
"Saya tidak sakit, dan saya tidak perlu digandeng." Ucap vanya ketus. Tetapi arjuna malah tersenyum mendengar ucapan vanya.
Lift terbuka vanya berjalan mendahului arjuna. Vanya membuka pintu mobil nya tetapi ditahan oleh arjuna.
"Kita naik mobil berdua nona." Ucap arjuna menahan tangan vanya yang akan menekan pintu mobilnya.
"Maaf tuan arjun. Lebih baik membawa mobil sendiri." Ucap vanya datar sambil menghempaskan tangan arjuna.
"Ini perintah nona." Ucap arjuna
"TERSERAH." Ucap vanya dengan menekan ucapannya. Vanya tidak menghiraukan ucapan arjuna, ia bergegas masuk ke dalam mobilnya.
Arjuna yang melihat vanya masuk ke mobilnya pun menyusul ke mobil vanya. Vanya yang melihat arjuna masuk ke mobilnya pun terkejut.
"Kenapa anda masuk ke mobil saya." Ucap vanya ketus
"Saya kan sudah bilang kita harus 1 mobil." Ucap arjuna.
Tanpa pikir panjang vanya melesat meninggalkan perusahaan milik papanya. Ia tetap fokus menyetir tanpa memperdulikan ocehan arjuna. Vanya menuju ke restoran milik BLS dengan kecepatan penuh. Bukannya arjuna semakin takut karena vanya melajukan mobilnya tetapi ia malah senang karena bisa berdua bersama vanya.
Sampai di depan restoran milik BLS arjuna pun mengernyit karena vanya tidak bertanya akan makan siang dimana.
"Hei nona anda tidak bertanya kepada saya akan makan siang dimana." Ucap arjuna ketus
"BERISIK." Ucap vanya lalu segera turun. Vanya mulai malas dengan keberadaan arjuna di sisinya.
Arjuna pun segera turun dan menggandeng tangan vanya. Vanya terus menepis tangan arjuna tetapi arjuna melotot ke arah vanya seakan bicara "INI PERINTAH". Vanya memutar bola matanya malas.
Setelah makan siang, vanya segera beranjak karena ia harus segera kembali ke perusahaan. Tetapi arjuna selalu menghalanginya.
"Kita kembali bersama nona." Ucap arjuna
__ADS_1
"Tidak." Ucap vanya datar
"Baiklah queen of racing disini." Ucap arjuna sedikit berteriak. Vanya melotot ke arah arjuna karena semua pengunjung menatap ke arah mereka.
"Lo bisa diem gak si." Ucap vanya ketus
"Tidak sebelum anda berjanji akan selalu makan siang bersama saya." Ucap arjuna
"Dalam mimpimu." Ucap vanya datar
"Tidak mau ya tidak masalah, tinggal tunggu saja bila banyak yang akan mengejar anda." Ucap arjuna
Dasar licik. Batin vanya
"Perhatian semuanya saya disini ingin mengumumkan..." belum sempat arjuna melanjutkan ucapannya, vanya membekap mulut nya.
"Lo bisa diem gak, capek gue ngadepin lo." Ucap vanya ketus lalu melepas tangannya yang membekap mulut arjuna.
"Huh baiklah." Ucap vanya datar
"Baiklah apanya." Ucap arjuna
"Iya gue janji selalu makan siang sama lo. Puas lo sekarang." Ucap vanya ketus
"Puas sekali." Ucap arjuna tersenyum miring
"Nyebelin banget jadi orang." Gumam vanya lirih yang masih bisa didengar arjuna. Arjuna hanya tersenyum miring
Mereka segera pergi dari restoran itu menuju ke perusahaan milik keluarga vanya. Vanya segera masuk dan meninggalkan arjuna yang masih di mobilnya. Ia benar-benar malas berhadapan dengan arjuna.
FLASHBACK OFF
__ADS_1
"Itulah kenapa gue harus segera pergi dari sini." Ucap vanya
"Sekarang jam 11." Ucap vanessa santai
"What.. ayo pergi nes." Ucap vanya lalu segera menarik tangan vanessa.
"Ya santai dong gak usah gandeng tangan gue." Ucap vanessa ketus. Sontak vanya melepaskan tangannya.
"Sorry." Ucap vanya singkat.
Mereka langsung menuju lift, vanya meninggalkan perusahaan menggunakan motor vanessa. Mereka berdua boncengan karena vanya selalu membawa helm teropongnya di bagasi mobil.
Saat melewati gerbang perusahaan, vanya melihat mobil milik arjuna. Vanya pun merasa lega karena ia segera pergi tepat pada waktunya Sebelum ia bertemu dengan arjuna.
Arjuna sampai di perusahaan milik keluarga vanya. Ia berharap vanya tidak menghindarinya, sampai di loby ia segera bertanya ke resepsionis.
"Maaf, apakah nona vanya ada di ruangannya." Ucap arjuna
"Nona vanya baru saja pergi tuan." Ucap resepsionis ramah
"Bersama dengan siapa beliau pergi." Ucap arjuna
"Saya tidak tau namanya tuan, sepertinya itu teman nona vanya. Dia perempuan bukan laki-laki." Ucap resepsionis itu
Perempuan. Siapa ya? Atau kah teman-temannya itu. Batin arjuna
"Baiklah terimakasih." Ucap arjuna lalu meninggalkan perusahaan keluarga vanya dengan perasaan kesal.
Ia masih melihat mobil vanya di parkiran.
"Mobilnya masih disini. Ataukah vanessa yang membawanya. Kalau iya aku akan mengajak kakak untuk menjemputnya." Gumam arjuna
__ADS_1
Arjuna menghubungi johan untuk menyiapkan makan siang di mejanya. Ia merasa kesal karena vanya mengingkari janjinya.