
"Saatnya kamu menemuinya." Ucap seseorang dari telepon
"Aku tidak bisa menemuinya."
"Kau akan menunggunya sampai kapan?" Ucap seseorang dari telepon
"Biarkan dia yang menemukan ku."
"Nyawamu yang akan terancam." Ucap seseorang dari telepon
"Dia tidak akan menyerangku."
Setelah orang itu menjawab ucapan orang lain dari telepon, ia menutup panggilannya.
"We will meet again, my sister." Ucap orang itu dengan seringainya.
--------------
Pagi hari di mansion Samudra. Vanessa bangun lebih awal karena ini hari terakhir ia menjaga cafe bersama temannya. Vanessa membantu para maid yang ada di dapur, seperti biasa mereka tidak bisa melarang Vanessa karena kemauannya.
"Non." Ucap Bu Ira
"Iya bi?" Ucap Vanessa tetapi bi Ira masih ragu untuk menanyakan sesuatu padanya.
"Kalau bi Ira mau nanya silahkan saja bi, Nessa ga masalah kok." Ucap Vanessa
"Bibi minta maaf ya non jika pertanyaan nya kurang sopan." Ucap Bu Ira sedangkan Vanessa masih santai menunggu bi Ira bicara.
"Kemarin bibi menemukan sesuatu di saku baju non Vanessa." Ucap bibi lalu mengeluarkan flashdisk milik Vanessa.
"Maaf non, bukan maksud bibi lancang tetapi ini apa ya non?" Ucap bi Ira. Vanessa pun tersenyum dan mengambil flashdisk itu.
"Terimakasih ya bi sudah menemukan benda kecil ini, ini flashdisk bi untuk menyimpan data-data penting. Bukan barang bahaya kok ini." Ucap Vanessa
"Bibi nemuin ini dimana?" Ucap Vanessa
"Di celana non Vanessa yang hitam pendek itu." Ucap bi Ira
"Bukan barang bahaya kok bi, terimakasih sudah nemuin ini ya bi, banyak data penting di sini." Uacp Vanessa
"Sama-sama non, bibi kira itu ada hubungannya sama barang-barang para mafia non." Ucap bi Ira
"Bukan bi, Nessa gamungkin bawa barang aneh-aneh ke mansion ini." Ucap Vanessa
"Yasudah bi, nessa bangunin kakak-kakak dulu ya." Ucap Vanessa
"Iya non." Ucap bi Ira
Vanessa meninggalkan bi Ira di dapur, ia menuju ke kamar Dean karena Dean tiga hari berada di negara C.
Tok tok tok
"Kak Dean bangun." Ucap Vanessa
Tok tok tok
"Kak.."
Vanessa pun membuka pintu Dean, ia melihat kakaknya masih dalam balutan selimut. Bahkan kamar Dean sangat berantakan, Vanessa mendekati ranjang Dean. Ia menggoyangkan lengan Dean.
"Kak, bangun." Ucap Vanessa
"Kak, udah pagi loh." Ucap Vanessa
Bukannya bangun, Dean malah menarik Vanessa sehingga jatuh ke pelukannya.
"Ntar dulu cil." Ucap Dean
__ADS_1
Cil? Cil siapa? Batin Vanessa
Dean mengeratkan pelukannya, Vanessa mulai sesak karena Dean memeluknya sangat erat.
"Thanks cil, lo bikin rindu gue sama Adek gue berkurang." Ucap Dean. Vanessa masih terus mendengarkan Dean bicara.
"Dia bukan Adek kandung gue cil, Dia milik temen gue, harusnya gue berhak juga dapetin dia cil, tapi gue gamau ngerusak persaudaraan gue sama dia cil." Ucap Dean.
"Gue cinta sama dia cil, gue maunya dia. Tapi gue bingung cil, gue gabisa boongin perasaan gue cil." Ucap Dean
Oke gue mengerti sekarang. Batin Vanessa
Vanessa hanya diam mendengar gumaman Dean yang masih menutup matanya. Vanessa melepaskan pelukannya dengan pelan menggantinya dengan guling. Vanessa segera keluar dari kamar Dean, ia ke kamarnya mengambil tas lalu turun ke meja makan disana sudah ada ayah,bunda,duo R dan Daniar.
"Kakak belum bangun nes?" Ucap Rino
"Loh belum bangun?" Ucap Vanessa.
"Kami tadi ga masuk ke kamar kakak?" Ucap Rino
"Engga kak, Nessa habis ketuk pintu tadi langsung ke kamar Nessa, nyiapin tas ini." Ucap Vanessa yang menenteng tasnya.
"Biar bunda yang bangunin." Ucap Bunda
"Gaperlu bunda, mungkin kak Dean lelah kan kata bi Ira kak Dean pulang tengah malam." Ucap Vanessa.
"Iya juga yasudah nanti biar dia bangun sendiri, makan dulu princess." Ucap Bunda
"Makan dulu sini princess." Ucap Ayah
Vanessa pun menuju ke meja makan, selama makan Vanessa terus bengong. Sehingga Reno menegurnya.
"Princess." Ucap Reno tetapi Vanessa tidak menjawab, Vanessa terus mengunyah makanan dengan tatapan kosong. Semua yang ada di meja makan pun terkejut karena Vanessa belum pernah seperti itu.
"Princess." Ucap Ayah
"Kamu kenapa?" Ucap Ayah
"Loh Nessa kenapa?" Ucap Vanessa
"Ayah kan tanya kok bisa kamu tanya balik hmm." Ucap Reno
"Hehehe maaf ayah, Nessa tidak apa-apa kok." Ucap Vanessa
"Kalau ada masalah bilang ya princess." Ucap bunda
"Iyah bundaku." Ucap Vanessa
"Kak Nessa." Ucap Daniar
"Kenapa boy?" Ucap Vanessa
"Besok jalan-jalan ya." Ucap Daniar
"Dani kalau mau jalan-jalan nanti ayah sama bunda temani sayang." Ucap Ayah
"Tapi Dani mau sama kak Nessa, ayah." Ucap Daniar
"Besok kak Nessa pasti sibuk sayang." Ucap bunda lembut
"Tidak apa-apa ayah,bunda. Iya besok jalan-jalan ya setelah Dani pulang sekolah." Ucap Vanessa lembut
"Princess." Ucap ayah
"Tidak apa-apa ayah." Ucap Vanessa
"Yeayy besok jalan-jalan sama kak Nessa." Ucap Daniar
__ADS_1
"Yasudah sekarang kita lanjut makan dulu ya." Ucap Bunda
Beberapa saat kemudian bi Ira menuju ke meja makan.
"Maaf tuan nyonya di depan ada tuan satria." Ucap bi Ira
"Suruh masuk dulu bi." Ucap Bunda
"Baik nyonya." Ucap bi Ira
"Duh dijemput pangeran." Ucap Reno
"Princess nya dijemput pangeran naik Ferrari." Ucap Rino
"Lanjutin aja ngomong gitu, ku jamin ban kalian berdua kempes." Ucap Vanessa
"Jangan marah-marah bos." Ucap Rino
"Selamat pagi ayah bunda." Ucap Satria lalu menyalami tangan ayah dan bunda
"Pagi satria." Ucap ayah dan bunda
"Sudah selesai nes?" Ucap Satria
"Eh sudah kak." Ucap Vanessa
"Satria ga makan dulu." Ucap Bunda
"Sudah bunda." Ucap Satria
"Kalau belum makan dulu aja kak." Ucap Reno
"Tidak perlu Reno, sudah makan tadi." Ucap Satria
"Kak Satria." Ucap Daniar
"Ada apa Dani?" Ucap Satria
"Besok ikut kak Nessa jalan-jalan ya sama Dani." Ucap Daniar. Vanessa pun terkejut dengan ucapan Daniar.
"Besok Dani tidak sekolah?" Ucap Satria
"Sepulang sekolah kak." Ucap Dani
"Boleh Dani, besok jalan-jalan sampai Dani puas ya." Ucap Satria
"Kak Satria yang bayar ya." Ucap Daniar
"Danii..." Peringatan dari ayah
"Habiskan saja uang yang ada di ATM ini jika mampu." Ucap Satria yang menyodorkan black card miliknya.
"Kak." Ucap Vanessa
"Kenapa?" Ucap Satria
"Aku bisa memberikan black card milikku pada Daniar." Ucap Vanessa
"Jajannya Daniar tidak akan menghabiskan 8M di kartu ini." Ucap Satria
"Mending kita berangkat sekarang." Ucap Vanessa
"Baiklah, ayah bunda kami pamit dulu." Ucap Satria
"Hati-hati ya." Ucap Bunda.
"Kak, jagain princess ya." Ucap Rino. Satria hanya mengangguk.
__ADS_1