
Mungkin momen yang paling menakutkan dan mengharukan juga untuk arsean, setelah menanti cukup dalam ruangan ini akhirnya anaknya lahir juga. Arsean tidak pernah berpikir jika anaknya nanti perempuan.
Arsean tidak bisa lagi berpikir dengan jernih dia langsung mencium kening Vanilla yang masih berkeringat dingin, Vanilla masih sangat lemas saat itu. "thank you for fighting, she's a baby girl" Arsean membisikan itu pada vanilla, sedangkan Vanilla hanya bisa menarik nafas dan menangis.
Saat-saat haru itu disaksikan oleh dokter dan suster yang berada di ruangan itu, tak lama bayi yang sempat di bawa oleh suster itu kembali dan di berikan pada vanilla suster itu meletakannya di dada vanilla.
Vanilla baru saja melihat wajah anaknya itu tersenyum lebar dan air mata kebahagiaanya tumpah, dia tidak bisa berkata-kata rasanya semua rasa sakit yang dia rasakan hilang seketika Arsean yang ada disana masih membeku menatap intraksi vanilla.
Bayi itu menangis membuat ruangan itu terdengar sangat berisik, arsean mendekat dia menyentuh bayi itu dengan hati-hati seakan-akan itu benda yang tipis yang rapuh dan mudah hancur. Tatapan Vanilla dan arsean bertemu vanilla mengembangkan kedua sudutnya begitupun dengan arsean yang ikut tersenyum.
Dokter dan perawat memberi arahan pada vanilla untuk segera memberikan asi pada anaknya, awalnya vanilla sangat kaku bahkan dia terkejut ketika bayinya mulai menyasap asi nya.
...*******...
__ADS_1
Beberapa Jam sebelumnya
"Ayolah man, mana ada orang yang akan suka jika dia di kacaukan tanpa sebab terlebih oleh pendatang baru yang kami saja tidak mengusik mereka" Arsean sedang bernegosiasi untuk melepaskan vanilla dan membawanya kerumah sakit tapi yah bagaimana lagi ini sulit sekali dilakukan.
"Baik-baik aku mengerti, tapi jangan sekarang! aku berjanji akan kembali dan membantu kau dan yang lainnya agar lolos...." Rasanya arsean ingin meneriaki mereka karena sembarangan memotong pembicaraan mereka "Tunggu, tunggu meloloskan dari apa.....?" Arsean mundur beberapa langkah dia mengambil kesempatan itu "Kalian tidak tahu ? jika kalian itu sedang dalam pengawasan pemerintah" benar saja reaksi mereka sesuai dengan arsean bayangkan, arsean berdiri di belakang orang yang mendekap Vanilla dia mengangkat tangannya dan dengan cepat memutar leher orang itu sampe terdengar bunyi dan....
Braaaaak
Dia mati, "lebih baik kalian pikirkan itu" tak lama para anak buah Vanilla datang menyusul dan mencegah mereka arsean berhasil membawa vanilla menjauh dari tempat itu menuju ambulance yang sudah dia siapkan.
Arsean tertidur di sofa setelah dia mengganti pakaiannya, dia masih di rumah sakit menemani vanilla dan bayi nya itu, Arsean terjaga setelah tidur sekitar 2 Jam dia meregangkan otot-otot nya sebelum ngecheck keadaan vanilla yang masih terlelap setelah di beri obat oleh dokter.
Arsean berjalan ke arah sisi lain dari ruangan itu, ruangan yang di sedih kan khusus untuk bayi nya. Arsean tidak pernah berpikir jika dia akan memiliki bayi kecil itu, jangan kan untuk memilikinya bahkan dulu dia sangat membenci anak kecil begitupun dengan kerabatnya yang masih kecil arsean akan menghindari mereka sebisa mungkin dan entah apa yang terjadi dia memiliki seorang anak sekarang,..... Dia benar-benar jadi ayah yah ? Arsean masih bertanya-tanya jika ini benar atau hanya illusi nya saja.
__ADS_1
Saat arsean menatap bayi itu dari balik kaca, bayi itu menggeliat dan menangis arsean menatap sekeliling tak ada siapapun. Arsean menelan ludahnya susah dan akhirnya dia masuk kedalam ruangan itu, arsean hanya menatapnya sebelum dia akhirnya memberanikan diri untuk menggendongnya dengan perlahan.
"ini sulit sekali" guman arsean yang akhirnya bisa menggendong bayi itu dengan sempurna, Arsean mendekap bayi itu perlahan entah dari kekuatan mana tangis bayi itu mereda sampai akhirnya kembali terlelap.
_________________________________________
[Selasa, 10 Agustus 2022]
Author : Safira Aulia Hamidah
Ig : Sfiranjk341
Kan action, tapi ada bagian gini nya ? Saya mau jelasin sedikit jika cerita ini nggak full action tapi juga dunia pernikahan dan juga action. Saya tau ini aga terlalu memaksa kan plotnya tapi saya sudah berusaha.
__ADS_1
Terima kasih telah mampir:)