
"Benar ma apa yang dikatakan vanessa, mama kayak gini karena ulah sharon dan mamanya." Ucap vanya kepada mamanya. Mama vanya hanya bisa mengangguk.
"Kurang ajar, ayo ma kita kesana sekarang." Ucap vanya
"Van kayaknya jangan dulu deh, susun rencana dulu aja buat jebak mereka." Ucap vanessa
"Gak bisa nes, mereka boleh mengambil harta keluarga gue tapi jangan mengambil kebahagiaan mama dan papa gue." Ucap vanya yang sudah di selimuti kemarahan.
"Tapi van lo jangan gegabah kek gini." Ucap vinda
"Bodo amat deh gue kesana sekarang. Ayo ma."Ucap vanya lalu menggandeng tangan mamanya menuju keluar.
"Duh vanya keras kepala banget." Ucap irene
"Kita susul dia sebelum berbuat yang tidak kita inginkan." Ucap vanessa.
Mereka menyusul vanya dan mamanya, vanessa,vinda dan irene membawa motor sport karena vanya dan mamanya sudah membawa mobil dan melesat pergi. Ketiga teman vanya pun berusaha untuk menghentikan vanya yang sudah di selimuti kemarahan.
Mereka melesat membelah jalanan kota, meskipun sedikit ramai tetapi vanessa dkk masih bisa untuk melesat dengan kecepatan sedang. Begitu pula vanya mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan sedang karena ia sangat ingin segera sampai ke mansion keluarganya.
Mereka sampai di mansion keluarga vanya, di depan ada beberapa pelayan yang sedang melakukan pekerjaan mereka. Vanya segera turun lebih dulu dari pada mamanya, ia sangat geram dengan ulah sharon dan ibunya. Banyak pelayan yang menyapa vanya tetapi vanya tidak menjawab karena ia ingin bertemu sharon dan ibunya. Vanessa,vinda dan irene sampai mereka segera masuk karena takut vanya akan melakukan hal kekerasan dan itu bisa saja membongkar identitas vanya sebagai leader mafia.
"Vanessa,vinda irene tolong susul vanya. Tante masih belum siap untuk masuk." Ucap mama vanya diangguk i vanessa dkk.
__ADS_1
Saat vanessa dan yang lain masuk mereka mendengar suara vanya dan sharon berdebat begitu juga ibunya. Di samping sharon dan ibunya ada papa vanya yang duduk di kursi roda, keadaannya mulai memprihatinkan.
"Kalian berdua pergi dari kediaman keluarga gue." Ucap vanya dengan nada tinggi.
"Lo gak punya hak buat mengusir kami, karena mansion ini akan menjadi milik kami. Iya kan pa." Ucap sharon, papa vanya hanya bisa menangis.
"Lihat kan papa saja setuju sampai ia menangis karena terharu." Ucap sharon.
Saat vanya dan sharon juga ibunya sibuk berdebat vanessa dan yang lain merencanakan penangkapan sharon dan ibunya. Mereka tau bahwa vanya sudah menyerahkan dokumen tentang sharon dan ibunya yang selama ini telah membuat kekayaan orang menjadi lenyap. Sharon dan mamanya bukan hanya berbuat pada pala vanya tetapi juga pad orang lain, mereka membunuh seseorang dengan cara perlahan-lahan yaitu dengan siksaan obat yang membuat seseorang menjadi lumpuh.
"Kalian berdua benar-benar manusia tidak tau diri." Ucap vanya
"Lalu kenapa, kita melakukan ini juga papa kan tidak keberatan. Tapi sayangnya papa sudah lumpuh dan tidak bisa untuk berbuat apapun lagi." Ucap sharon dengan nada mengejek.
"Kalian berdua memang manusia tamak. Pantas sajalah pengacara herdi tidak betah dengan mereka dan lebih menikmati kekayaannya sendirian." Ucap vanessa mulai memanas i sharon dan ibunya tentang kekayaan.
"Siapa kau? Dan apa urusanmu dengan keluarga ini? Bagaimana kau tau bila herdi mantan suamiku menjadi pengacara." Ucap ibu sharon.
"Anda tidak perlu tau siapa saya, urusan vanya juga menjadi urusan saya, bagaimana saya tau karena suami anda berada di negara F dan menjadi pengacara terkenal di sana." Ucap vanessa santai
"TAPI SAYANGNYA DIA SUDAH DIPENJARA." Ucap vanessa dan vanya serempak.
"Hahaha lumayan ya kekayaan pengacara herdi ditinggal, mobil nya kan banyak tuh disana." Ucap vinda mulai memanasi 2 orang dihadapannya.
__ADS_1
"Iya lumayan loh itu bila dinikmati sendirian, bisa buat buka cafe banyak tuh." Ucap irene santai.
Sharon dan ibunya pun mulai panas karena ucapan vanessa dkk. Mereka manusia tamak pasti hanya akan memikirkan harta saja dan tidak peduli bagaimana keadaannya.
Kepancing kan lo. Batin vanya
Jadi mas herdi sekarang jadi pengacara. Batin ibu sharon
Saat sharon dan ibunya sedang melamun, irene dan vinda melancarkan aksinya untuk membawa pergi papa vanya dan membawanya ke mobil vanya.
"Woy malah melamun." Bentak vanya membuyarkan lamunan sharon dan ibunya.
"Vanya jaga ucapan kamu. Atau papa kamu yang akan jadi taruhannya." Ucap ibu sharon. Vanessa dan vanya tersenyum miring.
"Silahkan saja." Ucap vanya tersenyum miring, ibu sharon pun menoleh ke tempat papa vanya tadi tetapi sudah tidak ada, ia sangat terkejut.
"Sharon kamu disuruh jaga tuan ari kok malah melamun." Bentak ibu sharon
"Ibu apa-apaan sih, kan ibu sendiri yang jaga om ari." Ucap sharon ketus
"Vanya kemarikan tuan ari." Ucap ibu sharon
"Lo siapa nya bokap gue, istri aja bukan." Ucap vanya ketus
__ADS_1
Karena jawaban vanya yang membuat ibu sharon geram, ia pun mengambil pisau di dapur dan menodongkan ke arah vanya.