I'M Leader Mafia

I'M Leader Mafia
CHAPTER 185


__ADS_3

Tok tok tok


Perawat yang mengantar makanan di ruangan Vanya mengetuk pintu, tanpa menjawab apapun karna Vanya memberikan tatapan dingin, akhirnya perawat pun masuk.


"Nona Vanya, ini makanan dari luar. Apakah anda yang memesan ini?" Ucap perawat itu.


"Ya." Ucap Vanya dingin.


"Tapi, makanan dari rumah sakit sudah disediakan nona." Ucap perawat.


"Tidak bisakah anda membiarkan dia makan dari luar, apa anda memaksa dia makan dari rumah sakit berikan karna ada racun lagi yang sengaja anda masukkan untuk dia." Ucap Arjuna ketus


"Tidak tuan, maafkan saya, karena aturan dari rumah sakit melarang pasien makan dari luar." Ucap perawat.


"Kau siapa berani mengatur kekasihku." Ucap Arjuna


"Maaf tuan." Perawat itu menunduk karena arjuna menatapnya dengan tatapan membunuh.


"Tidak apa-apa sus, saya ingin makan dari luar saja." Ucap Vanya


"Maaf nona, saya hanya mengatakan kebijakan rumah sakit." Ucap perawat


"Saya tau sus, maaf jika saya lancang memesan makanan dari luar, karena saya tidak biasa dengan makanan rumah sakit." Ucap Vanya


"Sudahlah sayang, kamu makan saja, jika pemilik rumah sakit ini tidak terima denganku, akan ku hadapi dia." Ucap Arjuna berjalan mendekati Vanya sedangkan Vanya canggung karena Arjuna memanggilnya dengan sebutan sayang.


Arjuna kampr*t. Batin vanya


"Pergilah." Ucap Arjuna kepada perawat.


"B-baik tuan." Ucap perawat itu, baru satu langkah perawat akan meninggalkan ruangan vanya. Arjuna memanggilnya lagi.


"Hei, kau bawa makanan ini." Ucap Arjuna sambil menyodorkan nampan berisi makanan yang dibuat dari rumah sakit.


"I-iya tuan, saya p-permisi." Ucap perawat itu.


Setelah kepergian perawat itu, ponsel Vanya pun berisik, karena Vanya lupa mematikan video call bersama temannya.


"Eheemmm, gue dengar tadi ada yang manggil sayang nih." Ucap viola


"Kekasihku, ciailah baper gua anj." Ucap vinda


"Gue ga ikut dipanggil sayang, tapi ikut jantungan." Ucap Irene


"Brisik lo, gue mau makan dulu." Ucap Vanya ketus


"Iya sayang." Ucap viola


"Selamat makan sayang." Ucap viola,vinda,Irene. Vanya pun mematikan video call tersebut karena temannya mulai menggoda dirinya.

__ADS_1


"Lo ngapain sih manggil gue kayak gitu." Ucap Vanya


"Manggil gimana?" Ucap Arjuna


"Itu tadi lah." Ucap Vanya


"Ya gimana?" Ucap Arjuna


"Sayang." Ucap Vanya


"Apa sayang." Ucap Arjuna


"Ih nyebelin lo emang." Ucap Vanya


"Hahaha sudahlah, kamu makan ya, biar cepet pulih." Ucap Arjuna


"Hemmm." Ucap Vanya


Arjuna pun kembali ke sofa, ia mulai sibuk dengan laptopnya. Sesekali Vanya melihat ke arah Arjuna. Tetapi Arjuna menyadari jika Vanya sedang menatap dirinya.


"Makan dulu Van, habis itu kamu boleh natap aku sampe puas." Ucap Arjuna tanpa melihat kearah Vanya.


"Ke PD an." Ucap Vanya


Vanya pun melanjutkan makannya, sesekali dia melihat Arjuna menguap, Vanya tau jika Arjuna belum makan. Akhirnya Vanya pun turun dari ranjang , menghampiri Arjuna.


Sebenarnya Vanya masih belum terlalu kuat untuk berjalan, karena kepalanya juga masih pusing, tapi karena tiang infus yang Vanya buat pegangan untuk berjalan.


Arjuna terkejut karena ia tidak menyadari kedatangan vanya, ia lebih terkejut karena Vanya akan menyuapinya.


"Vanya kamu ngapain turun sih." Ucap Arjuna


"Gue tau, lo belum makan." Ucap Vanya


"Seharusnya kamu gaperlu turun Van, aku bisa makan nanti." Ucap Arjuna


"Lo dari tadi nguap mulu, dan kerjaan lo masih banyak." Ucap Vanya


"Udah lo gausah banyak omong, gue suapin." Ucap Vanya


Akhirnya Arjuna menerima suapan dari vanya, sebenarnya Vanya deg-degan melakukan itu, tapi ia juga tidak sanggup melihat Arjuna terlalu fokus pada pekerjaan tanpa memikirkan kesehatannya.


Sesekali Vanya memberikan saran kepada Arjuna ketika Arjuna pusing memikirkan pekerjaan kantor. Karena makanan Vanya masih banyak, ia juga ikut makan. Setelah makanan habis, Vanya ingat jika ia tidak membawa minum.


"Gue ambil minum bentar." Ucap Vanya


"Stop, biar aku ambilkan saja." Ucap Arjuna


Arjuna pun beranjak dari sofa untuk mengambil minuman dan obat untuk Vanya.

__ADS_1


"Kamu minum obat ya, habis itu istirahat." Ucap Arjuna sambil memberikan minuman dan obat pada vanya.


"Terus lo?" Ucap Vanya


"Aku harus selesaikan kerjaan dulu, habis itu tidur kok." Ucap Arjuna


"Gak, gue bakal temani lo sampai kerjaan lo selesai." Ucap Vanya


"Udah mulai mau nih sama aku." Ucap Arjuna sambil mencubit hidung Vanya.


"Ga gitu, gue gamau aja lo sakit, ya kali lo sakit nungguin gue sakit." Ucap Vanya. Arjuna pun gemas dengan alasan Vanya.


"Yaudah kalau kamu maksa. Barangkali capek kamu bilang ya, kalau ga gitu kamu main ponsel aku aja tuh." Ucap Arjuna, Vanya hanya mengangguk.


Beberapa menit kemudian, Vanya mulai bosan melihat Arjuna sangat sibuk dengan laptopnya. Vanya pun mengambil ponsel Arjuna, Vanya terkejut karena lock screen ponsel Arjuna memakai fotonya.


"Kok lo pakai foto gue sih?" Ucap Vanya


"Agar aku selalu ingat, kalau kamu milikku." Ucap Arjuna tanpa melihat Vanya.


"Dapat darimana juga foto gue." Ucap Vanya


"Ada pokoknya." Ucap Arjuna


"Dih gak waras." Ucap vanya


Vanya pun melihat semua aplikasi chating Arjuna, ia tidak melihat Arjuna chating bersama wanita lain, kecuali teman Vanya. Bahkan kontak Vanya menjadi pin teratas di daftar chat Arjuna.


Sebegitu inginnya kamu bersamaku jun, entah kenapa aku disampingmu merasa bahagia. Tapi maaf aku tidak bisa menunjukkan sifat itu padamu. Batin vanya


"Lo ga tertarik sama wanita ya." Ucapan Vanya berhasil membuat Arjuna menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.


"Kenapa kamu bilang gitu?" Ucap Arjuna


"Sorry, gue buka chat lo tadi, isinya cuma chatingan lo sama temen-temen lo semua, gada chat sama wanita kecuali gue dan kawan-kawan." Ucap Vanya


"Coba deh kamu kunci ponselku." Ucap Arjuna, Vanya pun menuruti ucapan Arjuna.


"Kamu aktifkan lagi ponselku." Vanya pun menekan tombol aktif.


"Lock screen itu terdapat foto siapa?" Ucap Arjuna.


"Foto gue." Ucap Vanya


"Itu tandanya, gaada wanita lain yang kucintai selain kamu van." Ucapan Arjuna berhasil membuat wajah Vanya memerah.


"Bisa aja lo buaya." Ucap Vanya.


Arjuna kembali melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Vanya menonton film di ponsel Arjuna. 1jam kemudian Arjuna pun selesai, ia melihat ke arah Vanya. Vanya tertidur pulas dengan ponsel yang tergeletak di pahanya, Arjuna pun tersenyum melihat sikap Vanya.

__ADS_1


"Aku benar-benar sayang padamu van, apapun yang akan terjadi aku akan tetap bersamamu. Good night my angel." Ucap Arjuna.


Arjuna memindahkan Vanya ke ranjang agar beristirahat, sedangkan Arjuna tidur di sofa. Tak lupa Arjuna mencium pipi Vanya. 4 anggota bls diutus vinda untuk menjaga Vanya di luar ruangan, karena vinda tidak ingin ada seseorang yang bisa meracuni Vanya lagi.


__ADS_2