkan kami tidak mengenal anda." Ucap laki-laki lain
"Baiklah akan ku perkenalkan diriku." Ucap Vanessa
Vanessa melepas topengnya, kedua laki-laki itu terkejut karena mereka tau jika Vanessa adalah putri Tuan Samudra.
"Aku Vanessa Aulia Samudra."
"K-kau
"Sekarang kalian berdua mengenalku bukan." Ucap Vanessa
"M-maaf nona." Ucap mereka
"Maaf? Tidak ada kata maaf untuk penghianat." Ucap Vanessa
Vanessa berdiri dan mendekat ke arah mereka. Vanessa menjambak rambut mereka agar kedua orang itu mendongak.
"Lihatlah bos kalian melihat dari atas." Ucap Vanessa
Kedua laki-laki itu terkejut karena dilantai dua ada Presdir mereka.
"Tuan tolong selamatkan kami."
"Ampuni kami tuan."
Mereka terus berteriak meminta ampunan pada Ayah dan Dean.
"Ku beri waktu kalian untuk memohon pada mereka." Ucap Vanessa
"Tuan kami mohon selamatkan kami."
"Maafkan kami tuan, ampuni kami."
"Princess, lakukan saja tugas kamu." Ucap Ayah
"Baiklah ayah, dengan senang hati." Ucap Vanessa
"Tuan kami mohon ampuni kami tuann."
"DIAM." Bentak Vanessa
"Vikoo."
"Iya bos."
"Keluarkan dua kesayanganku kesini, aku ingin bermain dengan mereka."
"Siap bos."
Viko pergi untuk membawa kesayangan Vanessa. Beberapa saat kemudian Viko kembali membawa Coco dan black. Kedua laki-laki itu semakin ketakutan.
"Hai baby."
Coco dan black berlari ke arah Vanessa, keluarganya yang melihat dari lantai dua sudah panik.
"Princess." Bunda berteriak karena hewan buas yang berlari ke arah Vanessa.
"Tenang saja nyonya, kedua hewan itu kesayangan bos Van,mereka tidak akan menyerang bos Van. Kalaupun menyerang dengan mudah bos Van membunuh mereka." Ucap Rizki
"Itu hewan buas bukan hewan peliharaan biasa." Ucap Bunda
"Kedua hewan itu kesayangan bos Van dan bos yang lain." Ucap Rizki
"Okey, let's start this game." Vanessa menyeringai.
__ADS_1