I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 119


__ADS_3

Pagi harinya Vanessa dkk bersiap untuk jalan-jalan di taman kota, kali ini mereka memakai Hoodie berwarna hitam yang belakangnya terdapat lambang BLS. Tidak lupa dengan topeng mereka masing-masing, kali ini mereka begitu malas untuk menunjukkan wajah mereka. Karena penyerangan kemarin mereka masih waspada apabila ada anggota green snake yang masih tersisa.


"Van, itu bocah gimana?" Ucap Irene yang ingat bila Vanya membawa anak kecil ke markas.


"Kak Dinda sama kak Tania kan ada." Ucap Vanya santai. Irene hanya mengangguk-angguk kan kepala.


"Ini jadi pakai motor masing-masing." Ucap Adisya yang sibuk memasang topengnya.


"Iya, tapi bukan motor yang biasanya. Motor khusus kita sendiri." Ucap vinda santai.


Motor khusus milik Vanessa dkk adalah motor sport hitam yang mereka gunakan untuk misi dalam BLS. Jadi itu tidak akan membuat orang yang mengenal mereka saat tidak memakai topeng menjadi curiga.


Mereka pun segera turun dari lantai 4 menuju ke garasi kendaraan mereka. Sampai di garasi mereka mengambil motor masing-masing dan segera melesat menuju ke taman kota.


Brumm...brummm...


Vanessa dkk sudah meninggalkan markas dan menuju ke taman kota, 30 menit kemudian mereka sampai di taman kota. Karena mereka melakukan motornya dengan kecepatan penuh sehingga cepat sampai di taman kota.


Taman kota sangat ramai karena sedang hari libur. Vanessa dkk sampai di parkiran, baru saja mereka turun dari motor banyak mata yang menatap mereka. Ada yang kagum dan ada yang takut, sedangkan Vanessa dkk berjalan santai menuju ke bangku taman yang berbentuk memutar sehingga mereka bisa duduk dengan santai. Banyak orang yang ingin sekali mendekati mereka, tetapi rasa takut lebih memilih mereka untuk diam saja.


'bukankah itu ketua BLS dan 2 tangan kanannya.'

__ADS_1


'aku ingin ke hadapan mereka, tapi takut.'


'aku ingin foto bersama mereka.'


Itulah ucapan yang mereka lontarkan saat melihat Vanessa dkk.


Vanessa dkk disana mengundang paparazi yang sedang menjalankan tugas untuk berita pagi ini, saat mereka melihat Vanessa dkk akhirnya mereka memotret Vanessa dkk yang sedang duduk dengan santai.


"Kedatangan kita ngundang para wartawan." Ucap viola sambil berbisik.


"Biarkan saja, mereka kan menjalankan tugas." Ucap Vanessa santai.


Vanessa dkk pun tertawa kecil melihat orang-orang yang sangat antusias untuk bertemu mereka, karena selama ini sangat susah untuk bertemu dengan ketua BLS.


"Lanjutkan aktifitas kalian, jangan menatap kami seperti itu." Ucap viola. Banyak orang yang tersenyum saat mendengar suara viola, sebagian ada yang melanjutkan olahraga mereka.


Vanessa dkk duduk dengan santai, saat mereka sedang berbincang tiba-tiba ada bola yang melambung ke arah Vanessa. Vanessa yang melihat itu dengan cepat mengambil bola itu, saat bola sudah ditangan tatapan Vanessa mulai tajam.


"Siapa pemiliknya." Ucap Vanessa datar.


Orang-orang yang mendengar suara datar yang Vanessa keluarkan pun menelan ludahnya kasar, tidak lama ada anak kecil sekitar 7 tahunan berjalan ke arah Vanessa dengan tubuh yang bergetar. Vanessa menaikkan alisnya sebelah saat melihat anak itu berjalan ke arahnya sambil memainkan jarinya.

__ADS_1


"Emm..ma..maaf k..kak..i..it..itu..b..bola..s..sa..saya.." Ucap anak itu sambil terbata-bata karena merasa takut saat tau bila miliknya melambung ke arah Vanessa dkk.


Vanessa pun berdiri dan menghampiri anak itu, melihat tubuh ana kecil itu bergetar karena sangat takut padanya membuat Vanessa benar-benar ingin tertawa. Padahal Vanessa tidak marah sama sekali, baginya anak dihadapannya ini sangat menggemaskan dengan badan yang sedikit gemuk dan pipi yang chubby. Vanessa pun mencubit sebelah pipi anak itu.


"Kau sangat menggemaskan, bagaimana kalau kakak ikut bermain." Ucap Vanessa lembut. Anak itu menatap Vanessa dengan tatapan tidak percaya karena ia pikir Vanessa akan marah saat ia tau siapa pemilik bola yang ada ditangannya.


"Ka..kakak t..tidak marah padaku." Ucap anak itu dengan tatapan polos. Vanessa pun mengacak-acak rambut anak itu.


"Tentu saja tidak. Gimana boleh nggak kakak ikut bermain." Ucap Vanessa santai. Dengan antusias anak itu pun mengangguk.


"Woy berani gak main bola." Ucap Vanessa kepada teman-temannya. Orang yang ada disekitar mereka pun sangat terkejut saat mendengar ucapan Vanessa.


Teman-teman Vanessa pun saling pandang lalu berkata.


"OKE SIAPA TAKUT." Ucap mereka serempak. Vanessa pun tersenyum miring.


"Baiklah kemana teman-temanmu hmm." Ucap Vanessa lembut.


"Disana kak." Ucap anak itu sambil menunjuk lapangan yang tidak jauh dari Vanessa dkk duduk. Vanessa mengisyaratkan untuk anak itu agar berjalan terlebih dahulu, lalu disusul dengan Vanessa dkk.


Orang-orang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka mengira bila Vanessa akan memarahi anak itu. Tetapi malah sebaliknya, ia tidak marah dan ikut bermain dengan mereka. Sikap Vanessa tidak luput dari sorotan paparazi, tetapi Vanessa tidak terlalu ambil pusing.

__ADS_1


__ADS_2