
Malam harinya Vanessa menuju ke apartemen Satria karena Satria bilang jika dirinya sedang tidak enak badan. Sebenarnya Vanessa tidak percaya karena Satria sering membohonginya.
"Drama apa lagi yang akan dilakukan sitengil satu ini." Ucap Vanessa
Jalanan sedang padat, Vanessa masih dijalan dan Satria terus menelpon dirinya.
"Hmm."
"..."
"Masih dijalan."
"..."
"Sabar."
"..."
"Ribet deh, udah diem gue nyetir."
Vanessa mematikan panggilannya, beberapa saat kemudian Satria kembali menghubunginya.
"Lo mau bikin gue kecelakaan apa gimana sih sat."
"Bodoamat mau lo hubungin sampai ponsel lo meledak gue ga peduli."
Vanessa mematikan panggilannya, karena ia harus fokus pada kemudinya.
"Kelewat gila emang, lagi dijalan dihubungi mulu."
"Puter balik pulang nih gue lama-lama."
Vanessa terus menggerutu karena ponselnya sangat berisik. Sampai di parkiran apartemen Satria, ia segera masuk dan menenteng beberapa makanan untuk Satria.
Satria sudah memberikan password apartemennya pada Vanessa, jadi Vanessa bebas untuk masuk ke apartemennya.
"Sayang kamu lama banget." Ucap Satria yang langsung memeluk Vanessa dari belakang ketika Vanessa menutup pintu apartemen.
"Macet." Ucap Vanessa
"Kamu bohong kan?" Ucap Satria
"Au deh pulang gue." Ucap Vanessa
"Emm gaboleh."
Satria mengeratkan pelukannya.
"Gue gabisa napas." Ucap Vanessa
"Gaboleh pergi, kamu harus disini sampai aku sembuh." Ucap Satria
"Gamau gue bukan istri lo." Ucap Vanessa
"Yaudah besok nikah." Ucap Satria
"Mulut enteng bener kalau ngomong." Ucap Vanessa
"Kamu itu punyaku dan akan tetap menjadi milikku, gaada yang boleh bersamamu kecuali aku." Ucap Satria
"Yaudah iya bawel lo." Ucap Vanessa
"Duduk sana." Sambung Vanessa
Satria duduk disofa sedangkan Vanessa ke dapur untuk menyiapkan makanan Satria. Beberapa saat kemudian Vanessa menghampiri Satria dan membawa dua mangkuk yang berisi sup daging dan nasi agar satria makan.
"Makan." Ucap Vanessa
"Suapin." Ucap Satria
"Manja banget." Ucap Vanessa
Vanessa menuruti ucapan satria, ia menyuapkan makanan itu ke Satria. Beberapa suapan Sinta menghubungi nya, ponsel Vanessa pun berbunyi.
"Gue angkat dulu." Ucap Vanessa
__ADS_1
"Makananku belum habis loh." Ucap Satria
"Yaudah bentar doang." Ucap Vanessa
Ia mengangkat panggilan Sinta tapi ia alihkan menjadi video call karena ia masih menyuapi Satria.
"Haiiii saudara perempuan......ku...."
Sinta yang awalnya antusias menyapa Vanessa pun menjadi diam karena Satria menatap dirinya dengan tajam.
"Kenapa sin?" Ucap Vanessa
"Tumben lo sama itu." Ucap Sinta
"Iya, ni riweh banget yang sakit kepalanya tapi tangannya ga berfungsi." Ucap Vanessa
"Gue kira lo dimarkas sama yang lain." Ucap Sinta
"Ngga, kenapa?" Ucap Vanessa
"Agak gaenak sih gue ngomongnya karena ada itu." Ucap Sinta
"Udah anggep aja ni orang patung, lo ngomong aja." Ucap Vanessa
Satria melirik Vanessa sedangkan yang dilirik fokus pada ponselnya.
"Ayah sakit nes." Ucap Sinta
"Sakit apaan?" Ucap Vanessa
"Ternyata ayah nyembunyiin penyakit kanker hati yang dia punya nes." Ucap Sinta
"Kok lo baru tau sih?" Ucap Vanessa yang langsung menaruh mangkuk makanan pada paha satria.
"Gue baru tau karena gue tadi nemu kertas waktu ayah periksa, ayah di diagnosa kanker hati stadium dua nes." Ucap Sinta
"Astaga sin, terus keadaan ayah sekarang gimana?" Ucap Vanessa
"Ayah masih ngelakuin aktivitas seperti biasa sih." Ucap Sinta
"Cuma gue minta tolong nes, bujuk ayah buat kemoterapi atau apa gitu nes biar sembuh, ayah pas gue bujuk gamau." Sambung Sinta
"Lo kan tau tu orang egoisnya kayak gimana." Ucap Sinta
"Yaudah nanti gue coba hubungin ayah deh." Ucap Vanessa
"Thanks ya nes, gue cuma mau ngabarin itu ke lo karena lo juga anaknya." Ucap Sinta
"Gue juga thanks karena lo masih ngehubungin gue soal ayah." Ucap Vanessa
"Gimanapun juga kita udah saudara nes." Ucap Sinta
"Yaudah nes gue matiin dulu, nyokap manggil." Sambung Sinta
"Oke."
Video call pun dimatikan, sedangkan satria dengan terpaksa meneruskan makannya sendiri bukan disuapin Vanessa.
"Sini lanjutin dulu makannya." Ucap Vanessa
"Ngambek?" Ucap Vanessa
"Gausah ngambek-ngambek meletus kepala lo." Ucap Vanessa
Vanessa merebut mangkuk itu dari tangan Satria, satria masih diam.
"Mau lanjut makan atau gue kuliti lo disini." Ucap Vanessa
"Romantis dikit kek." Ucap Satria
"Dahlah, yok lanjut makannya biar sembuh." Ucap Vanessa
Beberapa saat kemudian drama makan pun selesai.
"Gue udah bawain obat yang disaranin kak Desy sih itu sesuai sama keluhan lo." Ucap Vanessa
__ADS_1
"Aku tidak bisa minum obat sayang." Ucap Satria
"Kenapa?" Ucap Vanessa
"Aku memang ga suka obat dari dulu." Ucap Satria
"Terus lo dulu kalau sakit gimana nyembuhinnya?" Ucap Vanessa
"Infus." Ucap Satria
Lah, infus tanpa minum obat tuh gimana konsepnya. Batin Vanessa
"Diinfus berapa lama?" Ucap Vanessa
"Ga sampai berjam-jam sih cuma hitungan detik doang." Ucap Satria
"Lah kan cairan infus tuh banyak yakali cuma hitungan detik selesai." Ucap Vanessa
"Dikit sayang cairannya itu." Ucap Satria
"Emang tu dokter masang infusnya gimana? Selangnya pendek apa gimana?" Ucap Vanessa
"Loh ga pakai selang kok." Ucap Satria
"Infus ga pakai selang tuh gimana maksutnya?" Ucap Vanessa
"Ga pakai selang, cairannya juga dikit kok, di infus ke tangan udah deh selesai." Ucap Satria
"Pakai jarum kan?" Ucap Vanessa
"Iya sayang." Ucap Satria
"ITU DISUNTIK WOI, KALAU NGAJAK RIBUT BILANG." Ucap Vanessa karena kesal dengan jawaban Satria.
"Apa bedanya suntik sama infus?" Ucap Satria
"Suntik tuh biasa ga pakai selang, kalau infus baru pakai." Ucap Vanessa
"Ya itu deh pokoknya." Ucap Satria
Presdir tapi bego banget,gabisa bedain infus sama suntik. Batin Vanessa
"Tapi aku bilangnya infus sayang." Ucap Satria
"Terserah lo mau bilang infus kek,transfusi kek apa kek bodo amat gue." Ucap Vanessa
"Kok kamu marah sih?" Ucap Satria
"Ga gue ga marah." Ucap Vanessa
"Terus apa dong?" Ucap Satria
"Emosi." Ucap Vanessa
"Marah sama emosi apa bedanya?" Ucap Satria
"Serah lo." Ucap Vanessa
"Pokoknya aku ga mau minum obat." Ucap Satria
"Bodoamat mau lo ga minum obat sampai masuk UGD gue gapeduli." Ucap Vanessa
"Jahat banget sih kamu, rayu kek." Ucap Satria
"Lo tuh ya udah sakit masih aja nyebelin, minum." Ucap Vanessa
"Kalem dikit gituloh." Ucap Satria
Ribet ******. Batin Vanessa
"Sayang, makannya udah selesai sekarang waktunya minum obat. Kalau kamu ga minum obat bisa aku pastiin malam ini mulut kamu berbusa loh." Vanessa mencoba berkata selembut mungkin.
"Iya sih lembut banget cuma kenapa akhirannya mengancam." Ucap Satria
Tanpa mendengarkan ucapan Satria, Vanessa membuka obat itu dan memberikannya pada Satria. Dengan tatapan tajam Satria pun paham jika ia harus segera meminum obatnya. Dengan cepat Satria memasukkan beberapa obat itu ke mulutnya dan segera ia telan, Satria mengambil air yang ada ditangan Vanessa.
__ADS_1
"Pinter deh sayangku ini." Ucap Vanessa sambil mengusap rambut Satria.
Astaga pahit banget, gue benci obat ini. Batin Satria