I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 153


__ADS_3

Saat di lampu merah Vanessa ingin sekali menerobos, tetapi banyak kendaraan yang berlalu lalang. Jadi ia memilih menunggu hingga lampu menjadi hijau, tiba-tiba dari samping kanan kiri Vanessa ada 3 motor sport mengenakan jubah dan topeng yang sama dengan vanessa. Mereka adalah Vanya,Viola dan Vinda.


"Kalian mengikutiku." Ucap Vanessa datar tanpa menatap teman-temannya.


"Keluargaku ikut di tahan." Ucap Vanya datar


"Kakakku baru tiba di bandara langsung dibawa pergi oleh mereka." Ucap viola tak kalah datar.


"Kewajiban gue bantu kalian." Ucap vinda.


Saat sudah lampu hijau, 4V melaju dengan kecepatan penuh. Bahkan kendaraan saja memilih untuk memberikan jalan pada 4V. Tiba di sekitar hutan-hutan, tidak jauh dari mereka melintas. Viko dan rudin bersama beberapa anggota BLS menyambut 4V.


"Semua yang ditahan ada di markas macan putih bos." Ucap rudin


4V pun melaju langsung di depan gerbang markas macan putih, anggota macan putih pun menodongkan senjata mereka ke arah 4V. Sedangkan 4V masih dengan santai turun dari motor mereka dan mendekati anggota macan putih.


"Bilang pada ketua kalian, jika ketua BLS datang berkunjung." Ucap viola datar. Anggota yang mendengar itu awalnya saling pandang lalu salah satu dari mereka berlari ke dalam markas.


4V berdiri didepan gerbang dengan santai, tapi anggota macan putih masih terus menodongkan senjata pada 4V. Tidak lama anggota yang memberitahukan ketua mereka pun kembali.


"Silahkan masuk nona." Ucap anggota itu.


Mereka membuka gerbangnya dan 4V masuk tidak lupa belakangnya anggota macan putih yang terus menodongkan senjata pada 4V. Masuk ke dalam markas, diruang tengah 4V melihat ketua macan putih dikelilingi anak buahnya. Dan didepan ketua macan putih adalah Keluarga Vebranza,Keluarga samudra, Keluarga Bagaskara dan kakak viola.


"Suatu kebanggaan markas kecil kami dikunjungi ketua mafia pertama." Ucap ketua macan putih yang berdiri dari tempat duduknya.


"Apa begini caramu menyambut sesama ketua." Ucap vinda datar.

__ADS_1


"Apa maksut anda nona." Ucap ketua macan putih


Vinda menggerakkan kepalanya mengarah ke belakang yang berdiri anak buah macan putih dengan senjata masih terangkat dan diarahkan ke 4V.


"Turunkan senjata kalian, Bagaimana kalian mengarahkan senjata pada ketua besar BLS." Bentak ketua macan putih. Seketika anak buahnya menurunkan senjata dan menundukkan kepala.


"Maafkan kami ketua." Ucap mereka serempak.


"Kembali ke tempat kalian." Ucap ketua macan putih. Anggotanya pun bubar dan kembali ke depan gerbang.


"Apa kedatangan kami mengganggu tuan." Ucap Vanessa datar


"Tentu saja tidak nona." Ucap ketua macan putih.


"Kenapa kau menahan mereka." Ucap Vanya datar


"Lepaskan mereka." Ucap viola dingin karena ia melihat sudut bibir kakaknya terluka.


"Apa maksut anda nona." Ucap ketua macan putih yang mulai bingung dengan ucapan viola.


"LEPASKAN MEREKA." Ucap 4V serempak.


"Maaf nona saya tidak bisa melakukan itu, Club malam saya hancur karena mereka menarik investasi nya dan membuat usaha saya bangkrut." Ucap ketua macan putih tegas.


"Kau tidak memberi kami pilihan tuan." Ucap Vanya datar.


Viola dan vinda mengeluarkan senapan paling mematikan dan mulai menembak ke semua anggota macan putih yang ada diruangan, sedangkan Vanessa mengambil katana dengan cepat bergerak ke belakang ketua macan putih dan menaruh katana tepat di leher ketua macan putih.

__ADS_1


Dor...dor...dor...dor...


Anggota macan putih yang ada di ruangan itupun tewas, dari pintu muncul beberapa anggota macan putih yang mengarahkan senjata pada keluarga 3V, dengan cepat Vanya melindungi mereka walau beberapa kali lengannya harus tergores peluru.


Diluar markas, anggota BLS yang dibawa Viko dan Rudin mulai saling menghancurkan. Dalam hitungan menit seluruh anggota macan putih tewas, hanya tersisa tangan kanan dan ketua saja.


"Jadi kalian datang kesini hanya untuk menghancurkan mafia kami." Ucap tangan kanan


"Dan membela para keluarga kaya raya ini, sehingga menyerang markas kecil kami." Sambung tangan kanannya.


Vinda mengeluarkan katana dan menggores ke dada bidang tangan kanan macan putih.


"Kenapa kalian menginginkan kami melepaskan mereka nona, bahkan anda menghancurkan mafia kami." Ucap ketua macan putih.


4V berdiri tegak dihadapan keluarga mereka, dan membelakangi keluarga mereka. Lalu melepas topeng mereka, ketua macan putih dan tangan kanannya benar-benar dibuat terkejut dengan kecantikan yang dimiliki 4V.


"Karena mereka keluarga kami." Ucap 4V datar dengan tatapannya yang tajam. Semua keluarga pun terkejut dengan pengakuan gadis di depan mereka.


"Tunggu, kau Vanessa putri keluarga samudra, Kau Vanya putri pertama keluarga Bagaskara dan Kau Viola adik dari Presdir Nugraha. Kau vinda, keponakan paman." Ucap ketua macan putih. Semua keluarga semakin terkejut karena ketua BLS yang mereka anggap kejam ternyata bagian dari mereka.


"Kau bukan pamanku." Ucap vinda datar.


"Kami yang membuat club malammu bangkrut, karena kau korupsi uang yang kami lakukan investasi di clubmu." Ucap viola datar


"Masalahmu hanya ada pada kami. bukan mereka." Ucap Vanya ketus


"Kau yang bod*h berani korupsi dengan jumlah yang tidak sedikit, jangan kau anggap kami tidak tau masalah ini." Ucap Vanessa dingin.

__ADS_1


__ADS_2