
"Iyuhhh jijik banget." Ucap vanessa dan vanya mendadak lebay.
Irene pun segera mengusap dan berhenti menangis karena melihat ketiga temannya mencairkan suasana. Irene sangat bahagia karena semua teman-temannya menerimanya dengan tulus tanpa dibuat-buat.
"Ayah Bunda kami ijin pergi dulu ya." Ucap irene lalu mencium punggung tangan bunda arin dan ayah samudra.
"Hati-hati ya ren." Ucap bunda arin lembut diangguk i irene.
"Dani kak irene pamit pulang ya, sering-sering kita nanti kesini buat main sama dani." Ucap irene.
"Siap kak." Ucap dani dengan gaya hormat. Irene yang melihat itu pun tersenyum dan menggelengkan kepala.
"Dadah ayah,bunda. Dadah dani." Ucap vanessa dkk serempak.
Vanessa dkk segera menuju ke garasi, karena mobil brio milik vanessa sudah ada didalam garasi karena ia meminta salah satu anggotanya untuk mengantarkan ke mansion samudra. Ketiga teman vanessa mengendarai mobil sedangkan vanessa membawa motor sportnya.
Vanessa dkk melesat menembus jalanan kota, mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang karena ini hari minggu dan jalanan ramai orang-orang berencana pergi liburan, tetapi vanessa,irene dan adisya tidak libur karena hari ini pengenalan pemilik perusahaan dan sekretaris pribadi baru.
Vanessa dkk berhenti karena lampu sedang merah. Di sebelah kiri vanessa adalah mobil miliknya yang menjadi milik adis sedangkan di sebelah kanan mobil seorang pria yang sedari tadi memandang vanessa. Vanessa tepat berada di jendela milik temannya yang memegang kendali mobil yaitu vinda. Vinda membuka kaca mobil dan vanessa membuka bagian bawah helm teropongnya.
__ADS_1
Mereka berbincang-bincang sedangkan mobil sebelah kanan memperhatikan vanessa dan tersenyum miring.
"Kamu sudah kembali sweety, dan kamu jauh lebih cantik sekarang." Ucap laki-laki itu yang tetap menatap vanessa. Sedangkan sekretaris laki-laki itu menoleh ke arah pandangan bosnya.
Oh jadi gadis itu yang di maksut bos selama ini. Cantik juga sih keren pula. Batin sekretaris nya
"Apakah itu gadis yang selama ini anda ceritakan ke saya tuan." Ucap sekretaris itu.
"Iya itu memang dia, dia semakin cantik dan aku semakin mencintainya." Ucap laki-laki itu.
"Kenapa tidak di samperin saja tuan." Ucap sekretaris itu.
"Belum saatnya aku menunjukkan siapa diriku. Biarkan dia penasaran karena tiap malam aku mengganggunya." Ucap laki-laki itu sambil tersenyum.
Huh ada aja yang mau ikutin gue. Batin vanessa
Saat vanessa melihat keadaan sudah baik, dia bernafas lega karena ia tidak mau ada yag mengikutinya sampai ke apartemen karena terlalu bahaya bagi mamanya vanya.
Vanessa langsung masuk ke apartemen dia masih melihat mamanya vanya di dalam apartemen,tetapi mama vanya meringkuk di pojokan dan menangis entah apa yang membuatnya seperti itu. Vanessa pun menghampirinya.
__ADS_1
"Tante risa, kenapa tante seperti ini." Ucap vanessa memegang pundak mama vanya. Mama vanya melihat vanessa dan memeluknya. Ia menangis di pelukan vanessa.
"Tante kenapa,cerita saja sama vanessa." Ucap vanessa. Tetapi mama vanya tetap diam. Akhirnya vanessa mengirim pesan kepada vanya untuk segera ke apartemen karena mamanya sedang dalam masalah.
"Hiks..hiks.. vanessa hiks... apakah tante salah hiks.. kalau tante bertemu suami tante hiks..hiks.." Ucap mama vanya terisak-isak.
"Tentu saja tidak tante, itu malah yang benar karena sudah hak tante untuk bertemu suami tante." Ucap vanessa lembut
"Tetapi hiks...sharon dan hiks...mamanya ada di hiks mansion keluarga tante.. tante selalu dilarang bertemu hiks.. suami tante padahal suami tante sedang sakit.." Ucap mama vanya sesenggukan di pelukan vanessa.
"Tante tenang dulu ya, nanti kami akan mengantar tante untuk bertemu dengan om ari." Ucap vanessa.
Tidak lama pun vanya,vinda dan irene sampai di apartemen mereka bergegas masuk untuk melihat keadaan mama vanya. Vanya lebih khawatir karena baru kali ini ia mendapat laporan tentang mamanya karena selama ini vanya mengirim bodyguard untuk mamanya.
Ceklek
"Mama, cerita sama vanya mama kenapa." Ucap vanya lalu memeluk mamanya, mama vanya pun berbalik dan memeluk vanya.
"Ma cerita dong ke vanya. Nes nyokap gue kenapa." Ucap vanya mulai khawatir dengan mamanya.
__ADS_1
"Ini ulah sharon dan nyokapnya." Ucap vanessa datar
"APA.."Vanya terkejut, berarti selama ini sharon dan mamanya sudah berada di mansion keluarganya.