I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 125


__ADS_3

Dua Minggu kemudian


Ini adalah hari dimana keluarga Vanessa akan mengadakan acara anniversary pernikahan orang tua angkat Vanessa sekaligus pengenalan Vanessa dan daniar sebagai bagian dari keluarga Samudra. Pagi hari semua sedang sibuk dengan kesibukan masing-masing, karena keluarga Samudra berda di hotel bintang lima. Dan acaranya berlangsung di pantai dekat hotel yang mereka tempati, lebih tepatnya hotel milik keluarga Waluyo (bokap Adisya.)


Begitu pula dengan teman-teman Vanessa yang sudah di hotel tersebut, yang lain sibuk dengan persiapan mereka mulai dari pakaian dan lain-lain. Berbeda dengan Vanessa yang masih setia di atas kasur, karena ia sudah menyiapkan gaunnya. Gaun Vanessa dan milik teman-temannya memiliki rancangan khusus jadi mereka bisa membawa pistol atau pisau lipat, untuk berjaga-jaga bila ada penyerangan dadakan.


Vanessa yang masih setia dengan mimpinya harus segera beranjak dari kasur karena kehebohan dari beberapa makhluk hidup. (Yang jelas temannya inces nessa)


"WOYY... VANESSAA... BANGUUUNNNNN..." Teriak viola,vinda,Adisya dan Irene. Sedangkan Vanya hanya diam dan menutup telinga saja.


Karena Vanessa yang mendengar kebisingan dan mendengar tawa yang tidak lain sahabatnya sendiri pun geram dan langsung melemparkan selimut dan tepat menutup 4 temannya yang sudah mengganggu mimpinya.


"BRISIK."


Brukkk


"Aahhmmmmmm Nessa s*alan." Teriak viola dan Irene.


"Lagian lo ngapain sih gangguin masih pagi juga." Ucap Vanessa ketus.


"Hahh..huh.. masih pagi otak lo sengklek." Ucap vinda ketus


"Udah jam 9 nes." Ucap Adisya sambil melihat jam tangannya.


"Gadis apaan lo bangun jam segini." Ucap viola dan irene. Sedangkan Vanya hanya duduk di sofa yang tersedia disana sambil memainkan ponselnya. Vanya sedang memantau perkembangan Felisha untuk segera berbicara dengan dokter pribadi yang menangani Felisha.

__ADS_1


"Bodo amat, mau jam 9 mau jam 1 siang gue gak peduli." Ucap Vanessa datar lalu mengambil minum yang ada di nakas.


"Emang lo udah siapin buat ntar malam." Ucap Adisya.


"Udah. Tuh." Ucap Vanessa sambil menunjuk gaun yang tergantung di dekat lemari pakaian dengan dagunya.


"Widih gak sia-sia ya kita sewa desainer terkenal." Ucap irene. Vanessa hanya mengangkat bahunya acuh.


"Btw lo semua udah suruh Viko,rudin,Daffa,Rizki buat nanti malam belom." Ucap Vanya tanpa menatap ke arah teman-temannya.


"Woh santai bosku itu semua sudah diatur kok." Ucap Adisya santai. Vanya hanya menganggukkan kepala saja.


"Minggir gue mau mandi." Ucap Vanessa ketus sambil mendorong bahu vinda dan Adisya.


"Dasar kebo perawan." Ucap vinda dan Adisya serempak.


Sedangkan Vanya telah selesai dengan ponselnya dan ikut teman-temannya menonton televisi di kasur King size kamar Vanessa. Sambil memakan cemilan yang tersedia di nakas, Vanya merebut toples dari tangan vinda.


"Kalau minta ngomong jangan main saut aja gitu. Itu tangan belum pernah di patahin emang." Ucap vinda ketus. Sedangkan Vanya tidak memperdulikan ucapan vinda dan terus memakan camilan itu.


"Woy mbaknya budeg ya." Ucap vinda yang mulai kesal dengan Vanya.


"Ssttt brisik." Ucap Vanya,viola,Irene dan Adisya serempak. Karena ada acara horor di channel televisi.


Vanessa keluar dari kamar mandi dengan baju santainya, celana sepaha dan kaos hitam polos. Sambil mengeringkan rambutnya denga handuk. Vanessa melihat ke arah televisi dan menyeringai, karena sedari tadi ia mendengar kebisingan yang diciptakan teman-temannya. Dan ia melihat vinda sedang cemberut dan memainkan ponselnya.

__ADS_1


Vanessa mengambil hairdryer dan mulai dengan rencana untuk mengerjai teman-temannya. Seketika...


Clakk..


"Loh..loh nes kok lo cabut sih." Ucap viola yang terkejut karena Vanessa mencabut colokan televisi.


"Gue mau keringin rambut." Ucap Vanessa santai lalu menyalakan hairdryer dan mulai mengeringkan rambutnya.


"Nes colokan lain masih ada, ngeselin banget sih lo." Ucap Irene mulai kesal dengan Vanessa.


"Yaudah sih bentar doang kok." Ucap Vanessa santai. Sedangkan vinda tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha lamain nes." Ucap vinda yang tertawa melihat wajah teman-temannya kesal karena ulah Vanessa.


5menit kemudian Vanessa pun selesai dan kembali mencolokkan kabel televisinya, lalu ikut duduk dengan teman-temannya. Saat televisi sudah menyala ternyata film tersebut sudah berakhir.


"Huaaa endingnya tadi apaan." Ucap Adisya


"Lo sih nes, padahal tadi udah deketin endingnya. Itu hantu gimana dan kenapa bisa jadi kek gitu." Ucap Irene kesal.


"Gue lupa juga itu tadi judulnya apaan." Ucap viola.


"Bodo amat, itu urusan kalian." Ucap Vanessa santai lalu membuka ponselnya. Hanya mengecek saja lalu menaruh di sakunya.


"Vin, makan yok." Ucap Vanessa. Vinda pun dengan senang hati ikut.

__ADS_1


"Ayo lah nes, sebagai ucapan terimakasih gue karena udah bikin mereka kesel." Ucap vinda lalu berdiri. Dan segera ikut Vanessa.


Karena yang lain bingung mau ngapain di kamar Vanessa akhirnya ikut turun juga walau mereka masih dalam keadaan marah pada Vanessa. Mereka turun di restoran yang ada di dalam hotel itu.


__ADS_2