
Vanessa dkk perjalanan menuju ke tempat mereka dulu turun dari jet pribadi milik keluarga samudra. Mereka menaiki mobil yang berbeda, karena keluarga mereka tidak pernah tau bila mereka tinggal di mansion bukan di apartemen. Mereka juga belum membongkar bahwa BLS itu milik mereka, vanessa dkk akan membongkar bila waktunya sudah pas.
Mereka merahasiakan itu karena keluarga mereka pasti akan terancam, mereka berniat hanya akan membongkar di depan keluarga nya saja. Keluarga vanessa pun belum tau bahwa V'LI CORPORATION dipegang oleh vanessa, banyak yang penasaran dengan pemilik V'LI CORPORATION tetapi vanessa tidak ingin ada penjilat yang sengaja mendekatinya hanya karena kekayaannya saja.
Saat dijalan tiba-tiba vanessa mendapatkan kabar bahwa jessie wanita yang pernah mengganggu kakaknya tewas karena dibantai istri dari laki-laki yang ia ajak kencan.
Tring
'Bos nona jessie tewas di tempat tinggalnya karena istri dari laki-laki yang jessie temani kencan ternyata sudah memiliki 2 istri.'
Vanessa pun terbelalak karena mendapatkan pesan dari salah satu anggota BLS, ia menarik nafas dalam membuangnya pelan-pelan.
Ternyata kau tetap menjadi wanita penggoda jessie. Batin vanessa
"Semoga kau tenang disana jessie." Gumam vanessa lirih, tetapi vanya masih bisa mendengarnya.
"Kenapa dengan jessie nes." Ucap vanya, vanessa pun menyodorkan ponselnya agar vanya membaca sendiri isi pesan itu. Mata vanya juga terbelalak karena jessie tewas dibunuh istri laki-laki yang ia temani.
"Huh pantas dia dibunuh laki-lakinya juga punya 2 istri." Ucap vanya.
"Memang semua laki-laki itu brengs*k." Ucap vanessa dan vanya serempak. Dan membuat 2 anggota BLS di depan mereka terkejut, karena mereka laki-laki.
Bos kami juga laki-laki, tidak semua dari kami itu brengs*k. Batin anggota BLS yang memegang kendali mobil.
Mobil vanessa dkk menembus jalanan kota menuju ke landasan milik keluarga samudra. Mereka tertidur karena jalanan sedikit macet, sampai di tempat landasan vanessa dkk segera turun mereka memakai masker agar anggota nya tidak mengetahui wajah mereka.
"Jaga BLS baik-baik. Bila ada sesuatu segera laporkan kepada kami." Ucap vanessa kepada para anggotanya yang berdiri di hadapan mereka.
__ADS_1
"Baik bos." Ucap mereka serempak
Setelah itu vanessa dkk segera menuju ke jet pribadi keluarga samudra. Mereka duduk dengan santai ditemani cemilan dan minuman soda, karena vanessa dkk tidak suka wine ataupun bir. Bagi mereka itu adalah minuman paling terlarang, anggota BLS juga tidak ada yang pernah menginjakkan kaki ke club malam bagi mereka juga itu tempat terlarang. Padahal vanessa dkk tidak pernah melarang anggota nya bila ada yang kesana asalkan jangan pernah mengaku bahwa mereka salah satu anggota BLS, tetapi anggota BLS tidak ada yang minat bagi mereka itu akan menghancurkan keluarga mereka lebih baik mereka pakai bekerja atau latihan saja.
"Kapan lo bongkar kebusukan sharon van?" Ucap adis
"Entahlah gue masih malas ketemu bokap." Ucap vanya
"Emang selama ini nyokap lo gak pernah di temui bokap lo kalau di butik." Ucap vinda
"Sering tetapi nyokap gue gak pernah mau nemuin, perusahaan milik bokap gue udah di ambang kebangkrutan gara-gara sharon." Ucap vanya
"Tu bocah selalu minta-minta ya. Nyokapnya juga gak tau diri." Ucap adis
"Always minta ini minta itu, gue aja gak pernah minta yang aneh-aneh ke bokap gue, kalau gue dikasih uang sama bokap nyokap yang ada gue tabung mangkanya gue bisa punya golden card karena tabungan gue." Ucap vanya santai
"Buang-buang waktu aja, lebih baik kan latihan biar lebih kuat lagi kita ini." Ucap irene
Mereka berbincang dan menyelesaikan berkas-berkas perusahaan, vanessa memilih menyendiri karena ia harus memeriksa berkas milik V'LI CORPORATION. Saat ia sedang menyelesaikan berkasnya tiba-tiba adis menghampiri vanessa.
"Nes apa lo mau nemuin presdir vebranza group." Ucap adisya yang membantu vanessa menyelesaikan berkasnya. Karena teman-teman vanessa sudah tau bila V'LI CORPORATION dipegang kendali oleh vanessa, jadi mereka tidak masalah bila vanessa tidak terlalu ikut campur dalam menyelesaikan berkas dari BL COMPANY.
"Memangnya buat apa orang itu minta bertemu sama gue, ujung-ujungnya juga gak bisa lihat wajah gue kok." Ucap vanessa yang masih berkutat pada berkas nya.
"Ya mana gue tau lah nes, tapi orang nya juga ganteng kok. Cuma usia nya sudah 26 tahun tetapi belum juga nikah, gue denger-denger dia itu tidak memiliki kekasih dan mantan 1 pun." Ucap adisya, vanessa pun menatap adis dan menaikkan alisnya sebelah.
"Iya nes, dia itu terkenal dingin banget. Banyak kolega bisnis keluarga vebranza untuk menjodohkan anaknya dengan presdir itu, tetapi mereka tidak pernah tau wajah asli presdir itu karena ia jarang muncul di media, yang muncul hanya adiknya saja." Ucap adisya panjang lebar.
__ADS_1
"Terus apa maksut lo cerita itu ke gue." Ucap vanessa datar, adis pun kesal karena vanessa sama sekali tidak tertarik soal cerita presdir vebranza.
"Ya kali aja lo mau jadi pendamping hidupnya kan enak nih sama-sama kaya." Ucap adisya
"Huh lo aja sana gue gak tertarik." Ucap vanessa datar lalu meninggalkan adisya menuju ke kamar untuk istirahat.
"Ya tu bocah kan enak presdir vebranza ganteng banget, ah kalau gue jadi lo nes ya gue temuin aja itu presdir lumayan cuci mata sama yang ganteng-ganteng hihihi." Ucap adisya saat melihat vanessa sudah menjauh.
Vanessa dkk pun istirahat karena perjalanan mereka akan memakan waktu 5 jam dan akan sampai di negara A pukul 7 malam.
Jet pribadi mendarat dengan mulus di belakang mansion keluarga samudra, vanessa dkk segera turun untuk masuk ke dalam mansion, tetapi mereka tidak tau bila mansion keluarga samudra sedang ramai dengan teman-teman dean dan duo R.
"Weh nes rame banget ni mansion." Ucap adisya
"Kayaknya teman-teman kakak ada didalam deh." Ucap vanessa
Tidak lama mereka masuk dan benar saja semua teman kakaknya ada di ruang tamu bersantai-santai. Vanessa berteriak saat akan menuju ke pintu masuk.
"KAKAK.. INCESSS PULANGG.." Teriak vanessa
"Lah kak princess pulang kok gak ngabarin kita." Ucap rino sedangkan dean dan reno hanya mengangkat bahunya. Tidak lama vanessa dan vanya pun masuk, vanessa segera memeluk dean semua teman-teman kakaknya menatap vanessa dan vanya mereka sedikit terkejut karena wajah vanessa dan vanya mirip.
"Princess kok kamu pulang gak kabar in kakak." Ucap dean lalu melepaskan pelukannya. Saat vanessa melihat ke semua teman kakaknya ada 1 orang yang terkejut.
DEG
"Vanessa." Gumam laki-laki itu saat matanya bertatapan dengan mata vanessa.
__ADS_1