
"Loh daniar kemana." Ucap vanessa lirih karena kasur yang di tempati daniar begitu berantakan.
"Kek ada yang nangis." Gumam vanessa lalu ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Lalu ia menangkap sosok daniar yang meringkuk di pojok ruangan sedang menangis menenggelamkan wajahnya di kedua kakinya yang ditekuk.
"Astaga daniar kamu kenapa." Ucap vanessa lalu menghampiri daniar dan memeluknya.
"Kak nessa hiks...hiks... dani takut kak..." Ucap daniar tersedu-sedu. Vanessa pun tidak tega dan menggendong daniar ke kasurnya kembali.
"Coba kamu cerita ke kakak kenapa bisa kamu ketakutan begini?" Ucap vanessa lembut.
"Hiks... dani selalu mimpi buruk kak hiks.. dani tidak pernah bisa hiks... tidur dengan tenang kak.." Ucap daniar. Vanessa pun merasa prihatin karena mental daniar sedikit terganggu.
"Dani jangan takut lagi, kakak di samping kamu kok. Sekarang kamu tidur lagi ya kak nessa temani kamu disini kok." Ucap vanessa lembut lalu membelai rambut daniar. Tak lama kemudian daniar pun tertidur dengan pulas. Vanessa tetap disamping daniar dan berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan berkas-berkas dari perusahaan. Sekitar jam 12 malam vanessa pun tidur di samping daniar.
Keesokannya vanessa harus bersiap untuk mengikuti kelas akselerasinya begitu juga dengan teman-temannya. Setelah itu vanessa segera keluar menuju ruang keluarga.
"Alvian,kevin jaga dani ya. Gue sama yang lain mau kelas akselerasi soalnya." Ucap vanessa
"Oke nes santai aja kita jagain dia kok." Ucap kevin. Diangguk i vanessa.
"Kalau sampai dia menangis sedikit saja dan itu karena kalian. Siap-siap aja dapat hukuman dari gue." Ucap vanessa ketus. Alvian dan kevin hanya bisa menelan ludahnya.
Vanessa menuju dapur dan memasak seadanya dulu karena ia belum belanja banyak. Tidak lama kemudian teman-teman vanessa selesai.
"HALOOO GAISSS VINDA YANGG CANTIK JELITA SUDAH BANGUNNN. SAMBUTANNYA MANA DONGG." Teriak vinda. Sedangkan vanessa yang sudah tau kebiasaan vinda pun menutup telinga begitu juga dengan yang lain. Kecuali alvian dan kevin yang baru tau sikap vinda.
"Woyy brisik." Ucap alvian ketus
"Telinga gue masih normal gak usah teriak-teriak." Ucap kevin
"BODO AMAT." Ucap vinda lalu melewati alvian dan kevin begitu saja. Sedangkan yang dilewati pun menahan geram.
"Gue baru tau kalau bos gue yang 1 itu mulutnya sedikit boros." Sindir kevin. Sedangkan vinda yang merasa di sindir pun menatap kevin dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Selamat pagi vanessa." Ucap vinda tersenyum.
"Hemm ada apa?" Ucap vanessa santai
"Adem banget sih pagi-pagi." Ucap vinda. Sedangkan vanessa hanya mengangkat bahunya cuek.
"Setelah kelas akselerasi gue mau ajak dani ke dokter." Ucap vanessa santai. Semua teman-temannya pun menatap dirinya.
"Kenapa nes?" Ucap viola
"Gue mau sembuhin penglihatannya." Ucap vanessa
Sebenarnya ada lagi yang kalian tidak tahu tentang daniar. Tapi belum saat nya aku cerita. Batin vanessa.
"Gue ke kamar dani dulu." Ucap vanessa lalu meninggalkan teman-temannya.
"Sebentar lagi kita harus berangkat." Ucap vanya
"Sekarang jam 6.40 kelas akan dimulai jam 7.15 okelah ngebut." Ucap irene. Mereka pun melanjutkan makannya.
"Dani, kakak pergi sebentar ya." Ucap vanessa lirih lalu mengecup puncak kepala daniar.
Kamu terlalu kecil untuk melewati kejamnya dunia. Batin vanessa
Setelah itu vanessa pergi meninggalkan kamar daniar. Dan mengambil tas nya,begitu juga teman-teman vanessa. Setelah itu mereka melesat menuju tempat belajarnya, dengan kecepatan tinggi. Tetapi saat melewati jalan sepi tiba-tiba ada 1 mobil jeep hitam yang menghadang mobil vanessa dkk.
"Ajg kita sudah akan terlambat mau apa mereka." Ucap vinda
"Kita tunggu saja sampai mereka keluar sendiri." Ucap vanessa santai.
Tidak lama keluarlah 4 orang bertubuh kekar. Ya mereka adalah begal di area itu. Sedangkan vanessa dkk sudah biasa menghadapi orang seperti itu jadi mereka tetap santai. 4 orang itu berjalan kearah mobil vanessa dkk.
BRAKKK....BRAKKK...
__ADS_1
"Turun kalian." Ucap salah satu begal itu dengan menodongkan pistol.
"Nes sebentar lagi akan dimulai dan mereka menghalangi kita." Ucap adisya
"Lawan aja nes itung-itung olahraga pagi." Ucap irene. Diangguk i vanessa.
"Kita habisi mereka sekarang." Ucap vanessa.
Mereka pun turun dengan cepat. Dan tanpa basa basi vanessa dkk langsung menghabisi para begal itu.
Brukk...bugg...buggg....
Krekkk....klakkk....bugg...bugg...
Plakk...plakk...bugg...krekk...
Aaaaaaaaaaaaa
"Lo semua ganggu perjalanan kita." Ucap vanessa sambil mengeluarkan pistol miliknya. Ia tau bahwa pistol milik para begal hanya mainan saja.
Dorr
Vanessa menembak salah satu kaki mereka. Mereka pun ketakutan karena vanessa membawa pistol asli.
"Ma..maafkan ka..kami nona.." Ucap ketua begal itu
"Huh jangan pernah nampakkin diri kalian lagi." Ucap vinda
"PERGI LO SEMUA." Ucap viola dengan nada tinggi
"Bila kami tau kalian berulah lagi, maka bersiaplah kepala kalian akan berpisah dari tubuh kalian." Ucap irene.
"Digituin doang udah ngacir." Ucap adisya
__ADS_1
"Badan gede nyali seupil." Ucap viola
Para begal pun ketakutan dan lari terbirit-birit. Vanessa dkk pun segera masuk kembali ke dalam mobil. Mereka melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Sampai di tempat mereka segera masuk ke kelas.