
Malam harinya vanessa sudah bersiap-siap untuk bertemu teman-temannya di cafe milik kakak kembarnya, ia sudah selesai makan malam bersama keluarganya.
Vanessa segera turun dari kamarnya, ia memakai kaos hitam,celana jeans hitam dan jaket jeans putih. Sneakers putih andalannya dan tas salempang dada bening. Vanessa kurang begitu suka dengan dress ataupun gaun, entah kenapa karena dulu ia sangat menyukai itu tetapi sekarang sudah tidak lagi.
"Princess mau keluar." Ucap dean
"Iya kak udah janji sama yang lain." Ucap vanessa
"Ayah,bunda daniar belum pulang kak." Ucap vanessa karena belum melihat mereka.
"Baru aja mereka pulang. Yasudah kamu berangkat sana ntar temanmu cerewet kalau kamu telat." Ucap dean
"Kak dean tau aja." Ucap vanessa.
"Eh tunggu kamu naik apa?" Ucap dean
"Motor." Ucap vanessa menunjukkan kuncinya.
"Kenapa gak pakai mobil princess." Ucap dean
"Nessa mulai bosen naik mobil kak, enak naik motor anginnya alami." Ucap vanessa. Dean pun menggelengkan kepala.
"Baiklah hati-hati princess jangan ngebut." Ucap dean sedikit berteriak karena vanessa sudah meninggalkannya.
"BAIK KAK.. KALAU NGEBUTNYA NESSA GAK JANJII." Teriak vanessa dari luar mansion. Ia mengeluarkan motor sport warna hitam miliknya.
BRUMM..BRUMM..
Motor vanessa melesat menuju ke cafe milik kakak kembarnya. Ia berpapasan dengan vanya dari arah mansionnya, vanya juga menggunakan motor sport warna biru dan helm teropongnya. Mereka menuju ke cafe dengan kecepatan penuh, karena mereka sudah telat dari jam janji mereka.
Sampai di depan cafe mereka segera turun,karena perakitan sedikit ramai. Saat vanessa dan vanya membuka helm miliknya banyak para laki-laki yang sangat kagum akan kecantikan vanessa dan vanya. Tetapi vanessa dan vanya mengacuhkan itu karena mereka sudah biasa.
__ADS_1
Saat mereka memasuki cafe banyak pengunjung yang menatap mereka, dan kumpulan para laki-laki yang sangat mengenal vanessa dan vanya.
"Eh lihat deh siapa itu yang datang." Ucap brian menunjuk ke arah vanessa dan vanya dengan matanya.
DEG
"Vanessa/Vanya." Ucap satria dan arjun serempak.
"Berarti kalau mereka disini, yang lain juga ada disini dong." Ucap billy
"Kita lihat aja dimana tempat duduk mereka." Ucap deni.
Satria dan yang lainnya pun terus menatap vanessa dan vanya. Saat vanessa dan vanya mendekati meja yang sudah ada teman-temannya, mereka terkejut karena vanessa dkk duduk di sebelah mereka tetapi mereka baru menyadarinya.
"Sorry telat." Ucap vanessa singkat.
"Lo sama vanya telat 20 menit, jamuran kita nungguin lo berdua." Ucap vinda ketus lalu cemberut
"Lo berdua gak tau aja kalau viola sudah kelaparan." Ucap vinda. Viola pun melotot ke arah vinda.
"Kok jadi gue yang kena sih vin." Ucap viola
"Lah kan emang iya,dari tadi lo ngomel mulu karena vanessa sama vanya gak datang-datang." Ucap vinda.
"Vin asal lo tau ya irene sama adis pun tau dari tadi yang ngerengek lapar itu lo bukan gue." Ucap viola.
"Badan aja kurus vin tapi porsi makan kek kuli." Ucap adisya.
"Iri lo semua sama badan gue, ya iyalah badan gue sama aja. Kan vinda merawatnya dengan baik." Ucap vinda
"Jijik vin lihat gaya lo kek gini." Ucap vanessa
__ADS_1
"Asal lo tau nes,van. Vinda udah makan 1 spaghetti dan 1 botol soda, dan sekarang dia pesan lagi saat kalian datang." Ucap irene
"Wah gila vin, lambung lo ada berapa?" Ucap vanya
"Ada 1 lah, tetapi luasnya kayak bandara." Ucap vinda
Mereka pun memesan makanan dan minuman, setelah itu mereka berbincang kembali.
"Nes, sharon sama ibunya kita apain di markas." Ucap viola berbisik karena tidak ingin rahasia mereka terbongkar.
"Lo ngomong apaan sih vi, pake bisik-bisik segala." Ucap adisya
"Emangnya lo mau rahasia terbesar kita kebongkar." Ucap viola ketus.
"Ya nggak juga, tapi gak usah bisik-bisik kenapa sih." Ucap adisya
"Udahlah bacut." Ucap viola
"Akan ada saatnya vanya membongkar kedok mereka." Ucap vanessa santai.
"Lo udah balik ke mansion van." Ucap irene
"Udah kok, tapi di mansion milik gue." Ucap vanya
"Baguslah van lo sementara disitu aja." Ucap vinda
"Bukan sementara,tetapi seterusnya karena mansion keluarga bokap udah diubah nama sama nyokapnya sharon." Ucap vanya mengambil botol soda milik vinda yang masih setengah.
"Kalau haus ngomong jangan asal nyamber aja itu tangan." Ucap vinda ketus.
"Pelit banget sih lo. Beli lagi sana se kulkas sekalian." Ucap vanya ketus
__ADS_1
"Alah terserah lo van." Ucap vinda