
Vanessa mencoba untuk menghubungi vanya,tapi tidak kunjung dijawab oleh Vanya. Saat akan menghubungi Vanya kembali,tidak lama rudin menghubungi Vanessa.
"Ada apa?" Ucap Vanessa to the point
"..."
"Dasar ceroboh,sekarang dimana posisinya?" Ucap Vanessa tegas. Rizki pun sedikit takut karena Vanessa mulai mengeluarkan aura yang mematikan.
"..."
"Aku akan menyusul kalian." Ucap Vanessa lalu mematikan panggilan secara sepihak.
"Pergi ke hutan yang ada didekat pantai sekarang juga." Ucap Vanessa dingin.
"Baik bos." Ucap Rizki lalu melajukan mobil.
Ingin Rizki bertanya tetapi ia takut akan membuat Vanessa semakin kesal, Rizki hanya mengikuti ucapan Vanessa untuk menuju ke hutan yang ada di dekat pantai.
Suasana macam apa ini. bahkan mobil ini lebih dingin. Batin Rizki
Rizki tau jika hutan itu tempat yang sering terjadi pembunuhan, karena hutan lebih tinggi dari pantai. Sehingga setelah ada pembunuhan mayat akan dilempar dari tebing dan langsung terjun ke pantai.
"Tenang dulu nes. Ada apa?" Ucap Rizki yang memberanikan diri untuk bertanya.
"Kak Reno disekap." Ucap Vanessa datar
__ADS_1
"Bagaimana bisa? Bukannya Reno ada di mansion." Ucap Rizki yang terkejut dengan ucapan Vanessa.
"Setelah kita meninggalkan mansion, tidak lama kak Reno juga pergi. Anak buah kita kehilangan jejak kak Reno karena ada beberapa mobil yang sengaja menghalangi mereka. Sehingga mereka kecolongan dan kak Reno harus disekap, bahkan mereka tidak segan melukai kak Reno dengan terus menabrak mobilnya." Ucap Vanessa yang mulai mengeluarkan aura membunuhnya.
"Pasti yang lain menuju kesana nes, aku akan mengambil jalan pintas sehingga dengan cepat sampai disana." Ucap Rizki. Vanessa hanya mengangguk saja.
Rizki melajukan mobil dengan kecepatan penuh, ia lewat jalan pintas yang lebih cepat untuk sampai di tempat yang Vanessa maksut.
"Sial kenapa harus ada kemacetan." Ucap Vanessa yang geram karena jalan yang lebih cepat memang harus melewati kemacetan yang lumayan panjang.
Vanessa pun tidak tahan dengan kemacetan lalu lintas pun mengeluarkan jubah dan topengnya. Ia keluar dari mobil, banyak pengendara yang melihat Vanessa keluar dari mobil. Mereka pun sangat terkejut, karena Vanessa keluar dari mobil dengan membawa senapan di tangan kanannya.
Dor..dor..dor..
"Sial." Ucap Vanessa.
Dor..dor..dor..
Vanessa menembak ke arah orang yang menembaknya, dan peluru Vanessa tepat pada orang tersebut. Vanessa sudah tu dari awal jika ia dan Rizki pasti diikuti seseorang.
Pertempuran saling tembak pun tidak dapat Vanessa hindari. Bahkan Rizki juga ikut turun dan membantu Vanessa, mereka juga harus bersembunyi diantara mobil-mobil.
Setelah Vanessa dan Rizki mulai kuwalahan, dari arah yang berlawanan Tania datang bersama beberapa pasukan sniper, banyak musuh yang berhasil ditaklukan oleh anggota sniper.
"Segera ke hutan dekat pantai nes. Ini motor kamu, akan ada beberapa anggota yang mengamankan kamu, biarkan kami yang membereskan mereka." Ucap Tania lalu memberikan kunci motor Vanessa.
__ADS_1
"Terimakasih kak." Ucap Vanessa lalu berlari ke arah motornya.
Brumm..brumm..
Vanessa melajukan motornya dengan kecepatan penuh,bahkan ia tidak segan mengangkat ban depannya karena ada tembakan yang dilesatkan musuh dari arah depan. Diikuti beberapa anggota sniper di belakang Vanessa, sesekali Vanessa menembakkan peluru ke arah musuh.
Dor..dor..brumm..brumm..
Vanessa melesat dengan kecepatan penuh, sedangkan ditempat pertempuran Tania,Rizki dan beberapa anggota sniper yang lain berhasil menaklukkan musuh. Tetapi ada juga yang memilih kabur mengikuti Vanessa.
"Maaf tuan, pin ini terjatuh dari salah satu jaket mereka." Ucap salah satu anggota sniper yang memberikan pin kepada Rizki.
"Mr.A" Ucap Rizki
"Aku tidak pernah mendengar nama mafia ini." Ucap Tania
"Sepertinya mereka bukan mafia." Ucap Rizki tegas
"Maksutmu?" Ucap Tania
"Mr.A adalah kelompok pembunuh bayaran yang berasal dari negara C. Mereka sangat berbahaya, bahkan BLS dibawah mereka, pemimpin mereka dikenal sebagai psycopath gila." Ucap Rizki
"Lebih baik kita segera menyusul yang lainnya,karena incaran terbesar mereka pasti vanessa." Ucap Tania. Rizki pun mengangguk.
Mereka mulai melanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh. Banyak mobil yang berserakan bahkan kerusakan mobil dimana-mana. Anggota yang lain sedikit menyingkirkan beberapa mobil yang menghalangi jalan mereka.
__ADS_1