I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 198


__ADS_3

Vanessa masuk ke dalam mansion markas, diikuti teman-temannya, Irene membawa kedua katana Vanessa yang tertancap di badan ketua black crocodile. Tangan kanan BLS yang melihat Vanessa masuk pun segera berbaris di dekat pintu.


"Apa-apaan kalian ini?" Ucap Vanessa


"Menyambut ke pulangan leader utama BLS." Ucap Alvaro


"Penyambutan kalian ini membawa kehancuran markas." Ucap Vanessa datar


"Maaf bos."


"Bagaimana kalian bisa kecolongan informasi atas kehilangan ku?" Ucap Vanessa datar


"Kami benar-benar tidak tau bos."


"Maaf atas kelalaian kami."


"Dan kalian berempat bagaimana bisa ini terjadi?" Ucap Vanessa


"Kami benar-benar tidak tau masalah ini nes." Ucap Irene


"Bagaimana mungkin kita nyebarin masalah ini." Ucap Viola


"Iya nes, ini murni bukan kesalahan kami." Ucap Vinda


"Tapi kalian ceroboh untuk menjaga rahasia BLS." Ucap Vanessa tegas.


Semua yang ada di dalam ruangan pun terdiam.


"Ini alasannya jika kalian ceroboh, sedikit informasi yang bocor ke media akan menjadi ancaman hancurnya BLS." Ucap Vanessa


"Stop nes, kau tidak bisa menyalahkan kami." Ucap Vanya


"Gue harus nyalahin siapa? Gue sendiri?" Ucap Vanessa


"Lo yang hilang, kita tidak memikirkan hal lain. Selain mencari keberadaan lo, bahkan tentang informasi ini kita semua juga ga akan tau jika akan tersebar sampai media." Ucap Vanya


"Sudahlah, kita minta maaf nes. Untuk masalah ini secepatnya kita selidiki." Ucap Viola


"Gaperlu, gue dah tau siapa orangnya." Ucap Vanessa lalu menuju ke ruang bawah tanah.


"Sabar van dan maafkan sikap Vanessa ya  amarahnya belum reda jadi kalian terkena imbasnya." Ucap Vinda

__ADS_1


Semua orang yang ada di ruangan itu pun mengangguk, mereka paham jika Vanessa masih dilanda amarah akan bersikap seperti itu.


"Kalian obati diri kalian." Ucap Vanya lalu menyusul Vanessa.


Vanya, Viola dan Vinda menyusul Vanessa ke ruangan bawah tanah begitu juga dengan Irene. Vanessa menuju ke tahanan baru yang merusak kawasan BLS.


Ketiga orang itu digantung di tiang penyiksaan, mereka ingin meronta tetapi saat ini mereka tidak mungkin melawan karena hanya tersisa mereka dari banyaknya anggota yang mereka bawa.


"Kenapa kalian nekat menyerang mafia ku?" Ucap Vanessa


"Tentu saja mengambil alih posisi Mafia milikmu." Ucap ketua Black Crow


"Hahahahaha."


Vanessa tertawa tetapi tawa Vanessa sangat menakutkan.


"Jika kalian sanggup melewati ku, dengan senang hati ku berikan BLS pada kalian beserta anggotanya." Ucap Vanessa


"Kau wanita sombong." Ucap ketua Red Fire


"Tentu saja aku berhak sombong sebelum kematian kalian." Ucap Vanessa dengan seringainya yang menakutkan


"Kau bukan tuhan dan kau tidak tau bagaimana mafia yang kau dirikan kedepannya." Ucap ketua death doll


"Aku juga tidak menganggap diriku tuhan." Ucap Vanessa santai


"Lepaskan kami nona, kami akan membuat mafia lagi dan tidak mengusik BLS." Ucap ketua Black Crow


"Bukankah aku sudah menyuruh kalian pergi, tetapi kalian memilih untuk menetap disini." Ucap Vanessa santai.


Vanessa mengambil kursi kayu untuk duduk dihadapan mereka.


"Bawa black dan Coco kemari, aku merindukan mereka." Ucap Vanessa. ketiga orang itu bertanya-tanya apakah hewan kesayangan BLS begitu menakutkan.


"Tenang saja, mereka hanya kucing lucu tidak akan melukai kalian. karena yabg akan mengirim kalian ke neraka adalah aku." Ucap Vanessa santai


"Lebih baik kau lepaskan kami nona, biarkan kami mendirikan mafia baru." Ucap ketua death doll


"Lalu kalian akan menghancurkan kawasanku lagi? Apa kalian pikir aku ketua yang bod*h seperti kalian." Ucap Vanessa dengan senyuman devilnya.


"Mafia mu tidak selamanya ada di nomor satu." Ucap ketua Red Fire

__ADS_1


"Mafia ku akan menjadi yang kedua karena yang pertama adalah mafia milik anakku." Ucap Vanessa santai


"Kami mohon lepaskan kami nona." Ucap ketua black crow


"Kemana keberanian kalian?" Ucap Vanessa santai


"Dan kenapa kau keluar dari persembunyian nona?" Ucap red fire


"Terserah ku, kenapa kau ingin tau? oh apakah untuk kau kenang ketika di neraka nanti? baiklah akan ku katakan." Ucap Vanessa. belum sempat Vanessa katakan Coco dan black mendekat ke arah Vanessa.


Coco dan black masuk ke dalam ruangan penyiksaan, Coco dan black sangat senang bertemu Vanessa kembali, sifat mereka sangat manja pada Vanessa. Ketiga orang dihadapan Vanessa pun menelan saliva nya, karena hewan kesayangan BLS lebih besar dari hewan yang ada di markas mereka.


"Oh lihatlah kucing-kucing ku ini sangat manja." Ucap Vanessa


"Kalian semakin gendut dan aku semakin gemas pada kalian berdua." Ucap Vanessa


Vanessa membiarkan Coco dan black ada di sampingnya, tatapan Coco dan black berubah ketika melihat orang yang ada di hadapan Vanessa, mata Coco dan black berubah seperti akan menerkam mereka.


"Aku ingin menunjukkan sedikit pertunjukan kesayanganku." Ucap Vanessa.


Vanessa memencet tombol dan muncul proyektor kecil yang mengarah ke tembok, Vanessa menyalakan proyektor itu dan terlihat jasad ketua black crocodile terikat diatas kolam yang airnya berwarna hijau.


"Buaya harus dipertemukan dengan buaya bukan." Ucap Vanessa santai


Benar saja isi kolam itu ada 5 ekor buaya yang sangat besar, Ketiga orang yang saat ini berada di ruangan itu pun sedikit ketakutan karena rumor yang beredar mengenai ketua BLS tidak mengenal ampun walau lawannya sudah mati pun tetap di siksa.


Tali yang mengikat jasad ketua black crocodile sedikit di turunkan, dan buaya yang ada di kolam itu sudah melihat ke arah makanannya. Salah satu diantaranya sudah mencoba untuk meraih santapannya yang terikat itu.


"Semoga kalian menikmati pertunjukan kali ini ya, mungkin kalian akan mengalami hal ini juga." Ucap Vanessa santai


Tali itu sedikit diturunkan lagi dan kelima buaya itu sudah menunggu santapannya jatuh, menunggu bagaimana reaksi buaya BLS lalu jasad ketua Black Crocodile dijatuhkan ke dalam kolam berisi lima buaya. kelima buaya itu pun saling berebut untuk mendapatkan makanannya.


"HAHAHAHA AKU SUKA PERTUNJUKAN KALI INI, TAPI LEBIH SERU JIKA SANTAPANNYA MASIH BERNAFAS."


Ucapan Vanessa berhasil membuat ketiga orang dihadapan nya itu ketakutan. Tawa yang Vanessa keluarkan sangat menyeramkan, mereka kembali melihat ke dinding dan benar saja kolam yang semula hijau berubah menjadi merah karena darah black crocodile.


Okey bestie segini dulu ya💕


Badan baru pulih soalnya, yang sakit semoga lekas sembuh ya💕


Besok update lagi ya bestie, jangan lupa like comment and vote nya💕

__ADS_1


__ADS_2