I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 91


__ADS_3

Sampai di mansion saat vanessa akan turun,tiba-tiba tangannya ditarik oleh satria. Vanessa pun memutar bola matanya malas.


Maunya apa coba ini orang?. Batin vanessa


"DON'T TOUCH ME." Ucap vanessa datar dan matanya menatap tangannya yang dipegang satria. Tetapi satria malah tersenyum tipis.


"LEPASIN." Ucap vanessa datar. Satria tetap menatap vanessa dengan tersenyum tipis.


"LEPASIN ATAU TANGAN LO PATAH." Ucap vanessa dengan nada mengancam. Sedangkan satria menaikkan sebelah alisnya.


"Gue udah peringatin ke lo. LEPASIN SEKARANG." Ucap vanessa ketus. Satria tetap tidak melepaskan tangannya.


"LEPASIN." Ucap vanessa dingin. Satria masih tidak bergeming.


"LEPA..


Cup


Satria menarik kepala vanessa sehingga mendekat padanya dan mencium pipi vanessa. Vanessa terkejut karena gerakan satria begitu cepat, vanessa masih mematung.


"Kamu berisik." Ucap satria sambil mengusap rambut vanessa. Tidak lama vanessa menghempaskan tangan satria kasar.


"Mau lo apa sih. Lancang banget jadi cowok." Ucap vanessa ketus


"Saya mau kamu jujur, siapa yang sudah mengganggu kamu selama ini." Ucap satria dengan nada serius.


"Bukan urusan lo." Ucap vanessa datar

__ADS_1


"Saya berhak tau vanessa." Ucap satria


"Dengerin ya. Lo hanya orang asing di kehidupan gue,dan lo gak berhak tau tentang itu." Ucap vanessa ketus sambil menunjuk ke wajah satria.


"Vanessa saya mohon kamu harus cerita kepada saya." Ucap satria dingin


"GUE GAK ADA HUBUNGANNYA SAMA LO. DAN LO BUKAN SIAPA-SIAPA GUE. JADI STOP UNTUK TAU APAPUN TENTANG GUE." Ucap vanessa tegas.


"Ternyata presdir V'LI CORPORATION tidak bisa menepati janji di rumah sakit tadi." Ucap satria santai.


"Gue baru tau ternyata mulut PRESDIR VEBRANZA GROUP lihai mengancam." Ucap vanessa ketus. Sedangkan satria terkekeh.


Dengan cepat vanessa membuka pintu mobil satria dan bergegas keluar, begitu juga dengan satria menyusul vanessa dengan membawa obat vanessa. Di ruang tamu ada dean dan reno, dean mendapat kabar dari satria bila vanessa pingsan di jalan saat akan mengendarai motor. Satria tidak akan ceroboh untuk bercerita yang sebenarnya karena ia sudah janji kepada vanessa untuk tidak jujur walaupun kepada keluarganya.


"Bagaimana keadaanmu princess." Ucap dean saat akan meraih tangan vanessa, langsung ditepis oleh vanessa. Lalu melenggang pergi ke kamar, tetapi langsung dihentikan oleh satria.


"Obat kamu, banyak-banyak istirahat ya." Ucap satria menyodorkan plastik berisi obat vanessa. Vanessa menerimanya lalu berjalan menuju ke kamarnya.


Vanessa langsung di peluk daniar dari belakang,entah darimana daniar tiba-tiba muncul. Vanessa melihat tangan kecil memeluk pinggangnya. Vanessa pun mensejajari tinggi daniar, vanessa mengira daniar akan marah tapi ternyata ia menangis sambil memeluk vanessa.


"Hei boy kau kenapa." Ucap vanessa mengelus rambut daniar.


"Hiks..hiks..kak nessa..hiks..hiks.. dani mohon hiks...kakak jangan sakit..kalau kakak hiks..sakit..dani sama siapa." Ucap daniar terisak-isak


"Kakak tidak sakit sayang. Kakak hanya lelah dan butuh banyak istirahat." Ucap vanessa sambil mengecup dahi daniar.


"Jan..hiks..ji..sama dani ya hiks..kalau kakak tidak akan hiks..sakit lagi.." Ucap daniar sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Janji sayang." Ucap vanessa lembut


Walaupun saya tidak mendapat sikap lembut kamu. Tetapi saya sangat menyayangimu vanessa. Batin satria karena melihat sisi kelembutan dari vanessa.


"Dani tidur sana, udah jam 8 malam loh." Ucap vanessa. Dani menggelengkan kepala.


"Dani mau tidur bersama kak nessa." Ucap daniar. Vanessa pun tersenyum tipis.


"Baiklah, ayo ke atas." Ucap vanessa. Lalu dia melihat rino berjalan ke arahnya.


"Kamu gak apa-apa kan princess." Ucap rino karena khawatir kepada vanessa.


"Nessa gak apa-apa kak." Ucap vanessa santai.


"Istirahat yang cukup ya princess." Ucap rino lembut, vanessa hanya bisa mengangguk. Lalu rino pun mencium puncak kepala vanessa. Satria yang melihat itu hatinya terbakar.


Berani sekali kamu rino terhadap vanessa saya. Batin satria menahan amarah.


Vanessa dan daniar pun menuju ke kamar vanessa, sedangkan dean,reno dan rino berbincang dengan satria.


"Gimana ceritanya lo temuin adek gue sat." Ucap dean


"Ya gue tadi mau meeting dengan client di cafe D, disana gue lihat vanessa juga dari dalam cafe itu dan menuju parkiran. Gue perhatiin dia terus megang kepalanya dan saat akan pakai helm dia mulai lemas ya gue segera nolong aja. Terus gue bawa ke RS." Ucap satria dengan berbohong


Ini semua demi kamu vanessa. Batin satria


"Thanks ya bro lo udah tolongin adek gue." Ucap dean

__ADS_1


"Santai aja." Ucap satria


__ADS_2