
Dua hari Vanessa ada di markas, tetapi ia hanya bisa berada di atas ranjangnya karena sebenarnya ia belum sepenuhnya pulih.
"Nes, bangun makan dulu." Ucap Irene
"Lo taruh situ aja ntar gue makan." Ucap Vanessa lirih
"Gue suapin ya, pliss lo dari kemarin belum makan." Ucap Irene
"Gue belum mau makan ren." Ucap Vanessa
"Kalo lo ga makan, gimana lo bisa sembuh?" Ucap Irene. Vanessa pun tidak dapat menjawabnya.
"Plis, lo mau ya gue suapin." Ucap Irene. Akhirnya Vanessa pun mengangguk, Irene membantu Vanessa untuk duduk.
Irene menyuapi Vanessa, bahkan Vanessa ingin menangis karena kemauan Irene. Dibalik pintu Vanya dan Viola hanya bisa terdiam.
"Sebenarnya Vanessa kenapa sih?" Ucap Viola
"Lo ga inget waktu malam penyiksaan itu?" Ucap Vanya
Flashback on
Vanya, Viola dan Vinda memasuki ruangan setelah mereka membiarkan Vanessa memperingatkan para ketua itu.
"Kalian ingin bermain dengan mereka?" Ucap Vanessa
"Hah, kita?" Ucap Vinda. Vanessa pun mengangguk.
"Bagaimana kalau biarkan mereka disini beberapa hari, kelaparan mungkin mereka akan mati." Ucap Vanya
"Kurang seru." Ucap Vanessa
"Biarkan mereka disini bersama Coco and black." Ucap Viola
"Ah ide bagus." Ucap Vanessa
Ketiga orang itu menelan salivanya karena berada di ruangan bersama binatang buas.
"Sepertinya kurang menantang." Ucap Vinda
"Gantung saja mereka di kandang serigala, kebetulan serigala kita belum makan dua hari." Sambung Vinda
"Boleh juga." Ucap Vanessa
Mereka pun memerintahkan anggota BLS untuk menggantung ketiga orang itu di kandang serigala, benar saja serigala itu berusaha untuk mendapatkan mereka bertiga.
__ADS_1
"Kami mohon nona, pindahkan kami dari sini." Teriak ketua black crow karena serigala kesayangan BLS mencoba untuk meraih mereka bertiga.
4V tidak memperdulikan teriakan ketua mafia itu, mereka berbalik untuk kembali ke lantai atas, mereka ingin melihat bagaimana para serigala itu mengincar mangsa mereka.
Tiba-tiba Vanessa terjatuh saat akan naik tangga, tetapi ada laki-laki yang menolong nya. Vanya,Viola dan Vinda terkejut bagaimana laki-laki ini bisa masuk.
"Dimana kamar Vanessa?" Ucap laki-laki itu
"Lantai 4." Ucap Vanya
"Mansion ini tidak ada liftnya?" Ucap laki-laki itu
"Ada kok, tuh." Vinda menunjukkan lift untuk ke lantai 4.
Dengan cepat laki-laki itu membawa Vanessa ke lift, ia menekan tombol lift dengan kakinya.
"Bagaimana dia bisa masuk kesini?" Ucap Viola
"Entahlah, kita ikuti dia." Ucap Vanya
Mereka pun menuju ke lantai 4, dan berada di kamar Vanessa. Laki-laki itu membaringkan tubuh Vanessa ke ranjang queen size nya. Laki-laki itu memberikan Vanessa obat, entah itu obat apa.
"Kau meracuni nya?" Ucap Vanya dengan nada dingin
"Tidak bod*h." Ucap laki-laki itu
"Bagaimana kau bisa masuk kesini?" Ucap Vanya.
"Apa kalian pikir aku bod*h, dengan melepaskan Vanessa sendirian." Ucap laki-laki itu
"Maksudnya?" Ucap Vinda
"Okey akan aku ceritakan yang sebenarnya terjadi, pertarungan waktu itu yang membuat Vanessa terjatuh dari tebing. Orang-orang ku berhasil menemukan nya, tetapi ia hanya mengenakan jaketnya saja." Ucapan laki-laki itu tergantung karena Viola menyela ucapannya
"Kau melakukan apa padanya." Ucap Viola dengan nada tinggi.
"Dengar dulu nona." Ucap laki-laki itu
"Aku membuang jaket Vanessa ke pesisir pantai dan menggantinya dengan jaketku. Aku membawa Vanessa ke dalam mansion ku, semua yang bersangkutan dengan Vanessa pembantu ku yang menggantinya bukan aku."
"Ketika Vanessa di periksa dokter pribadiku, tulang punggung dan pundaknya retak dan peluru yang menembus dadanya pun hampir menyentuh paru-parunya jadi sebenarnya dia belum boleh terlalu lelah karena punggung dan pundaknya masih proses pemulihan."
"Jadi selama ini Vanessa
"Ya, ia berada di negara C lebih tepatnya di mansion ku, aku sengaja menghapus seluruh jejak Vanessa. Aku tau kalian mencarinya tetapi waktu itu Vanessa belum pulih, Vanessa sendiri ingin kembali ke sini tetapi aku melarangnya karena luka yang ia alami bukan luka kecil." Ucap laki-laki itu
__ADS_1
"Tetapi kenapa kak Aldo tidak memberitahu kami?" Ucap Viola
"Aku minta maaf pada kalian, karena keselamatan Vanessa juga penting. Aku sudah menganggap nya seperti adikku, walau awalnya aku tidak menyukainya tetapi aku sadar jika yang aku lakukan juga salah." Ucap Aldo
"Jadi kak aldo sudah berapa lama disini?" Ucap Vinda
"Mungkin 1 Minggu." Ucap Aldo
"Aku tidak mengijinkan Vanessa keluar dari mansion ku yang ada di negara ini, karena punggung dan pundaknya proses pemulihan." Ucap Aldo
"Tapi kakak berhasil menyembunyikan dia dari kami." Ucap Vanya
"Aku minta maaf pada kalian, dan aku harap kalian tidak menghubungi keluarga Vanessa jika ia kembali." Ucap Aldo
"Kenapa kak?" Ucap Viola
"Biarkan Vanessa menemui mereka sendiri, karena itu permintaannya." Ucap Aldo. Vanya,Viola, Vinda dan Irene pun mengangguk.
"Oh ya, apakah setiap sore Vanessa pergi ke makam Adisya kak?" Ucap Vanya
"Tidak, kan aku sudah bilang jika Vanessa tidak kuijinkan keluar dari mansion ku kecuali Vanessa ingin jalan-jalan ke taman belakang." Ucapan Aldo membuat mereka terkejut.
"Kenapa kalian ini?" Ucap Aldo
Tanpa berkata apapun, Viola menunjukkan foto yang ia ambil. Aldo pun terkejut karena ia merasa Vanessa tidak pernah keluar dari mansionnya, kecuali ke taman belakang.
"Tapi aku serius Vanessa tidak pernah keluar dari mansion." Ucap Aldo
"Lalu wanita ini siapa?" Ucap Vinda
"Kak Aldo pasti mengenal Adisya kan." Ucap Irene
"Aku mengenalnya, bahkan kematiannya aku belum bisa menerima sebenarnya." Ucap Aldo
"Apakah Adisya memiliki kerabat kak?" Ucap Viola
"Setauku tidak, karena mama dan papa Adisya anak tunggal." Ucap Aldo
"Lalu wanita ini siapa."
Flashback off
"Aku masih penasaran dengan wanita itu van." Ucap Viola
"Kita tanyakan pada Vanessa nanti." Ucap Vanya
__ADS_1
Irene selesai menyuapi Vanessa, Vanessa meminum obatnya sebenarnya ia sendiri lelah jika harus berada di atas ranjang. Tetapi itu juga untuk kepulihan badannya.