
"VANESSA"
Viola dan Vinda mencoba untuk mendekati wanita itu, tetapi kedatangan mereka diketahui wanita itu. Akhirnya wanita itu melarikan diri, ia memanjat tembok makam yang tingginya 1,5meter entah mereka benar atau tidak. Karena diantara mereka yang pandai kabur dengan memanjat tembok adalah Vanessa.
"Vin, gue yakin itu Vanessa." Ucap Viola
"Kita cari penjaga makam terlebih dahulu, kita tanyakan kemana arah setelah tembok itu." Ucap Vinda
"Kita kejar dulu Vin." Ucap Viola
"Lo gila ya, kalo itu jurang gimana mau mati juga lo." Ucap Vinda
"Lagipula kita juga kehilangan jejaknya." Sambung Vinda
Mereka mencari penjaga makam kembali.
"Pak kami mau nanya, seberang tembok itu apa pak?" Ucap Viola
"Seberang tembok itu hutan Pinus nak, tetapi hutan itu sangat berbahaya. Bapak harap kalian tidak ada yang menuju hutan itu, karena banyak orang yang menuju kesana berakhir kematian." Ucap penjaga makam
"Bapak pamit dulu ya nak, sudah menjelang malam juga. Kalian segera pulang ya, hati-hati." Ucap penjaga makam
"Baik pak, terima kasih." Ucap Vinda
Penjaga makam meninggalkan Viola dan Vinda di dekat mobil mereka.
"Gue sempat memotret wanita itu dari belakang, bisa kita kumpulkan informasi lainnya." Ucap Viola
"Penjaga makam bilang kalau dia selalu berada disini ketika menjelang malam, bagaimana kalau besok kita pantau disini lagi." Ucap Vinda
"Semoga Vanya segera pulang dari rumah sakit itu." Ucap Viola
"Coba lihat foto itu Vi." Ucap Vinda, Viola pun menunjukkan foto wanita itu.
"Mirip banget Vi, tapi lo sempat lihat matanya gak waktu dia lihat kita." Ucap Vinda
"Sempat Vin." Ucap Viola
"Tapi matanya kek beda loh." Ucap Vinda
"Lo lupa, Vanessa punya dua jiwa. Satunya Lia, siapa tau itu Lia." Ucap Viola
"Iya lo bener, mending kita kasih tau ke ayah samudra saja dulu." Ucap Vinda
"Cemerlang. Oke gue kirim informasi ini ke ayah samudra." Ucap Viola
Viola mengirimkan foto tersebut dengan informasi yang diberikan penjaga makam mengenai wanita misterius itu.
Flashback off
"Kita harus mencari tau hutan itu." Ucap Dean
"Tapi Dean, kata penjaga makam hutan itu sangat berbahaya, bunda tidak mau kalian ikut pergi dari sisi bunda." Ucap bunda
"Bunda percaya pada kami, kami bisa menjaga diri kok." Ucap Reno
__ADS_1
"Bunda mohon biarkan orang-orang suruhan Viola dan Vinda yang mencari tau, kalian jangan." Ucap bunda yang mulai meneteskan air mata. Ayah yang ada di sebelah bunda pun mencoba untuk menenangkannya.
"Kami janji akan menjaga diri baik-baik bunda, kami sangat mengharapkan princess segera kembali." Ucap Rino yang diangguk i Dean dan Reno.
"Kalau boleh bilang, bagaimana kalau kita pastikan itu nona Vanessa terlebih dahulu, dengan menunggu di dekat makam itu. Kata penjaga makam kan wanita itu selalu ada disana ketika menjelang malam." Ucap Steve
"Benar itu, setelah itu kalian boleh cari tau informasi itu." Ucap ayah
"Bagaimana sat, lo mau kan?" Ucap Dean
"Saya sudah merindukan dia, kita ikuti saja arahan Steve." Ucap Satria
"Baiklah, kalau gitu sore hari kita berangkat ke makam itu." Ucap Dean
Semoga itu kamu sayang, aku benar-benar merindukan mu Vanessa. Batin Satria
Aku tidak mau berharap lebih, kalau memang itu princess ku. Aku sangat bahagia sekali. Batin Dean
"Ayah dan bunda tidak bisa melarang kalian, paling penting jaga diri kalian ya. Bunda tidak mau kehilangan lagi, sudah cukup Vanessa yang seperti ini." Ucap bunda beberapa saat kemudian Daniar keluar dari kamarnya dan langsung menuju pangkuan bunda.
"Bundaa.." rengek Daniar
"Sini sayang." Ucap bunda sambil melebarkan tangannya untuk memeluk Daniar. Daniar pun berlari menuju pangkuan bundanya.
"Dani masih demam bun?" Ucap Rino
"Masih, tapi tidak separah kemarin." Ucap Bunda
"Dokter keluarga sudah memeriksa dani kan." Ucap Dean
"Aaa kakak tau kenapa Dani belum sembuh." Ucap Reno
"Kenapa kak?" Ucap bunda
"Dani belum bertemu Felisha." Ucap Reno dan Rino
"Huaaaa bundaaaaaa...." Daniar semakin menangis karena duo R menggodanya.
"Sssttt, Reno Rino kalian ini." Ucap bunda sambil mengelus punggung Daniar.
"Lah memang kan, Felisha kan cantik." Ucap Reno
"Kakak juga pernah dengar, Dani tidur tapi terus memanggil nama felisha." Ucap Dean
"Bundaaaaa..... Kakak tuhh..."
"Kak sudahlah, Dani bobo dikamar lagi ya. Ayok bunda temenin sayang." Ucap bunda. Dani hanya mengangguk sambil mengusap air matanya.
"Hahahaha dasar bocil." Ucap duo R
"Reno, Rino." Ucap Ayah
"Maaf ayah." Ucap duo R
"Kalau begitu, kami pamit dulu nanti sore kita langsung bertemu di makam itu saja." Ucap Steve
__ADS_1
"Apa kalian tidak disini saja?" Ucap ayah
"Boleh saya melihat kamar Vanessa?" Ucap Satria
"Weits bro, kalau kek gini lo belum waktunya melihat kamar Adek gue." Ucap Dean
"Tapi lo boleh ke taman bermain andalan Adek gue." Sambung Dean
"Oke." Ucap Satria
Dean pun mengajak satria menuju taman bermain Vanessa, disana hanya ada bunga matahari,ayunan, kursi taman dan tempat memanah.
"Vanessa mencintai bunga matahari." Ucap Dean
"Ini semua?" Ucap Satria
"Ya, ini semua Vanessa yang menanamnya. Kepergiannya membuat bunda yah merawat bunga-bunga kesayangannya." Ucap Dean
"Ah ya, Vanessa menanam bunga tulip disebelah sana, hanya ada beberapa saja. Dia bilang kau sering memberikan bunga tulip, jadi dia menanam bunga tulip itu, entah bagaimana caranya bunga itu bisa tumbuh." Ucap Dean
Satria menuju ke arah bunga tulip yang ditanam Vanessa, melihat itu satria tersenyum simpul karena ia ingat bagaimana reaksi Vanessa ketika satria memberikan bunga tulip untuknya.
Flashback on
"Apa nih kak?" Ucap Vanessa, karena ia bingung tiba-tiba satria memberikan bunga tulip untuknya.
"Buat kamu." Ucap Satria
"Tapi aku gasuka bunga tulip, mending kakak buang." Ucap Vanessa
"Bunga tulip merah melambangkan cinta, dan bunga tulip putih melambangkan perdamaian. Jadi aku mau kamu berdamai dengan ku, dan biarkan aku membuktikan cinta yang aku miliki untukmu Vanessa." Ucap Satria
"Maaf kak aku tidak bisa." Ucap Vanessa
"I know, but please let me prove that I really love you. Aku yakin kamu pasti bisa memberikan aku kesempatan untuk menjadi bagian dari kehidupan kamu." Ucap Satria tulus.
Vanessa pun tersenyum tipis dan menerima bunga tulip pemberian Satria, Satria yang melihat itu pun semakin bahagia.
"I promise to prove it all." Ucap Satria
"Akan aku tunggu itu semua, jika aku belum bisa menerima itu semua aku minta maaf kak." Ucap Vanessa
"Tidak apa-apa, aku tidak akan kecewa. Karena aku hanya menginginkan kamu bukan wanita lain." Ucap Satria sambil mengelus puncak kepala Vanessa.
Flashback off
Lihatlah gadis kecilku ini, dia benar-benar menanam bunga tulip ini. bunga nya tumbuh cantik seperti dirinya. Batin Satria, ia tersenyum tipis melihat bunga itu.
Segini dulu ya bestie💕
Jangan lupa like comment and vote ✨
Yang mau gabung grup WhatsApp boleh bgt ya, terbuka buat semua usia semua kalangan gaada mandang fisik atau apelah itu. Kutunggu ya bestie💕
terimakasih:)
__ADS_1