I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 49


__ADS_3

Malam harinya vanessa dkk berencana untuk datang ke pasar malam dan mencari tangan kanan untuk BLS di negara F.


"Adis,irene kalian dimansion aja." Ucap vanessa santai


"Lah kita kan juga pengen ikut nes." Ucap adis diangguk i irene


"Kalau semua ikut yang jaga daniar siapa." Ucap vanessa ketus


"Oh iya lupa gue kalau ada tu bocah. Yaudah gapapa gue gak ikut." Ucap irene


"Sama deh." Ucap adisya


"Oke, kalau daniar tanya gue kemana jawab aja ada urusan." Ucap vanessa santai.


"SIAP BOS." Ucap adisya dan irene serempak


Akhirnya 4V pun segera meninggalkan mansion menuju pasar malam karena target mereka kebanyakan dari sana. Mobil yang dikendarai vanessa dkk pun melesat menembus keramaian kota, mansion yang vanessa beli jauh dari perkotaan dan sangat luas.


"Nes kalau daniar nyariin lo gimana?" Ucap vanya


"Kan ada irene sama adis, mereka udah tau kok harus jawab apa kalau dani nyariim gue." Ucap vanessa tanpa menoleh kearah vanya karena fokus mengemudi. Vanya hanya menganggukkan kepala.


Sampai di pasar malam sangat ramai. Saat 4V turun dari mobil dan menuju ke dalam pasar,tiba-tiba mereka melihat 2 orang pria sedang mencuri di stand makanan yang pemiliknya sedang ke toilet. Banyak yang tidak mengetahui nya karena 2 laki-laki itu melakukannya dengan sangat rapi.


"Gaes lihat tuh 2 laki-laki itu mencoba buat nyuri disitu." Ucap vanessa yang tatapan matanya menuju ke 2 laki-laki itu.


"Kita samperin yok nes kasian itu kayaknya stand makanan pemilik nya ibu-ibu deh." Ucap vinda


"Lo santai aja setelah mereka melakukan aksinya kita langsung temui saja dia." Ucap vanessa santai


"Lah pemilik stand itu gimana dong nes." Ucap viola


"Lo sama vinda borong aja makanannya." Ucap vanessa santai


"Hah gila lo borong semuanya." Ucap vinda


"Ya gak semuanya oon secukupnya aja." Ucap vanessa ketus


2 laki-laki itu pun selesai melakukan aksinya dan mereka segera berlari. Vanessa dan vanya pun mengikuti mereka dari belakang. Saat di tempat yang sepi dan sempit mereka membuka hasil curiannya.


"Lumayan kan itu stand makanan kan selalu ramai." Ucap salah satu laki-laki itu


"Lo bener vin kalau gini setiap hari kaya raya lah kita." Ucap laki-laki itu. Lalu keduanya tertawa.


"Mimpi bisa kaya hanya dengan mencuri." Ucap vanessa datar. 2 laki-laki itu langsung melihat ke arah vanessa.

__ADS_1


"Siapa lo berani ikut campur urusan kami." Ucap salah satu laki-laki itu


"Kalian yakin itu cukup untuk kehidupan kalian." Ucap vanya datar


"Songong ini bocah. Ayo serang mereka." Ucap salah satu laki-laki itu.


Hiaaaaaa


Brukk...bug..bug..


Krekk...aaaa...bug bug...


"Aammpuuunn nona." Ucap mereka serempak


"Kalian pilih mana menjadi orang kami atau mendekam di penjara." Ucap vanessa santai


"Kalian kan selalu mencuri, lumayan lah kalau mendekam di penjara." Ucap vanya


"Jangan nona.. kami akan menjadi orang kalian." Ucap mereka serempak. Vanessa dan vanya pun membantu mereka berdiri.


"Sakit gak" Ucap vanessa enteng


"Pertanyaan macam apa itu? Ya sakit lah." Ucap mereka ketus


"Biasa aja keles gausah ngegas." Ucap vanya yang tidak kalah ketus. Mereka pun cengengesan.


"Aku Alvian Feriansyah. Panggil aja vian." Ucap Alvian


"Aku Kevin Anantha. Panggil kevin tampan." Ucap kevin dengan gaya sok cool


"Najis." Ucap vanessa dan vanya serempak.


"Kita temui yang lain." Ucap vanessa santai lalu beranjak pergi. Mereka pun mengikuti vanessa dari belakang.


"An lo yakin gak kita ini jadi orang mereka." Ucap kevin berbisik


"Yakin aja vin, secara mereka saat bertarung benar-benar seperti pemimpin." Ucap alvian


"Gausah ghibah itu mulut." Ucap vanya ketus. Mereka pun terdiam mendengar ucapan vanya.


Mereka pun sampai di parkiran dan disana sudah ada viola,vinda dan 2 orang anggota BLS yang membawa 1 mobil lagi. Viola dan vinda pun sudah membeli beberapa makanan untuk di mansion.


"Oke ini teman kami namanya viola dan itu vinda." Ucap vanessa


"Aku alvian dan ini kevin." Ucap alvian

__ADS_1


"Kalian naik mobil belakang bersama anggota kami." Ucap vanya.


4V pun segera masuk ke mobil tanpa banyak bicara dan bergegas menuju ke mansion. Sekarang yang mengemudi mobil 4V adalah viola.


"Nes lo yakin jadiin mereka tangan kanan kita selanjutnya." Ucap vinda


"Iya nes mereka kan pencuri gimana kalau barang di mansion bakal dijual sama mereka." Ucap viola tanpa menoleh ke arah teman-temannya


"Gue harap kalian gak lupa kita selalu merekrut tangan kanan darimana." Ucap vanessa santai


"Iya juga sih. Tangan kanan kita ini tampan-tampan loh, jadi bakalan wajar kalau banyak yang mengira mereka pacar kita." Ucap viola


"Haha lo bener vi, gue pernah waktu itu keluar sama daffa buat beli keperluan mansion, eh banyak yang bisik-bisik ngira gue pacarnya daffa." Ucap vinda dengan tertawa kecil. Teman-temannya pun menggelengkan kepala. Vanessa mengotak-atik ponselnya dan menghubungi irene.


Tut...tut...tut...


"Halo dani nyariin gue gak." Ucap vanessa santai


"Iya barusan dia nyariin lo, sekarang dia main sama adis." Ucap irene


"Oke gue otw balik." Ucap vanessa


"Oke, eh bawa makanan kan lo." Ucap irene


"Pikiran lo makan mulu kayak vinda." Ucap vanessa


"Dih gue sama vinda gak sama ya." Ucap irene ketus


"Sama-sama perempuan." Ucap vanessa santai


"Baiklah kalau gitu gue udah deket kok." Ucap vanessa lalu mematikan panggilan.


"Lo hubungi siapa nes." Ucap viola


"Irene." Ucap vanessa singkat. Viola hanya ber oh ria.


"Ehheemm kayaknya ada yang nyebut gue tadi." Ucap vinda melirik sinis ke arah vanessa.


"Telinga lo kali bermasalah." Ucap vanessa


"Semua orang denger nes lo nyebut nama gue tadi ya kan vi,van." Ucap vinda


"ENGGAK." Ucap viola dan vanya serempak. Vinda pun mengecurutkan bibirnya.


"Punya teman telinganya pada budeg." Gumam vinda lirih sambil melipat kedua tangannya di dadanya dan melihat ke arah luar jendela.

__ADS_1


"KITA DENGER VINDA." Ucap mereka serempak. Sedangkan vinda hanya diam tanpa menjawab ucapan teman-temannya.


__ADS_2