
"Apa kakak yakin ingin bersamaku?" Ucap Vanessa diiringi senyuman manis.
"VANESSA LO GILA HAH." Teriak Vanya,vinda dan Viola
"Tentu sweety, karena ini yang kuinginkan sejak dulu." Ucap Revan lembut dan kembali menggenggam tangan Vanessa dengan sangat lembut. Vanessa pun membalas genggaman Aldo dengan lembut.
"Baiklah kak, aku bersedia jika harus bersamamu." Ucap Vanessa lembut.
"NES SADAR WOY..." Teriak viola dan vinda
"Benarkah sweety?" Ucap Aldo
"Tentu saja kak. Tapi tutup mata kakak dulu karena Nessa punya sesuatu yang khusus untuk kakak." Ucap Vanessa lembut dan melepaskan genggamannya.
Aldo pun menatap Vanessa dengan tatapan membunuh tetapi Vanessa tetap tenang dan tersenyum, hal itu membuat Aldo luluh dan menuruti ucapan Vanessa.
"Baiklah sweety." Ucap Aldo lalu menutup matanya.
"Kuhitung dari 1 sampai 3 ya kak." Ucap Vanessa lembut
"Cepatlah sweety." Ucap Aldo
"Satu...dua...tigaa..... DALAM MIMPIMU.."
Bug..bug..jebb..
Vanessa pun menendang Aldo hingga terpental, ia juga melemparkan pisau lipat pada Aldo,pisau lipat Vanessa menancap tepat pada dada Aldo. Teman-teman Vanessa yang melihat itupun ikut menyerang anggota Aldo dengan senjata mereka.
Setelah melakukan itu Vanessa segera berlari ke arah Reno dan membuka ikatan Reno. Mereka pun berpelukan.
"Maafkan kakak princess, maafkan kakak." Ucap Reno yang mengeratkan pelukan Vanessa.
__ADS_1
"Nessa sudah maafin kak Reno." Ucap Vanessa dan membalas pelukan Reno.
"Sweety lepaskan pelukan mu darinya, atau aku akan menghukum mu." Ucap Aldo.
"Apa kau tau sweety luka yang kau berikan ini tidak menyakitkan. Kemarilah sweety atau aku akan benar-benar menghukummu." Ucap Aldo sambil mencabut pisau lipat milik Vanessa yang menancap di dadanya.
"Apa kau tau kak Aldo, aku lebih baik mati daripada kakakku yang tersakiti." Ucap Vanessa sambil melepas pelukan Reno.
"Kau benar-benar nakal sweety." Ucap Aldo yang mulai mengepalkan tangannya.
"Kak Reno, pergilah. Biarkan dia aku yang atasi." Ucap Vanessa lembut.
"Kakak ingin membantumu princess." Ucap Reno sambil mengusap pipi Vanessa.
"Kumohon kak ini sangat bahaya untukmu." Ucap Vanessa dengan puppy eyes nya.
Tubuhmu sudah penuh dengan luka princess, semoga aja kamu baik-baik saja. Batin Reno
Reno mencium puncak kepala Vanessa.
"Jaga diri kamu baik-baik princess." Ucap Reno.
Sedangkan Aldo yang melihat Reno mencium Vanessa pun sangat geram, ia semakin mengeratkan kepalan tangannya. Reno pun meninggalkan Vanessa untuk menghadapi Aldo.
Setelah Reno menjauh dari tempat Vanessa berdiri, Vanessa mengeluarkan katana miliknya. Ia juga mulai memberikan tatapan yang tajam pada Aldo, sehingga orang yang menatap Vanessa akan mulai ketakutan. Tetapi Aldo tetap bersikap tenang, walau ia selalu memantau Vanessa, ia pertama kali melihat tatapan tajam Vanessa.
"Aku menantangmu untuk bertarung kak, jika aku menang jangan mengusikku. Tapi jika aku kalah, maka aku akan menjadi milikmu." Ucap Vanessa datar
"Apa kau serius dengan ucapanmu sweety, beberapa tahun yang lalu kau kalah saat melawanku." Ucap Aldo diiringi senyuman tipis.
"Kali ini aku yang akan mengalahkanmu." Ucap Vanessa datar.
__ADS_1
"Baiklah sweety, jika kau menang maka aku tidak akan mengganggu kehidupanmu. Tapi jika kau kalah, maka kau harus siap untuk hidup bersamaku selamanya." Ucap Aldo lalu mengeluarkan pedang.
Sedangkan teman-teman Vanessa berhasil menaklukkan anak buah Aldo, mereka hanya bisa melihat pertarungan Aldo dan vanessa. Sedangkan Reno lebih khawatir karena Vanessa berada di dekat tebing. 2 langkah kebelakang, Vanessa sudah jatuh ke laut.
"Apa kau yakin sweety." Ucap Aldo
"Hmm." Ucap Vanessa datar.
Aldo mulai berlari ke arah Vanessa, dengan cepat Vanessa menangkis pedang Aldo dengan katana yang ada pada tangannya. Teman-teman Vanessa dan anggota BLS yang masih selamat mulai khawatir karena Vanessa terluka hampir disekujur tubuhnya.
Bahkan luka pada perut Vanessa sudah terbuka lagi, bercak darah pada area perut Vanessa lebih mengkhawatirkan. Terutama Reno yang terus berharap agar Vanessa tetap selamat.
Sring..sring..
"Kamu milikku sweety." Ucap Aldo
"Dalam mimpimu." Ucap Vanessa datar
Bug..bug..sring..bug..sring..crashh..
Vanessa berhasil melukai perut Aldo, Vanessa pun menyeringai. Sedangkan Aldo masih tetap santai dan terus tersenyum, walau sebenarnya ia mulai merasakan sakit karena tusukan yang Vanessa berikan sangat dalam.
Tanpa semua orang sadari, ada sepasang mata dari kejauhan sudah mulai membidikkan senjata ke arah Vanessa dan Aldo. Sedangkan Vanessa dan Aldo fokus pada pertarungan mereka, Vanessa ingin mengalahkan Aldo dan Aldo ingin mengalahkan Vanessa.
Mereka sama-sama menyerang, bahkan luka pada Vanessa pun bertambah karena serangan Aldo. Begitu pula dengan Aldo yang lebih banyak terluka sayatan karena Vanessa.Dari kejauhan seseorang mulai membidik ke arah mereka, dengan tersenyum miring.
Aldo pun terpental karena tendangan yang Vanessa berikan benar-benar kuat, bahkan Vanessa sudah ada di tepi tebing, Aldo mencoba berdiri. Ia melepaskan katananya dan mengambil pistol dari saku celananya, ia membidikkan pada Vanessa. Karena Aldo benar-benar mulai lelah dengan Vanessa. Sedangkan Vanessa tetap berdiri santai walau sebenarnya tubuhnya mulai sangat lemah karena darah terus mengalir keluar. Saat Aldo akan menarik pelatuknya tiba-tiba
Dor...dor...dor...
"VANESSA..."
__ADS_1