I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 123


__ADS_3

"PRINCESS..." Teriak Dean dan reno. Sedangkan Vanessa hanya menatap santai ke arah mereka.


"Jangan takut princess kakak akan bunuh ular itu." Ucap Dean yang mulai khawatir pada Vanessa.


"Lebay deh, dia gak gigit nessa kok." Ucap Vanessa ketus.


"Princess bagaimana pun juga itu binatang buas, dan bisa mencelakai kamu." Ucap Reno.


"Udah deh kak gak usah lebay, nessa boleh ga pelihara snake ini." Ucap Vanessa sambil mengelus kepala ular itu. Sedangkan ular itu benar-benar jinak di tangan Vanessa.


"Apa.." Reno dan Dean sangat terkejut dengan ucapan Vanessa.


"Berhenti bercanda princess, ular itu liar." Ucap Dean yang mulai marah.


"Vanessa lebih baik ularnya kamu lepaskan saja." Ucap satria. Sedangkan Mike menutup mukanya dengan bantal karena takut pada ular.


"Gak mau." Ucap Vanessa datar.


Tidak lama ayah,bunda,rino dan daniar tiba di mansion. Entah darimana mereka pergi, mereka sangat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Princess sayang..." Ucap bunda yang sangat terkejut melihat Vanessa bermain-main dengan ular sanca besar.


"Ayah,bunda. Halo kak Rino, Hai adeknya kakak." Ucap Vanessa santai

__ADS_1


"Princess kamu temuin dimana ular itu." Ucap ayah lembut.


"Oh, dia tadi main-main di pohon tinggi dekat pagar pembatas taman belakang ayah. Nessa denger para pelayan dan penjaga sangat berisik, yaudah Nessa samperin eh ternyata cuma ular aja bikin heboh." Ucap Vanessa santai. Sedangkan Dean,Reno,satria,Mike,dan Rino yang mendengar ucapan Vanessa 'CUMA ULAR' pun melotot tidak percaya.


"Lah ini anak cuma ular, gak ada takut-takutnya sama binatang itu." Ucap Mike


"Buktinya nessa kan gak di apa-apain kenapa harus takut sih." Ucap Vanessa santai.


"Dani mau megang." Ucap Vanessa yang melihat mata Dani sangat ingin memegang tetapi dia juga takut.


"Nanti Dani dipatuk kak." Ucap Dani dengan mulut gemetar.


"Dia udah jinak kok ditangan kakak, kalau nanti Dani di apa-apakan. Kakak yang pertama menguliti ular ini dan menjadikan kulitnya sebagai tas." Ucap Vanessa sambil menatap tajam ular itu, seperti mengerti ucapan Vanessa ular itu juga takut. Dean,Reno,Rino, Satria dan Mike yang mendengar ucapan Vanessa bergidik ngeri.


"Terserah." Ucap Vanessa datar


"Ayah bunda.. emm Nessa boleh kan pelihara ular ini." Ucap Vanessa lembut.


"Enggak." Ucap Dean,Reno dan Rino serempak.


"Ishh Nessa gak tanya ke kakak, jadi lebih baik diam aja napa sih." Ucap Vanessa ketus.


"Princess tapi ular itu bahaya sayang, sewaktu waktu dia pasti akan menyerang kamu bagaimana." Ucap bunda lembut diangguk i oleh ayah.

__ADS_1


"Ayolah ayah bunda. Plisss....." Ucap Vanessa dengan puppy eyes nya. Satria yang melihat Vanessa seperti itu pun semakin gemas.


Kenapa dia jadi lebih menggemaskan jika begini. Batin satria


"Kalau sudah begitu apakah ayah bisa menolak permintaan putri ayah ini." Ucap ayah lembut. Vanessa pun tersenyum penuh kemenangan.


"Terimakasih ayah bunda." Ucap Vanessa saat akan memeluk ayah dan bunda, mereka mundur lalu Vanessa menatap tubuhnya yang masih ada ular itu.


"Hehehe maaf." Ucap Vanessa cengengesan.


"Jaga baik-baik ya princess, bunda harap di mansion ini tidak ada yang terluka akibat ular baru kamu." Ucap bunda lembut.


"Siap laksanakan bunda." Ucap Vanessa dengan gerakan hormat layaknya tentara.


Setelah mendapat ijin Vanessa membawa ular barunya ke taman belakang untuk ditaruh ke kandang yang sudah ia pesankan pada penjaga rumah agar dibelikan. Sedangkan diruang tamu Dean,Reno dan Rino protes ke ayah dan bundanya. Karena telah mengijinkan Vanessa untuk memelihara ular itu, sedangkan ayah dan bunda hanya menggelengkan kepala melihat ketiga putranya sangat kesal.


DI MANSION VANYA.


Vanya melajukan mobil dengan kecepatan sedang untuk menuju ke mansionnya, ditengah perjalanan anak kecil yang bersama Vanya pun bangun. Untunglah saat lampu merah Vanya memberikan roti dan air untuk dia sarapan, karena ia tau saat di markas anak di sampingnya belum mengambil sarapannya.


20menit kemudian, Vanya dan anak itu sudah sampai di mansion, saat Vanya dan anak itu turun dari mobil penjaga dan pelayan yang ada di depan mansion.


"Non Vanya.. ini siapa non." Ucap salah satu pelayan

__ADS_1


"Nanti bibi juga tau." Ucap Vanya lembut


__ADS_2