
Rino diantarkan Desy ke ruang bawah tanah, karena beberapa hari sebelum Vanessa sadar, tuan Adi jatuh sakit dan memerlukan perawatan dari Desy. Saat tuan Adi akan dipindahkan ke ruang medis, entah kenapa tuan Adi lebih memilih untuk tetap di penjara bawah tanah.
"Masih lama." Ucap Rino datar
"Sabar." Ucap Desy yang tak kalah datar oleh Rino.
1 Minggu ini, Rino dan Desy lebih sering bertengkar. Entah kenapa setiap mereka bertemu pasti akan saling lempar tatapan tajam, jika saja Desy ke ruang bawah tanah bersama Rino tidak atas perintah Vanya maka ia akan menolaknya. Tetapi ia diperintahkan oleh Vanya, jadi mau tidak mau dia harus bersama Rino saat menuju penjara bawah tanah.
"Jika penjara modelnya begini, mungkin akan lebih banyak orang yang suka dengan penjara ini." Ucap Rino.
"Cerewet." Ucap Desy datar
"Aku tidak sedang berbicara padamu nona, jadi lebih baik kau diam saja." Ucap Rino
"Aku heran, bagaimana Vanessa memiliki kakak sinting seperti dirimu." Ucap Desy ketus lalu meninggalkan Rino. Sedangkan langkah Rino terhenti sebentar karena ucapan Desy.
"Jika kau bukan dokter yang mengurus adikku, dengan senang hati aku mengirimmu ke kandang beruang madu." Ucap Rino yang menyusul Desy dari belakang.
"Brisik." Ucap Desy ketus. Rino pun menutup mulutnya, dia enggan membuka suara karena dokter di depannya masih bagian dari BLS.
Sampai di penjara yang Adi Pratama dan keluarganya tempati, Desy menyuruh penjaga untuk membuka pintu penjara. Sedangkan Rino langsung masuk terlebih dahulu dan segera berbicara pada tuan Adi.
"Tuan Rino." Ucap Adi Pratama dengan nada lemah.
__ADS_1
"Princess ingin bertemu dengan anda tuan, saya harap anda memenuhi keinginan adik saya." Ucap Rino
"Tentu tuan, karena bagaimanapun juga Vanessa adalah putriku. Oh tunggu apa dia sudah sadar." Ucap tuan Adi yang mencoba untuk mencerna ucapan Rino.
"Iya tuan, dia ingin bertemu dengan anda." Ucap Rino
"Jangan temui dia mas." Ucap diana
"Papa terlalu baik padanya, sedangkan dia saja masih mengurung kita disini." Ucap sinta
"Sudahlah Diana, dia juga putriku. Dan Sinta, bagaimanapun juga Vanessa adalah saudaramu." Ucap Adi yang mencoba untuk berdiri tetapi keadaannya masih lemah. Rino pun membantu tuan Adi untuk berjalan.
Sedangkan Desy yang akan mengecek keadaan tuan Adi harus tertahan karena Rino tidak sabar membawa tuan Adi.
"Kau bisa cek keadaannya di ruang medis nanti Bu dokter." Ucap Rino. Karena Rino tau jika Desy tidak suka dipanggil Bu dokter.
"Aku belum ibu-ibu tuan." Ucap Desy ketus
"Mungkin sekarang belum, tapi kedepannya kau adalah ibu dari anak-anakku." Ucap Rino. Seketika wajah desy memerah akibat ucapan Rino, Desy pun mengalihkan wajahnya dari rino dan segera meminta penjaga untuk mengunci penjara kembali.
"Kau kenapa." Ucap Rino yang heran dengan tingkah Desy.
"Segera bawa tuan Adi ke ruang medis." Ucap Desy lalu meninggalkan Rino yang membopong tuan Adi.
__ADS_1
"Setidaknya bantu lah." Ucap Rino
"Kau kan laki-laki bagaimana bisa kau meminta bantuan padaku. Dasar lemah." Ucap Desy
"Kan romantis jika kita berdua membantu tuan Adi." Ucap Rino
"Romantis, makan tuh romantis. Cepat." Ucap Desy lalu melangkah meninggalkan Rino setelah perdebatan yang ia alami bersama Rino. Sedangkan Rino terus berteriak meminta bantuan Desy.
Tuan Adi yang melihat Rino menggoda Desy hanya menggelengkan kepala, Rino terus membantu tuan Adi untuk berjalan menuju ruang medis. Rino tau jika keadaan tuan Adi sedikit lemah karena badannya masih lumayan panas.
Desy sampai lebih dulu di ruang medis, semua mata tertuju pada Desy yang kembali dari penjara bawah tanah dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
"Vanya, lain kali jangan suruh kakak untuk kemana-mana sama Rino ya." Ucap Desy lembut
"Memangnya kenapa kak." Ucap 4V serempak.
"Kalian tau, Rino terus saja menggodaku dan itu menyebalkan." Ucap Desy
"Ah baiklah kak, Vanya tidak akan menyuruh kak Desy untuk kemanapun bersama kak Rino." Ucap Vanya lembut. Mata Desy pun berbinar.
Tidak lama Rino masuk ruang medis bersama tuan Adi, Rino mendekatkan tuan Adi pada Vanessa.
"Bisa tinggalkan kami berdua saja." Ucap Vanessa.
__ADS_1
Awalnya semua teman Vanessa enggan meninggalkannya sendiri, tetapi karena vanessa terus meminta pada semua orang untuk meninggalkannya bersama Adi Pratama, akhirnya mereka pun mengalah dan meninggalkan Vanessa bersama Adi pratama.