
"Apa kalian tau ketua dari BLS?" Ucap vanessa
"Yang kami tahu dari informasi yang beredar BLS dipimpin 4 gadis cantik dengan nama inisial V semua." Ucap alvian polos.
"Aku akan membantu kalian membalaskan dendam ke abigail." Ucap vanessa santai.
"Benarkah?" Ucap mereka serempak.
"Tentu, kalian yang akan menjadi tangan kanan kami di negara ini dan sekretaris pribadi perusahaan kami." Ucap vanessa santai
"Maksutnya?" Ucap mereka serempak yang masih bingung dengan ucapan vanessa.
"KAMI ADALAH PEMIMPIN DARI BLS DAN PEMILIK DARI BL COMPANY." Ucap vanya,vinda dan viola serempak lalu masuk ke ruang kerja mereka.
"Kalian jangan bercanda karena ini tidak lucu." Ucap kevin yang masih tidak percaya.
"Baiklah kalian perhatikan ini." Ucap vanessa.
Teman-teman vanessa yang mengerti maksud dari ucapan vanessa pun segera membuka lemari yang ada di ruang kerja mereka. Di lemari itu terdapat 8 jubah yang masing-masing sudah ada pemiliknya tetapi sisa 2 jubah lagi untuk tangan kanan BLS. Mereka memakai jubah dan topeng andalan mereka. Alvian dan kevin yang melihat itu pun semakin tertegun karena mereka bertemu langsung dengan ketua BLS.
"Ja..jadi Kalian ini.." Ucap alvian gugup
"YES I'M LEADER MAFIA BLS." Ucap 4V serempak. Alvian dan kevin semakin gugup ada rasa bangga dan takut.
"Vin pukul gue dong, ini nyata atau mimpi." Ucap alvian.
"Kalian tidak mimpi ini nyata kok." Ucap vanessa santai
__ADS_1
"Mulai sekarang kalian tangan kanan kami di negara ini." Ucap vanya lalu memberikan 2 jubah untuk mereka.
"Kalian langsung percaya kepada kami?" Ucap kevin
"Melihat kegigihan kalian untuk menjadi bagian dari kami itu sudah cukup." Ucap vanessa santai. Alvian dan kevin hanya bisa mengangguk.
"Kalian pasti tahu bukan desas desus orang-orang kalau ada penghianat di BLS." Ucap vinda santai
"Ka..kami tau. Mereka akan digantung,dicambuk dan dibakar hidup-hidup." Ucap alvian dan kevin serempak. 4V pun tersenyum.
"Baiklah 2 minggu kalian gunakan untuk berlatih dengan baik. Karena kami ingin kalian merekrut orang-orang untuk anggota BLS." Ucap viola. Alvian dan kevin pun mengangguk.
4V pun segera melepaskan jubah dan topeng mereka. Vanessa berniat menyusul daniar di meja makan.
"Dani nyariin lo tadi nes, lo samperin sono." Ucap vanya yang diangguk i vanessa
"Dulu bukan sekarang iya." Ucap vanessa santai. Kevin dan alvian pun bingung mereka saling pandang karena tidak paham ucapan vanessa.
"Huh, gue adopsi daniar dia mau ketabrak mobil gue tadi pagi." Ucap vanessa ketus. Dijawab mereka anggukan dan bibir membulat membentuk huruf O.
"Udah ah gue ke daniar dulu, kamar kalian di sebelah kanan ruangan ini." Ucap vanessa lalu meninggalkan ruang kerja nya. Disana vanya,viola dan vinda juga keluar menuju ruang latihan.
"Alvian gue seneng banget bisa gabung dengan BLS. Menjadi tangan kanannya juga." Ucap kevin
"Gue juga akhirnya impian kita bergabung mereka untuk balas dendam ke abigail terwujud." Ucap alvian
"Mereka baik kok sebenarnya hanya saja kalau berhadapan sama musuh menjadi sadis." Ucap alvian
__ADS_1
"Lo tau nggak vanessa cantik banget gila. Tapi vanya boleh juga sih hemm. Apalagi viola huwahh dam vinda ini hemm idaman mereka itu." Ucap kevin
"Gue harap lo gak lupa kalau mereka ketua kita." Ucap alvian ketus
"Gue gak lupa kok, eh 2 cewek di samping mereka tadi siapa namanya.. ah iya irene dan adisya wahhh kita di kelilingi bidadari bro." Ucap kevin tersenyum-senyum sendiri
"Bidadari hanya topeng sebenarnya ya iblis cantik lah." Ucap alvian.
"Gue mau ke kamar sebentar lalu ke ruang latihan, serah lo mau tetap disini dengan hayalan gajelas lo juga ga masalah." Ucap alvian meninggalkan kevin yang masih sibuk dengan halusinasinya.
"Yah ditinggalin gue. Bener juga sih mereka IBLIS CANTIK. Wajah malaikat tapi kalau diusik berubah menjadi iblis." Ucap kevin lalu meninggalkan ruang kerja milik 4V menuju ke kamar pribadinya.
Vanessa dkk biasanya akan berlatih tengah malam karena bila siang mereka lebih sibuk belajar dan belajar. Agar kelas akselerasi mereka segera selesai dengan waktu cepat. Vanessa juga harus menyelesaikan berkas-berkas dari V'LI CORPORATION dan BL COMPANY yang kedua perusahaan itu juga memiliki cabang disini. Hanya saja BL COMPANY baru saja di dirikan di negara itu. Vanessa juga harus memantau cabang perusahaan milik ayah samudra. Sejujurnya vanessa juga memiliki rasa lelah, tetapi itu semua tidak ada apa-apanya karena semangatnya agar lebih cepat membalaskan kebenciannya kepada ayahnya sendiri. Sampai di ruang makan vanessa melihat daniar sedang duduk diam saja disana, vanessa pun tersenyum dan menghampiri daniar.
"Dani kamu belum tidur." Ucap vanessa lembut
"Dani mau tidur bareng kak nessa." Ucap dani. Vanessa pun menyetujui permintaan daniar.
"Baiklah tapi kakak makan malam sebentar ya." Ucap vanessa yang diangguk i daniar. Vanessa pun segera makan dengan waktu singkat. 20 menit kemudian vanessa sudah selesai.
"Ayo tidur sayang ini sudah malam." Ucap vanessa lalu menggandeng tangan daniar. Irene bertemu vanessa saat keluar ruang makan.
"Nes kita harus latihan." Bisik irene saat di samping vanessa.
"Duluan aja ntar gue menyusul. Dani mau tidur kalau gue temenin." Ucap vanessa tanpa mengeluarkan suara. Irene yang paham pun segera menuju ruang latihan. Kevin dan alvian pun ikut latihan juga. Sampai di kamar daniar ia langsung merebahkan tubuhnya di samping daniar.
Daniar meminta vanessa menceritakan 1 dongeng saja, karena vanessa yang masih belum beli buku cerita akhirnya ia pun mengeluarkan ponselnya dan membuka situs online untuk buku cerita anak-anak. Vanessa mulai bercerita dan daniar mulai mendengarkan dengan semangat hingga setengah jam kemudian daniar tertidur dengan memeluk erat tubuh vanessa. Vanessa memindahkan tangan daniar dengan hati-hati lalu ia keluar menuju ruang latihan.
__ADS_1
1 jam vanessa latihan bersama teman-temannya lalu ia segera keluar dan menuju ke kamar pribadinya untuk membersihkan badan dan kembali ke kamar daniar. Setelah mandi vanessa menuju ke kamar daniar karena pukul 22.00 vanessa juga membawa laptop untuk menyelesaikan berkas-berkas perusahaan. Sampai di kamar daniar ia sangat terkejut karena mendengar suara tangisan.