
"Tapi kan kamu dengar sendiri sayang penjelasan rino tadi. Rino dan princess juga belum tentu sengaja melakukan itu, sejahil apapun mereka pasti tidak akan melakukan itu sayang." Ucap bunda lembut.
"Tapi itu bukan hanya tergores bunda, banyak yang penyok juga." Ucap dean
"Mungkin yang nabrak sedikit ngantuk dean. Kamu tau sendiri bukan kalau rino itu tidak terlalu suka naik motor, walaupun motor sportnya ada 4." Ucap ayah
"Oh ayolah ayah bunda, dean hanya memberikan pelajaran kepada mereka agar tidak ceroboh lagi." Ucap dean
"Kamu sisakan 1 mobil aja buat rino, kalau vanessa kan dia masih suka naik motor." Ucap bunda
"Baiklah bunda, dean hanya sisakan mobil lambhorgini veneno yang hanya dia pakai saat pertama kali saja." Ucap dean dengan berat hati. Ayah dan bunda pun menggelengkan kepala.
"Reno berangkat dulu ayah bunda." Ucap reno lalu mencium pipi ayah dan bunda lalu berangkat menuju ke perusahaan miliknya dan rino.
Sedangkan dean masih membujuk rino, rino kurang suka dengan keputusan dean, karena itu mobil pertama rino yang hanya ia pakai saat barunya saja setelah itu ia jadikan salah satu koleksinya. Tetapi kali ini mau tidak mau ia harus menyetujui ucapan dean. Tidak lama rino pun bergegas menuju ke perusahaan begitu pula dengan dean.
Sedangkan vanessa masih dijalan mengantar daniar, sampai di depan gerbang vanessa bertemu dengan satpam.
"Belajar yang rajin sayang, nanti tunggu kak nessa jemput ya." Ucap vanessa
"Baik kak nessa." Ucap dean lalu berlari menuju ke kelasnya.
Sedangkan vanessa segera menuju ke perusahaannya,disana ia sudah bertemu dengan irene dan adis. Vanessa segera menuju ke ruangan nya, ia masih berpikir pada mobil hitam yang menabrak nya dengan rino kemarin.
Vanessa mencari tau siapa pemilik mobil itu,vanessa ingat plat nomornya tetapi sedikit susah untuk mencarinya karena itu plat nomor palsu. Vanessa masih bingung apa maksut orang itu menabrak dirinya bersama rino kemarin.
Apa maksut orang itu nyerempet gue sama kak rino. Batin vanessa
__ADS_1
Tidak lama vanessa mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal, sayangnya nomor itu masih saja tidak bisa dilacak.
'Maaf sweety kemarin aku cemburu, tapi aku yakin kamu tidak apa-apa kok. Jangan pernah jalan bersama orang lain lagi sweety, untuk saat ini aku belum bisa menghadap kepadamu sweety, aku masih malu. Tunggu saja ya sweety karena kamu hanya milikku.' Isi pesan itu.
Vanessa pun terkejut bukan main apa maksut dari pesan itu.
"Sweeta sweety lo pikir gue pampers bayi apa." Gumam vanessa
Kalau ini satria kan gak mungkin,apalagi si genta. Batin vanessa
"PUSING." Teriak vanessa lalu menggebrak meja di depannya, hingga meja itu retak. Tetapi ada karyawan yang terkejut dengan vanessa.
BRAKK
Nona presdir saya takut. Batin salah satu karyawan itu
"Kenapa kau tidak ketuk pintu." Ucap vanessa dingin
Sedangkan di belakang karyawan itu ada adisya, adis pun menggelengkan kepala. Vanessa mulai lebih pusing karena memikirkan kejadian yang menimpanya.
"Ada apa." Ucap vanessa datar
"Ma..maaf nona sa..saya ambil cuti 2 minggu untuk pulang kota ka..karena is..istri saya melahirkan." Ucap karyawan itu sedikit gagap.
"Baiklah anda boleh ijin 3 minggu." Ucap vanessa
"Terima kasih nona." Ucap karyawan itu
__ADS_1
"Oh tunggu, pergilah ke bagian keuangan." Ucap vanessa
"Nona saya mohon jangan pecat saya, saya tidak jadi mengambil cuti." Ucap karyawan itu sambil memohon.
"Hei apa maksutmu, aku menyuruhmu pergi ke bagian keuangan karena untuk biaya kelahiran istrimu disini juga memiliki prosedur itu." Ucap vanessa. Karyawan itu menghela nafas karena ia salah sangka.
"Maaf nona." Ucap karyawan itu
"Hmm sampaikan salamku pada istrimu." Ucap vanessa
"Baik nona." Setelah mengucapkan itu, karyawan itu segera keluar dari ruangan presdir. Tetapi adisya masih di ruangan vanessa.
"Lo kenapa nes,daritadi lo ngelamun mulu." Ucap adisya
"Gue berantem sama kak dean." Ucap vanessa memijit dahinya.
"Huh jangan lo bawa ke kantor nes, lo tau karyawan itu tadi gemetar badannya." Ucap adisya
"Ya sorry." Ucap vanessa singkat
"Gue mau ke apartemen aja, tambah pusing gue kalau disini." Ucap vanessa lalu beranjak meninggalkan perusahaan.
Sampai di loby vanessa menabrak seorang pria bertubuh kekar. Vanessa terhuyung tetapi ia tidak sampai jatuh karena pinggangnya tertahan lengan kekar. Vanessa yang tadinya menutup mata langsung membuka matanya, ia terkejut karena menabrak satria.
"Anda tidak apa-apa nona lia." Ucap satria
"Sa..saya..." belum sempat vanessa menjawab ucapan satria, ia pingsan. Tidak lama ia pun terbangun dan berada di ruangan putih, ia memegang kepalanya yang masih pusing.
__ADS_1
"Kamu sudah sadar nessa." Ucap seseorang
Deg