
Sampai di depan perusahaan vanessa,irene dan adis melepas helmnya lalu memakai topeng nya dan segera masuk ke perusahaan. Sampai di loby mereka menjadi pusat perhatian karena baru kali ini para karyawan melihat mereka.
Tetapi tiba-tiba mereka dihentikan resepsionis yang pakaian e lebih parah dari yang selalu mereka temui. Kemeja putih ketat dua kancing baju atas dibuka,rok hitam diatas lutut itupun bagian belakang masih ada belahannya dan make up sangat tebal.
"Hei bocah kalian bertiga main nyelonong masuk saja, mau ngapain kalian disini." Ucap resepsionis ketus.
"Mbaknya mau mangkal atau niat jadi resepsionis sih." Ucap irene dengan tersenyum miring
"Berani sekali mulut kamu bicara seperti itu." Ucap resepsionis
"Only shit mbak Lala poo mending balik saja deh ke meja kerjanya dan kalau bisa pakaiannya diganti deh." Ucap adisya ketus
"Kurang ajar kalian ya, keluar dari perusahaan ini atau saya akan panggil satpam." Ucap resepsionis lala
"Apa anda pikir kami takut." Ucap vanessa datar
"Pak satpam sini deh." Teriak resepsionis lala itu tidak lama satpam pun datang.
"Pak tolong seret mereka bertiga untuk keluar dari sini." Ucap resepsionis lala, tetapi satpam itu tidak berani karena satpam yang vanessa kerjakan di perusahaannya adalah anggota BLS sendiri.
__ADS_1
"Emang lo tu siapa? Pemilik juga bukan sok-sok an ngusir kita." Ucap adisya
"Tidak lama saya yang akan jadi sekretaris pribadi disini dan kalian segera pergi saja atau saya panggilkan pemilik perusahaan ini." Ucap resepsionis lala
"Kalian juga badan kekar sama mereka saja takut, mau saya pecat kamu." Ucap resepsionis lala kepada satpam.
Vanessa mengibaskan tangannya kepada 2 satpam itu agar keluar, dan satpam itu pun menuruti kemauan vanessa. Resepsionis lala pun membelalakkan matanya karena satpam itu lebih menuruti gerakan vanessa daripada dirinya.
"Anda tidak tau saya kesini karena apa? Anda berharap akan menjadi sekretaris pribadi saya. JANGAN HARAP." Bentak vanessa, resepsionis lala jadi takut.
"Angkat kaki anda dari perusahaan saya,pergi dari sini jangan pernah menampakkan wajah menjijikkan anda lagi." Ucap vanessa dingin.
"Nona saya minta maaf.. nona jangan pecat saya." Ucap resepsionis lala sedikit berteriak karena vanessa sudah meninggalkannya dan menuju ke lift khusus atasan.
Huh awas kamu ya bocah. Aku bakalan bikin perhitungan dengan kamu. Batin resepsionis lala
Tidak lama vanessa,irene dan adisya sampai di ruangan mama adis. Mereka dengan perasaan kesal dan langsung masuk begitu saja, mereka tidak tau bahwa mama adis sedang ada tamu.
"Tante kesel banget sum...pah" Ucapan vanessa terhenti karena ada satria,deni dan sekretaris mereka.
__ADS_1
"Lia kamu kebiasaan ketuk pintu dulu dong." Ucap mama adis, vanessa sudah memutuskan bila di perusahaan ia akan bernama aulia.
"Maaf tante." Ucap vanessa menunduk.
"Oh iya ini ada tuan satria dan tuan deni ingin bertemu kamu. Kan kamu pemiliknya sayang." Ucap mama adis, sontak satria dan deni menoleh ke arah vanessa,irene dan adis.
Aduh jangan ngenalin gue dong. Batin vanessa
"****** nes kayaknya mereka ngenalin kita." Ucap irene berbisik. Vanessa hanya menganggukkan kepala.
"Gimana nes bisa hancur nih, sebentar lagi kita kan pengenalan pemilik perusahaan ini dan sekretaris baru." Ucap adisya berbisik.
"Udah kalian santai aja, kalau bisa gunakan nama tengah kalian atau nama akhir aja." Ucap vanessa berbisik.
"Maaf tuan-tuan ada kendala di loby." Ucap vanessa tegas.
Kok aku serasa familiar dengan suaranya. Batin satria
Kayak pernah dengar suara ini. Batin deni
__ADS_1
****** nih kalau mereka ngenalin. Batin irene