I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
Episode 34


__ADS_3

"Kau sudah dengar jika boss besar akan kemari ?"


"Iya, kebetulan sekali bukan boss besar akan kemari. Aku jadi penasaran kenapa dia kemari" saut yang lainnya, arsean yang tengah membersihkan kamar para ******* itu dia sebentar menyimak gosib dua orang di belakangnya itu, yah Arsean membelakangi mereka.


"Aku juga jadi penasaran, biasanya dia kemari jika ada hal penting" lanjut kedua orang itu berbincang menggosipkan boss mereka. "Aku pikir dia sudah tidak membutuhkan jasa kita karena sering menggunakan jasa pembunuh bayaran amatir itu" keduanya terkekeh mereka terus mengolok-olok alasannya itu.


"Hey, teruskan kerja mu jangan menguping sialan" Arsean memutar bola matanya, dia terus melanjutkan pekerjaannya sedangkan mereka berjalan pergi meninggalkan tempat itu.


Jika Arsean bisa mengetahui dalang dari sekumpulan orang bodoh itu mungkin rencananya akan mudah dilakukan, sebenarnya Arsean tidak harus ikut turun tangan untuk ini hanya saja dia sulit untuk mempercayai orang setelah pengkhianatan yang di lakukan leona.


Di dalam sana mereka sedang bersiap-siap menyambut boss besar mereka, tak lama terdengar suara helicopter yang mendarat dengan serentak mereka berbaris dengan rapih berbeda dengan halnya apa yang di lakukan orang-orang itu Arsean dia mengendap-endap berjalan menuju meja yang memiliki penutup jadi dia bisa bersembunyi disana.

__ADS_1


"Baris yang rapih, dan ingat tetap menjaga kesopanan kalian" arsean ingin tertawa mendengar perintah itu, mereka itu sekumpulan berandalan atau anak pramuka yang tersesat.


"Selamat datang tuan" ucap semuanya serentak pada seseorang yang mengenakan topeng dan berjubah hitam "sialan" umpat arsean karena ia tidak dapat melihat wajah orang itu secara langsung. 


Nyatanya dugaan arsean salah tak lama orang itu membuka topengnya, dan di ikuti seorang wanita di belakang nya yang jelas membuat arsean terkejut bukan kepalang itu Vanilla? Apa maksudnya vanilla dengan Harrison? Sialan, apa Vanilla sudah satu langkah lebih depan dibandingkan dengan arsean.


"Pertama-tama aku akan memperkenalkan dia,...... Dia Vanilla dari Diàvolow aku sangat mendukungnya dan untuk itu kita bisa berkerja sama kita" suara sorakan semakin meriah, tak lama terdengar alunan lagu yang begitu nyaring di tempat butuh seperti ini saja mereka masih bisa bersenang-senang yang bener saja.


Arsean perlahan menyelinap pergi rasanya hanya membuat punggungnya sakit saja, tadinya arsean tidak akan keluar lagi dia akan bersembunyi sampai Harrison itu pergi karena dia percaya si tua bangka itu mengenalnya walau tidak yakin arsean hanya mengantisipasi saja. Salah satu anak buah disana menyuruh arsean untuk bergabung mau tak mau pada akhirnya arsean keluar dengan penutup wajahnya setengah.


Harrison berjalan beriringan dengan dog si Dewan tertinggi disini orang yang menonjoknya di hari itu, "kau siapkan semuanya, saat nanti mereka tidak ku butuhkan lagi kita akan menghancurkan mereka seperti waktu itu, dasar naif" mereka berdiri satu meter didepan arsean jadi arsean masih bisa mendengar apa yang mereka ucapkan "siap" dog masih dengan kakunya mendengarkan semua yang di ucapkan Harrison.

__ADS_1


"....... apa katanya Diàvolow? Sekumpulan orang kesetanan yang akan membalas dendam mereka ? Itu hanya sekumpulan orang lemah yang mudah ditindas liat saja mereka akan ku hancurkan seperti 7 tahun yang lalu" Harrison menatap tangannya dan memeragakan seakan dia *******-***** orang-orang, arsean menatap dengan datar jadi benar jika Harrison si tua bangkai yang licik dia selalu melakukan semua dengan bersih demi mehilangkan semua saingannya.


Saat arsean menatap penuh dendam kearah Harrison tiba-tiba pria itu menatapnya, Arsean menatapnya lama sampai akhirnya dia menunduk kerena orang-orang di belakangnya memaksa arsean menunduk "jangan kurang hajar seperti itu bodoh" arsean masih mengangkat pandangannya, tatapannya penuh makna menatap Harrison begitu pula dengan Harrison yang menatap arsean. "Bawa dia pergi" akhirnya dog menuruh kedua anak buah yang memegangi Arsean untuk membawanya pergi, "Maafkan dia tuan, dia hanya pelayan yang kami pungut jadi tidak memiliki sopan santun" dog sedikit membungkukan tubuhnya.


"Tidak masalah, jika begitu siapkan kepulangan ku" dog mengangguk dan keluar dari gubuk itu.


__________________________________________


[Senin, 01 Agustus 2022]


Author : Safira Aulia Hamidah

__ADS_1


Ig : Sfiranjk341


karena ini cerita versi baru dan belum selesai jadi, ini cerita on going. Harap baca dari bab awal


__ADS_2