
"Ya dia princess gue." Ucap Reno sambil mengelus rambut Vanessa dengan lembut.
"Siapa nama anda nona." Ucap laki-laki itu
"Lia." Ucap Vanessa singkat tanpa senyuman.
"Saya Rivan Axelio panggil saja Rivan nona." Ucap Rivan sambil tersenyum
Namanya gak asing. Batin Vanessa
"Baiklah, gue tinggal dulu ke yang lain ya bro." Ucap Rivan
"Oke." Ucap Reno singkat lalu Rivan pun meninggalkan Reno dan Vanessa.
Vanessa pun mulai bosan berada disana terlalu lama. Baginya 30 menit sangat lama, banyak makanan dan minuman yang sudah ditawarkan oleh Reno, tetapi Vanessa menolak nya.
"Kamu kenapa princess." Ucap Reno lembut
"Huh Nessa bosan kak." Ucap Vanessa
"Sabar dong princess baru juga 15 menit kamu disini." Ucap Reno yang membuat Vanessa makin malas
"Memangnya kamu itu sibuk apa sih princess, sampai tidak pernah ke mansion. Asal kamu tau Kak satria nyariin kamu loh." Ucap Reno yang berujung menggoda Vanessa
"Up aja deh kak." Ucap Vanessa ketus
"Hahaha kamu it...
__ADS_1
"Hai Reno." Belum sempat Reno meneruskan ucapannya, ada wanita yang memakai dress panjang ketat dan belahan dada,punggung dan kaki yang belahannya begitu hemm... mengundang para lelaki. tapi tidak bagi Reno hal itu malah membuatnya jijik.
"Kamu semakin tampan saja Reno, oh iya pasti kamu masih ingat aku kan." Ucap wanita itu dengan nada manja lalu bergelayut di lengan Reno. sedangkan Reno memasang wajah datar dan menahan amarahnya.
"Kamu kok diam aja sih ren, kamu lupa sama aku? atau jangan-jangan karena dia." Ucap wanita itu lalu menunjuk ke arah Vanessa, sedangkan Vanessa tetap menatap wanita itu dengan tatapan datar.
"Nadia jangan lewati batasanmu." Ucap Reno datar
"Tuh kamu aja masih ingat sama aku." Ucap wanita yang bernama Nadia. Reno pun menghempaskan tangan wanita itu dan menuju ke kamar mandi.
"Princess aku ke kamar mandi dulu ya." Ucap Reno lembut lalu mengecup puncak kepala Vanessa. hal itu membuat Nadia tersulut emosinya. sedangkan Vanessa mengangguk dan tersenyum miring ke arah Nadia.
"Heh wanita kampungan kayak lo gak pantes bersanding dengan Reno." Ucap Nadia tersenyum mengejek saat melihat Vanessa.
"Apa peduli anda nona,sekarang buktinya yang ada disamping Reno kan saya bukan anda." Ucap Vanessa tersenyum miring
"Mari kita nantikan saat saya dibuang atau anda." Ucap Vanessa santai
Karena mulai tersulut emosi, Nadia pun mengambil minuman yang ada ditangan tamu undangan di belakangnya. lalu nadia pun menyiramkan ke Vanessa dan menampar pipi Vanessa.
Byurr...PLAKK.
"Dengar ya j***** lo itu gak pantas disamping calon gue." Bentak Nadia sambil menunjuk Vanessa. sedangkan Vanessa menahan pipinya yang merah karena tamparan Nadia.
"Saya yang j***** atau anda yang selalu berada di Club malam bersama para om-om nona Nadia Syaqila Raharja." Ucap Vanessa tersenyum miring.
"Lo tau keluarga Raharja pasti akan hancurin keluarga lo. Karena sebentar lagi gue akan menjadi nyonya samudra." Ucap Nadia
__ADS_1
"Teruslah bermimpi nona. bila kau terjatuh dan sakit jangan lupa ke rumah sakit ya." Ucap Vanessa santai. Nadia pun tersulut kembali emosinya dan menampar Vanessa kembali.
PLAKK...
Mata Vanessa pun berubah menjadi abu-abu dan itu menandakan bila Lia sudah mengambil alih tubuh Vanessa. Seketika atmosfer di ruangan itu menjadi lebih dingin. Vanessa berjalan mendekati Nadia, sedangkan Nadia terus berjalan ke belakang.
"Tamparan mu tidak menyakitiku nona." Ucap Lia dingin. Nadia pun takut dan terus berjalan mundur. Semua para tamu pun hanya bisa melihat keributan itu.
Reno yang dari kamar mandi berniat menghentikan Vanessa dan Nadia pun langsung ditatap tajam oleh Vanessa. Seakan mengisyaratkan untuk tetap diam dan lihat saja.
"Tampar lagi nona sampai anda puas." Ucap Lia santai. karena melihat Vanessa tidak membalas perlakuan Nadia. Akhirnya Nadia pun mau menampar Vanessa lagi.
PLAKK...PLAKKK...PLAKKK...
Tidak lama Nadia pun berhenti karena tangannya sudah merasakan sakit dan merah. begitu pula dengan kedua pipi Vanessa yang memerah karena ulah Nadia. sedangkan Vanessa masih tersenyum miring ke arah Nadia.
"LEMAH." Ucap Lia dingin.
Tanpa basa basi Lia pun menampar kedua pipi Nadia hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah dan tersungkur ke lantai. Bahkan Lia sengaja memukul Hidung Nadia hingga berdarah, Lia pun mengambil Sup Panas dan menyiramkan ke tubuh Nadia. Nadia hanya bisa berteriak karena seluruh tubuhnya panas dan kuah Sup itu membakar kulit Nadia hingga memerah. mungkin besoknya akan melepuh.
Semua yang melihat itu pun bergidik ngeri dengan keadaan Nadia. Tidak sampai disitu Lia pun menarik rambut Nadia hingga Tatanan rambutnya berantakan.
"Jangan pernah mengganggu kehidupan keluarga samudra, atau kau akan menerima hal yang lebih dari ini." Bisik Lia ke telinga Nadia. Nadia hanya bisa menahan perih di tubuhnya.
Vanessa pun merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa uang dan melemparkan ke Nadia. Nadia yang melihat itu pun terkejut karena Vanessa bukan wanita yang bergantung apapun kepada Reno. Bahkan Nadia bisa melihat Kartu Debit milik Vanessa yang hanya bisa dimiliki kalangan atas.
"Itu untuk kompensasi perawatan tubuh lo yang mungkin besok bakal melepuh." Ucap Lia datar, lalu ia melemparkan beberapa uang lagi ke arah Nadia.
__ADS_1
"Dan itu untuk biaya pengobatan hidung palsu milik lo." Ucap Lia dingin. Nadia semakin tertegun dengan sikap Vanessa.