I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 59


__ADS_3

Setelah mengeksekusi anggota green snake, viola,vanya dan vinda masuk ke mansion. Begitu juga adisya dan irene mereka langsung masuk ke dalam mansion, Karena mereka sudah puas melihat pemandangan yang sudah biasa mereka hadapi. Sampai di mansion vanessa sudah berada di ruang untuk berkumpul, ia sudah menentukan strategi nya untuk menghancurkan markas Green Snake.


"Nes gimana apa kita menyerang markas green snake malam ini." Ucap vanya lalu duduk di samping vanessa.


"Hmm. Kita hancurkan markas mereka di 4 negara." Ucap vanessa santai


"Tapi markas besar mereka ada di negara A nes." Ucap adisya


"Santai aja, semua udah gue kendalikan dari sini." Ucap vanessa tersenyum miring.


"Apakah tangan kanan kita dari negara lain harus menghancurkan juga nes." Ucap viola


"Tentu, sekarang kita hubungi fano dan ilham di negara C." Ucap vanessa lalu membuka laptop canggihnya dan menghubungi tangan kanannya yang ada di negara C.


Tut...tut...tut...


"Halo bos." Ucap mereka serempak


"Fano,Ilham siapkan pasukan paling handal di sana untuk menghancurkan markas green snake." Ucap vanessa datar


"Baik bos kami selalu menanti perintah ini." Ucap Fano


"Baiklah strategi akan aku kirim melalui chat, pastikan markas green snake benar-benar hancur hingga tidak bisa bangkit lagi." Sambung vanya


"Siap bos." Ucap mereka serempak. Lalu vanessa mengirimkan strategi penyerangan kali ini.


Setelah mengirimkan itu, vanessa menghubungi tangan kanan BLS di negara I untuk menghancurkan markas green snake juga.


Tut...tut...tut...


"Halo bos." Ucap mereka serempak.


"Adhin,Erry siapkan pasukan dan hancurkan markas green snake." Ucap vanessa datar


"Baik bos." Ucap mereka serempak


"Strategi gue kirim lewat chat." Ucap vanessa lalu mematikan teleponnya. Dan mengirimkan strategi penyerangannya kepada tangan kanan di negara I.


"Oke sekarang harus berhadapan dengan alvaro dan sebastian." Ucap vanessa malas. Vinda,viola pun tersenyum.


"Nes biar kita yang menghubungi mereka." Ucap viola


"Iya nes kalau lo yang hubungi, jelas mereka menggoda lo dan gak selesai-selesai misi kita kali ini." Ucap vinda. Vanessa hanya bisa mengangguk karena ia sedikit malas bila berhadapan dengan tangan kanan BLS negara X.


Akhirnya vinda dan viola menghubungi tangan kanan BLS di negara X, karena jika vanessa dan vanya yang menghubungi pasti akan digoda habis-habisan.


Tut...tut..tut...

__ADS_1


"Halo bosku yang can.. eh kalian" Ucap alvaro dan bastian serempak yang awalnya senang menjadi datar.


"Kenapa muka lo berdua kusut." Ucap vinda ketus


"Mungkin setrika mereka rusak vin." Ucap viola santai


"Beliin yok vi kasian itu muka kusut banget kek jemuran kering setengah." Ucap vinda santai


"Kemana 2 bocan kita." Ucap bastian datar


"Udah hentikan godaan kalian ke vanessa atau vanya sekarang kita ada misi." Ucap viola santai


"Misi apaan." Ucap alvaro


"Kalian siapkan anggota BLS pilihan yang menurut kalian sangat cepat dalam menghadapi musuh." Ucap vinda


"Bisa aja, buat apa emang." Ucap alvaro


"Hancurkan markas green snake yang ada di sana, untuk disini kami yang hancurkan tapi markas terbesar mereka ada di negara A." Ucap viola


"Ya tapi yang di negara A masih bisa di handle lah menunggu kita turun tangan aja untuk markas utama nya." Ucap vinda


"Baiklah sudah lama aku ingin menghancurkan mereka." Ucap sebastian


"Iya akhirnya tersampaikan juga. Kami pasti kan green snake disini tidak dapat bangkit lagi." Ucap alvaro


"Eh jangan dimatiin dulu kemana vanessa dan vanya aku merindukan mereka." Ucap sebastian


"Iya kami rindu adik kami yang adem banget kek kulkas. Mereka itu kulkas 2 pintu sama-sama adem." Ucap alvaro


"Vanya kusayang kakak tampan rindu padamu cantik." Teriak bastian dari sambungan telepon.


"BERISIK." Ucap vanya ketus tapi tidak menampakkan wajahnya. Ya vanessa dkk menghubungi tangan kanan mereka dengan melakukan vidio call.


"Hei kalian berdua dimana vanessa dan vanya." Ucap alvaro


"Mereka malas menemui kalian berdua." Ucap viola santai


Karena alvaro dan bastian semakin cerewet akhirnya vanya dan vanessa mengambil alih vidio call dengan wajah datar mereka.


"Hiya cantikku cintaku kulkas kembar dua pintu ku." Ucap bastian


"Hallo bidadari es,bagaimana kabar kalian." Ucap alvaro


"Hmm baik." Ucap vanya dan vanessa serempak.


"Oouhh manisnya, senyum dikit dong." Ucap alvaro

__ADS_1


"Ck. Strategi akan kita kirim lewat chat." Ucap vanessa datar


"Vanessa ku tercinta sesekali senyum manis gitu dong." Ucap bastian


"Vanya senyum dong sayang." Ucap alvaro


"BERISIK." Ucap vanya ketus


"Hahahaha oh kulkas kembar kita." Ucap alvaro dan bastian serempak.


"Cantik aku rindu pada kalian. Mau kah kalian memberikan ciuman jarak jauh." Ucap bastian


"Idih menjijikkan lo bas." Ucap irene tanpa melihatkan wajahnya.


"Irene kamu diam aja napa atau kamu mau aku cium." Ucap bastian dengan menaik turunkan alisnya


"NAJIS." Ucap irene dan adisya.


HAHAHAHAHAHA


Saat vanessa akan memutuskan vidio call. Alvaro dan bastian langsung bicara.


"Eh sayang mau dimatiin ya. Selamat malam ya sayang, semangat ya melakukan tugasnya nanti. Kalian berdua iblis cantik dan kejam." Ucap alvaro


"Dadah kulkas kembar mmuuaahhh." Ucap bastian sambil memberikan ciuman jarak jauh. Vanessa mulai risih pun mematikan vidio callnya.


"Shit mereka begitu menjijikkan." Ucap vanya


"Lebih tepatnya playboy kelas kakap." Ucap vanessa


Vanessa mengirimkan strategi nya kepada alvaro dan bastian. Di chat pun alvaro dan bastian masih menggoda vanessa, tetapi vanessa tidak menghiraukannya. Vanessa menghubungi tangan kanan terakhir di negara A, walau BLS belum ada di semua negara tetapi mereka cukup disegani karena sering membantu orang dalam masalah ataupun aparat negara.


Tut..tut..tut..


"Halo bos." Ucap viko dan daffa


"Viko, Daffa aktifkan keamanan listrik markas disana. Bila ada yang menyerang markas segera hancurkan mereka, tembak saja dengan panah yang sudah gue setting di atas. Tombolnya ada di dekat televisi lantai 1." Ucap vanessa panjang lebar


"Baik nes, tapi kenapa?" Ucap viko


"Kami akan menghancurkan markas green snake, begitu juga dengan markas kita yang lain. Karena markas utama di sana maka kalian aktifkan keamanan listrik." Ucap vanya. Viko dan daffa pun terkejut.


"Baiklah, tetapi markas utama kapan kita serang." Ucap daffa


"Saat waktu yang tepat kita lakukan penyerangan disana." Ucap vanessa santai. Lalu mematikan panggilan.


Vanessa dkk berkumpul begitu juga dengan alvian dan kevin. Vanessa menjelaskan tentang strategi penyerangan malam ini agar green snake hancur dan tidak dapat bangkit kembali.

__ADS_1


__ADS_2