
"Kamu sudah sadar nessa." Ucap satria
Deg
Shit topeng gue dilepas. Batin vanessa meraba sekitar matanya.
"Saya sudah tau vanessa, topengmu ada di samping kamu." Ucap satria
"Nessa mohon kak jangan bilang ke keluarga nessa." Ucap vanessa menunduk
"Saya tidak akan bicara ke siapapun, tetapi ada satu syarat." Ucap satria tersenyum miring
"Apa?" Ucap vanessa singkat
"Kamu tidak boleh menolak semua permintaan saya. Atau rahasia ini akan saya bongkar terutama kepada dean, saya tau kamu tadi dimarahi dean bukan." Ucap satria
"Ini namanya mencari kesempatan dalam kesempitan." Ucap vanessa ketus
"Kalau kamu tidak mau ya tidak masalah. Kan saya tinggal bicara kepada dean." Ucap satria tersenyum miring
"Oh ternyata presdir Vebranza sangat licik." Ucap vanessa dingin
"Tidak mau yah sudah." Ucap satria
"Duhh.. iyadeh,daripada makin pusing gue." Ucap vanessa ketus
"Gitu kan enak jadinya." Ucap satria
"Oh iya kamu harus banyak istirahat, jangan terlalu banyak pikiran dulu." Ucap satria
"Hemm.. shit daniar gimana." Ucap vanessa bangkit dari ranjang dan melihat arah jam tangannya dan ternyata sudah jam 4 sore.
__ADS_1
"Haduh pasti marah ini bocah." Ucap vanessa lirih
"Udah kamu jangan terlalu pikirkan dani, saya sudah suruh dean untuk menjemputnya tadi. Dan motor kamu sudah diantar steve ke mansion." Ucap satria
"Baiklah, gue mau pulang." Ucap vanessa datar
"Baik." Ucap satria lalu merangkul pundak vanessa.
"Eh apa-apaan nih lepasin gak." Ucap vanessa ketus
"Kamu masih lemas vanessa, yaudah kalau tidak mau silahkan jalan sendiri." Ucap satria melepaskan rangkulannya dan berjalan lebih depan dari vanessa. Baru beberapa langkah vanessa sudah terhuyung dan memegang tembok agar tidak jatuh.
"Keras kepala." Ucap satria lalu merangkul vanessa dan menuntun vanessa menuju parkiran.
Mereka pun memasuki mobil satria, vanessa mencari keberadaan steve namun nihil. Satria yang melihat vanessa celingukan pun menjawab seakan tau apa yang vanessa cari.
"Steve ada di perusahan kamu sekarang pulang saya antarkan saja." Ucap satria
"Kumohon nessa jangan keras kepala." Ucap satria
"Huh baiklah." Ucap vanessa pasrah
Mereka melesat tetapi sebelum itu mereka harus mampir dulu ke restoran, vanessa pun mengernyit dan menoleh ke arah satria.
"Ngapain kesini." Ucap vanessa datar
"Kamu belum makan vanessa, kamu pingsan selama 4 jam dan belum makan." Ucap satria
Jadi dia daritadi mandangin wajah gue dong. Kau konyol vanessa. Batin vanessa
"Ayo turun nessa." Ucap satria membuyarkan lamunan vanessa, vanessa terkejut karena satria membukakan pintunya dan mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Gue bisa jalan sendiri kak." Ucap vanessa dingin
Kamu semakin membuat saya tertarik vanessa. Batin satria
"Jangan keras kepala." Ucap satria, dengan berat hati vanessa menerima uluran tangan satria.
Mereka memasuki restoran dengan bergandengan tangan, karena orang-orang banyak yang tidak tau bila satria adalah keluarga vebranza. Tetapi banyak para gadis yang menatap satria dengan tatapan memuja, satria tetap tidak peduli. Saat vanessa akan melepaskan pegangannya, satria malah mengeratkannya.
"Jangan dilepas sayang." Ucap satria
"Menyebalkan." Ucap vanessa ketus. Satria pun tersenyum kemenangan karena berhasil menggandeng vanessa. Sedangkan vanessa menekuk mukanya.
Mereka duduk di paling pojok, vanessa memesan makanan yang bisa mengisi perutnya. Setelah makanan datang, vanessa segera memakannya dan hanya tersisa sedikit saja. Vanessa ingin segera pulang karena mulai risih dengan tatapan satria.
Vanessa selesai makan lalu ia terpikir dengan yang mengirim pesan, karena baginya aneh setelah mendapat pesan tidak lama satria pun datang ke perusahaannya.
"Gue mau tanya ke kakak." Ucap vanessa dengan wajah serius.
"Tanya saja." Ucap satria santai
"Lo yang ngirim gue pesan tadi siang kan." Ucap vanessa, satria mengerutkan dahinya.
"Saya tidak mempunyai nomor kamu vanessa. saya hanya punya nomor sekretaris kamu." Ucap satria. vanessa pun lebih bingung lagi ia tidak akan diam bila si pengirim itu genta.
"Jadi kamu di teror seseorang." Ucap satria
"Gak ada. udah gue mau pulang." Ucap vanessa datar
Saya akan cari tau sendiri vanessa. Batin satria
Mereka pun segera pulang dan menuju ke mansion keluarga vanessa. Satria juga mampir karena ia sudah bicara pada dean bila vanessa sedang bersamanya.
__ADS_1